Sunday, September 16, 2018

Review : Legend Of The Condor Heroes 2017



Back to my “Jing Gege” ^_^ Sejak tersiar kabar bahwa Huace Media Group akan membuat remake terbaru dari Legend Of The Condor Heroes di tahun 2016 silam. Sebagai penggemar berat Guo Jing (Kwee Cheng), penulis selalu mengikuti perkembangan syuting serial ini. Mulai dari siapa-siapa saja artis yang beruntung mendapat kesempatan berperan dalam serial wuxia legendaris ini, foto-foto behind the scene-nya, hingga profile para pemain utamanya. Semuanya sudah pernah dibahas dalam blog ini.

Namun penulis baru memiliki kesempatan menontonnya beberapa minggu yang lalu. Kenapa harus menunggu begitu lama? Katanya serial wuxia terfavorite? Well, itu karena penulis memang sengaja menunggu DVDnya beredar di pasaran. Kenapa harus menunggu DVD? Karena kalau DVD dapat diputar ulang sewaktu-waktu jika penulis tiba-tiba ingin mantengin wajah gantengnya William Yang ^_^ Kan ada Youtube? Youtube kan harus pakai kuota. DVD tetap lebih hemat karena hanya mengeluarkan dana IDR 40.000 saja (1 keping DVD @ 8000, total 5 keping jadi 40.000). Intinya beli DVD jauh lebih enak. Apalagi mengingat serial wuxia ini adalah serial yang HIGHLY RECOMENDED BANGET, khususnya bagi pecinta cowok ganteng seperti saya hehehe ^_^ So, let’s the review begin...


“Review : Legend Of The Condor Heroes 2017”




 

 

 

Warning : Ini murni HANYA Penilaian dan pendapat bloggernya semata. Just for having fun. Jika ada di antara pembaca yang tidak setuju dengan penilaian/pendapat saya, harap dipahami bahwa SETIAP ORANG PUNYA SELERA. No bashing, ya!

Legend Of The Condor Heroes. Siapa yang tidak mengenal serial wuxia legendaris ini? Bagi Anda pecinta Wuxia/kungfu, khususnya yang sebelumnya pernah menonton adaptasi yang terdahulu, pasti sudah tidak asing lagi dengan kisah cinta Guo Jing (Kwee Cheng) dan Huang Rong (Oey Yong) dan pasti sudah sangat hapal bagaimana jalan ceritanya. Itu sebabnya saya tidak akan menuliskan sinopsis melainkan me-review serial ini setelah menontonnya hingga tamat.


“Legend Of The Condor Heroes” adalah seri pertama dari Trilogi Pendekar Rajawali. Serial wuxia legendaris yang diangkat dari Novel legendaris karya Jin Yong (Louis Cha) ini telah diadaptasi ke layar televisi sebanyak 7 kali dengan berbagai versi, di berbagai era, dan tentunya dengan para artis yang berbeda pula.

 

Setelah mengalami kekecewaan yang dalam terhadap versi remake Legend Of The Condor Heroes 2008 yang dibintangi oleh Hu Ge dan Ariel Lin yang JAUH MELENCENG dari novelnya, terlalu banyak modifikasi yang tak perlu dan tata rambut Hu Ge yang “GAK BANGET” di mata saya, saya memang berharap banyak pada remake LOTCH 2017.

 

Sejak pihak rumah produksi mengumumkan deretan pemainnya, otomatis saya menjadi sangat antusias menyambut datangnya versi baru 2017 ini, apalagi saat melihat William Yang, aktor muda berwajah tampan terpilih untuk berperan sebagai Guo Jing, yang merupakan karakter favorite saya sepanjang masa.

 

 

Bahkan sebelum mulai syuting pun, saya sudah sangat gembira karena akhirnya dapat melihat lagi Guo Jing yang lugu, polos, baik hati dan berwajah TAMPAN, setelah Julian Cheung sukses merebut hati saya (setelah era Julian Cheung 1994, pemeran Guo Jing yang lain kurang ganteng semua).



Setelah Guo Jing 1994, kedua versi setelahnya yaitu tahun 2003 (Li Ya Pheng) dan versi 2008 (Hu Ge) membuat saya kecewa berat. Don’t Get me wrong! Hu Ge pernah menjadi aktor favorite saya. Saya menyukai karakter Hu Ge sebagai Li Xiao Yao di “Chinese Paladin 1” , Jing Tian di “Chinese Paladin 3”, Yang Liu Lang di “Young Warriors Of The Yang Clan 2006”, Ning Chai Chen di “Chinese Ghost Story” dan Thi Gua di “Fairy From Wonderland”, tapi entah kenapa saya tidak pernah bisa menyukai Guo Jing-nya Hu Ge.

Rambutnya Hu Ge yang bikin ilfil. Hu Ge jelek waktu jadi Guo Jing -__-

Mungkin karena sejak awal sudah ilfil duluan melihat gaya rambut Hu Ge yang bagi saya sangat aneh dan karena Guo Jing-nya Hu Ge terlihat tolol. Bahkan aktingnya sebagai Ning Chai Chen dan Thi Gua terlihat jauh lebih baik, padahal kedua karakter tersebut juga mirip dengan Guo Jing. Walau tidak bodoh, tapi setidaknya kedua karakter tersebut juga polos, baik hati dan lugu. Tapi kok waktu jadi Guo Jing jadi ancur sih? -_-

Sepertinya memang tidak ada yang bisa menandingi Guo Jing-nya Julian Cheung (1994). Tapi itu dulu, jauh sebelum Guo Jing-nya William Yang muncul.



Review : 
Singkat kata, saya SANGAT PUAS dengan versi adaptasi 2017 ini. Legend Of The Condor Heroes 2017 lebih unggul dalam setiap kategori : 
1. Aktor utama yang ganteng dan dibintangi oleh sederetan bintang muda yang cantik. 
2. Setting asli yang memukau dan indah dipandang bagai lukisan serta sinematografi yang bagus. 
3. Alur cerita berjalan cepat serta SAMA PERSIS dengan NOVELNYA.
4. Adegan silat yang luwes, tidak kaku dan artistik dengan spesial efek yang tidak terlalu berlebihan. 
5. Kostum yang indah dan tata rambut yang cocok dengan para pemain. 
6. Akting pemain yang patut diacungi jempol.
Tentu membuat LOTCH menjadi versi terbaik menurut saya.


Sekarang mari kita bahas satu per satu :  
1. Legend Of The Condor Heroes 2017 dibintangi oleh Karakter utama berwajah tampan dan dibintangi oleh sederet bintang muda yang cantik. 


Sang aktor utama, William Yang memiliki paras rupawan dan juga tubuh yang sangat tinggi yaitu 188 cm. Aktor muda kelahiran 2 April 1994 ini tercatat sebagai pemeran Guo Jing dengan tubuh yang PALING TINGGI.

Dalam sekejap, wajah ganteng William Yang langsung menarik perhatian saya dan membuat saya dengan sangat mudah menyukai Guo Jing-nya William. This is my perfect Guo Jing. He is not only handsome, kind hearted, honest, loyal but also very very cute.

Guo Jing-nya William sangat sesuai dengan penggambaran Guo Jing yang masih remaja berusia 18 tahunan. William yang masih berusia 22 tahun saat memerankan karakter Guo Jing memang sangat cocok memerankan karakter pemuda remaja belasan tahun. Wajah ganteng William masih terlihat imut-imut layaknya seorang remaja pada umumnya.


Bandingkan dengan Guo Jing-nya Li Ya Pheng yang tampak seperti om-om ketuaan yang dipaksa berakting muda. Katanya umur Guo Jing 18 tahun, tapi kok yang muncul malah bapak-bapak, uda gitu banyak keriputnya pula??? -__- Umur gak pernah boong, ya?

Tapi lihat William Yang! Memang seperti inilah seharusnya yang cocok berperan sebagai seorang remaja belasan tahun. Pihak rumah produksi sudah sangat tepat memilih William Yang untuk memerankan karakter Guo Jing yang berusia belasan tahun karena William Yang sendiri juga terbilang masih muda.


Bagi saya pribadi, yang terpenting adalah wajah sang aktor utama, ganteng atau gak. Karena saat membeli DVD, tentu yang saya lihat pertama kali pasti cover depannya baru kemudian sinopsisnya. Jadi kalau aktor utamanya buruk rupa, tentu secara insting akan langsung saya lewati dan gak akan saya ambil untuk dibaca sinopsisnya, atau mungkin akan saya ambil DVDnya hanya untuk melihat, “nih filmnya orang-orang jelek ceritanya kayak gimana sih?” dan setelah itu pasti akan saya kembalikan lagi ke rak, gak jadi beli deh. Buang-buang waktu, uang dan tenaga untuk mantengin orang jelek -__-
 
Tujuan beli DVD (nonton film/serial) kan untuk hiburan, kalau artisnya jelek-jelek, ya buat apa dibeli? Cukup pantengin cleaning service di kantor aja deh, padahal yang cleaning service aja ada juga yang cakep. Nah tuh artis kok malah kalah ma cleaning service ??? Maklumlah, bloggernya terbiasa mantengin idola Kpop yang ganteng-ganteng sih jadi soal selera wajah ganteng, emang selera saya dapat terbilang tinggi.  

Sebaliknya, kalau aktor utamanya ganteng kayak William Yang Xuwen, secara insting, sudah pasti akan langsung muncul niat untuk menonton. Siapa sih yang gak suka liatin cowok ganteng? Kecuali Anda pecinta sesama jenis maka akan lain ceritanya, tapi bagi wanita normal, tentu lebih suka menonton yang bening-bening, kan?


Itulah sebabnya, saya sangat bersemangat menonton LOTCH 2017 ini. William Yang adalah alasan utama, selain karena Guo Jing adalah karakter favorite saya. Tapi walaupun karakter favorite sekalipun, kalau yang main jelek kayak Li Ya Pheng, saya pribadi tetep ogah nonton -__-

Selain William Yang, LOTCH 2017 juga dibintangi oleh sejumlah wanita cantik. Sebut saja : Meng Zhi Yi (Mu Nian Chi), Dai Wen Wen (Princess Hua Cheng), bahkan pemeran Mei Chao Feng, Li Phing, Bao Shi Ruo dan guru ketujuh Guo Jing pun juga memiliki paras cantik dan sedap dipandang mata. LOTCH 2017 bisa dibilang benar-benar memanjakan mata para penonton.

 

Pengen liat film kungfu/wuxia sama sekaligus cuci mata? Legend Of The Condor Heroes 2017 adalah pilihan yang TEPAT.

No comment for Yang Kang and Ou Yang Khe. Kalau dinilai dari ketampanan wajah pemeran Yang Kang, tetap yang paling ganteng adalah Michael Miu (Yang Kang 1983), baru kemudian Yuan Hong (Yang Kang 2008) ada di tempat kedua.

Untuk Ou Yang Khe pun sebenarnya kurang ganteng, tapi akting genit dan playboy-nya dapet. Hanya saja anehnya, justru para pecinta wuxia generasi jadul malah lebih suka si Ou Yang Khe daripada Guo Jing (William Yang) dan menjulukinya “Bajingan Tampan” atau “si Blangsak Tampan”. HAH??? TAMPAN DARI MANANYA, YA? 


Ou Yang Khe 2017 loh jelas-jelas wajahnya keliatan tua, keriputnya juga kelihatan. Kayaknya yang pantas disebut “WAJAH GAK BISA BOHONG” itu si Ou Yang Khe deh, BUKAN Li Yi Tong. Tuh keriputnya kelihatan jelas, kok malah dijuluki “Si Blangsak Tampan”? (berdasarkan komentar di salah satu Fanpage di FB). Maaf, ini seleraku yang TERLALU TINGGI (HIGH CLASS) atau mereka yang seleranya.... Ah sudahlah -___- 

Ou Yang Khe 2017

Tampan tuh William Yang keles. Saya juga generasi jadul loh, tapi selera saya selera anak muda jaman now yang lebih suka cowok bening macem idol Korea.

Tapi yasudahlah, karena bicara soal selera maka saya gak bisa ngomong apa-apa. People have taste, right? ^_^ Hormati aja pendapat masing-masing orang. Karena jika dilihat dari profile FB mereka (berhubung komentar-komentar tersebut saya dapat dari Fanpage FB sih), yang menilai bahwa Ou Yang Khe 2017 lebih tampan dari Guo Jing (Wllliam Yang) memang kebanyakan dari para pecinta wuxia jadul alias susuk-susuk (om-om) dan Ayi-ayi (Tante-tante) yang sudah mengikuti serial wuxia sejak jaman 1980an era TVB. 
 

Jadi maklum kalau mereka tidak suka dengan gaya rambut Millenial ala William Yang (Guo Jing 2017) yang memakai poni manis dan lebih suka gaya rambut dikuncir tengah dan berambut panjang era tokoh wuxia tahun 1980-1990an. Dan untungnya gaya rambut poni William Yang berubah menjadi kuncir tengah berambut panjang khas era wuxia klasik. Tapi tetep saja di mata mereka, semua sudah terlambat karena mereka berharap rambutnya Guo Jing bisa seperti itu sejak awal.

 Gaya rambut Guo Jing yang berubah di 5 episode terakhir. Gaya rambut seperti inilah yang diinginkan para pecinta wuxia klasik.

Padahal kan, model rambutnya juga disesuaikan dengan perkembangan jaman. Namun mereka seolah tidak bisa menerima adanya perubahan jaman. Padahal toh faktanya banyak kok main lead alias aktor utama serial kungfu jaman now yang pake poni juga, gak hanya Guo Jing-nya William Yang aja. Yang Guo 2014 juga pake poni. Kok situ diem? Atau jangan-jangan karena kalian emank gak suka karakter Guo Jing, jadi selalu mencari cara untuk menyerang?

Memang harus diakui kalau orang Indonesia pasti tahunya cuma Yoko doang, karena memang Yoko versi Andy Lau kebetulan diputar pada jam tayang utama jadi banyak orang bisa nonton. Dan karena semua orang nonton, jadilah yang tertanam dalam otak mereka adalah Yoko, bukan Kwee Cheng (Guo Jing).


Karena Guo Jing (Kwee Cheng) pertama kali diputar di Indonesia pada jam 11 malem, ya gak ada yang nontonlah. Karena gak ada yang nonton, ya akhirnya gak tahu dan gak familiar sama Guo Jing (Kwee Cheng) sampai sekarang. Tapi sekali lagi semua kembali pada selera, mau ngomong sampai berbusa pun kalau sudah gak suka, ya bisa apalagi, kan??

Back to Ou Yang Khe. Inilah yang membuat saya tetap lebih menyukai Ou Yang Khe 1994 dan tetap merupakan favorite saya, karena wajahnya gak terlalu ketuaan kalau dibandingkan dengan Ou Yang Khe 2017. Walau dari segi akting, Ou Yang Khe 2017 lebih genit dan dapat feel playboy-nya dibandingkan para Ou Yang Khe yang lain.

Ou Yang Khe 2017. Masak menurut mereka, dia lebih ganteng dari William Yang? Selera oh selera...Ada apa dengan mata? Atau sepertinya memang seleraku yang terlalu High Class?

Selain menghadirkan bintang muda berwajah rupawan (ganteng dan cantik), LOTCH 2017 juga menghadirkan para aktor papan atas yang sudah memiliki nama besar seperti Michael Miu yang berperan sebagai Huang Yao Shi (sebelumnya di LOTCH 1983, Michael pernah berperan sebagai Yang Kang) dan Roy Liu sebagai Biksu Yideng.

Michael Miu as Huang Yao Shi si Sesat Timur

Pemeran Huang Yao Shi kali ini bisa dibilang spesial karena diperankan oleh bintang TVB tahun 1980 dan 1990an, yang dulunya pernah berperan sebagai Yang Kang dalam LOTCH 1983. Michael Miu adalah pemeran Yang Kang yang menurut banyak orang yang paling memorable.

2. Legend Of The Condor Heroes 2017 menyajikan pemandangan indah yang memanjakan mata.  
 

 

Sinematografinya sangat keren terutama pemandangan di Pulau Persik dengan latar bunga persik yang sangat indah, benar-benar memanjakan mata para penonton.






Padang rumput Mongolia juga terlihat sangat indah. Penonton seolah melihat pemandangan dalam lukisan. Pencahayaannya sangat terang dan jauh dari kesan muram, sangat berbeda dengan LOTCH 2003 yang terlihat sangat muram dengan pencahayaan yang gelap.




3. Legend Of The Condor Heroes 2017 memiliki alur cerita yang berjalan cepat, tidak bertele-tele dan sesuai dengan Novel edisi revisi terbaru Gramedia 2014. 
Legend Of The Condor Heroes 2017 dibuat SAMA PERSIS dengan novel revisi tahun 2014 (yang PALING BARU) yang kebetulan saya punya novelnya sebanyak 4 buku yang saya beli di Gramedia 3 tahun lalu dengan harga sekitar 400 ribuan.

Dalam versi revisi tahun 2014 tersebut Guo Jing digambarkan lebih romantis, membuat "Legend Of The Condor Heroes 2017" otomatis menjadi LOTCH FAVORITE saya. Banyaknya adegan pelukan antara Guo Jing dan Huang Rong dibandingkan dengan adaptasi sebelumnya, sebenarnya karena memang dalam novel revisi terbaru tahun 2014 tersebut, Guo Jing memang digambarkan lebih romantis.


Saya pernah membaca di suatu artikel jika Penulis LOTCH yaitu Jin Yong (Louis Cha) mendapatkan banyak protes dari para penggemar Guo Jing yang mengatakan bahwa Guo Jing tidak romantis bila dibandingkan dengan Yang Guo.

Itulah sebabnya Jin Yong (Louis Cha) memutuskan untuk merevisi novel LOTCH dan membuat karakter Guo Jing lebih romantis. Dan kemudian jadilah Guo Jing-nya William Yang. Jadi adegan pelukan yang lumayan banyak juga kalimat-kalimat romantis Guo Jing semata-mata bukan hanya karena ingin menciptakan chemistry antara William Yang dan Li Yi Tong, melainkan karena novelnya memang seperti itu. Gak percaya? Beli aja di Gramedia, harganya 400 ribuan.


Dalam versi adaptasi 2017 ini memang Guo Jing terlihat lebih romantis. Beberapa kalimat romantis yang berhasil saya ingat di antaranya : 
1. “Orang yang kucintai adalah Rong’er. Seumur hidup, aku hanya ingin bersamanya. Hari ini, walau aku mati di sini, aku tetap ingin bersama Rong’er.” (adegan melamar di Pulau Persik) 


2. “Khan Agung yang mengatur perjodohanku dengan Hua Cheng. Dulu, saat perjodohan itu dibuat, aku sama sekali tidak mengerti apa itu cinta, apa itu mencintai seseorang dan ingin melindunginya. Aku baru mengetahuinya saat aku bertemu denganmu.” (Adegan di penginapan saat Guo Jing berencana pulang ke Mongol.

3. “Aku tidak ingin menikah dengan Nona Mu karena orang yang kusukai adalah kau. Aku ingin menggenggam tanganmu dan mengatakan langsung pada mereka (keenam Guru Guo Jing), Rong’er bukan Iblis Kecil. Dia adalah...Dia adalah gadis yang baik. Sangat-sangat baik.” (adegan saat Guo Jing dan Huang Rong melarikan diri agar Guo Jing tidak dipaksa menikah dengan Mu Nian Chi)


4. “Selamanya, kita akan bersama. Dalam kehidupan ini, dalam kehidupan berikutnya, dan dalam kehidupan berikutnya lagi, kita akan tetap bersama. Tidak akan pernah berpisah.” (adegan saat Guo Jing dan Huang Rong kembali ke Pulau Persik, sebelum akhirnya Guo Jing melihat kelima gurunya terbunuh di Pulau Persik).


5. "Hidup, aku akan menggendongmu. Matipun, aku juga akan tetap menggendongmu. Aku takkan pernah melepaskanmu. Kita akan bersama selamanya. Hidup dan mati bersama. Rong'er, peluk aku erat." (adegan saat Huang Rong terluka akibat pukulan Chiu Chien Ren dan Guo Jing menggendong Huang Rong di punggungnya agar bisa membawanya naik ke atas tebing yang tinggi karena di sanalah Kaisar Selatan berada) 

 

Sebelumnya saat membaca novel versi terbaru ini, saya berharap andaikan LOTCH 1994 bisa disyuting ulang tentu sangat bagus sekali karena saya juga sedikit kecewa karena Guo Jing-nya Julian kurang romantis.

Saya berharap semoga LOTCH 2017 dibintangi oleh Guo Jing berwajah tampan dan alur ceritanya sesuai dengan novel versi terbaru untuk mengobati kekecewaan karena Guo Jing favorite saya waktu itu (Julian Cheung) memang kurang romantis. Untunglah Tuhan mendengar dan mengabulkan permohonan saya dengan terpilihnya William Yang sebagai Guo Jing 2017 dan adegan serta alur ceritanya dalam versi 2017 ini MEMANG SAMA PERSIS dengan novelnya.


Bahkan adegan Guo Jing menyelamatkan Huang Rong di Pulau Persik dalam pertandingan mencari menantu, saat Huang Rong dipukul oleh Ou Yang Feng yang sebelumnya tak pernah ada, kini dimunculkan. Dalam novel, adegan tersebut memang ada. Adegan tersebut membuktikan bahwa Guo Jing rela mati demi melindungi gadis yang dicintainya.


Walau terlihat sangat banyak yaitu 52 episode namun setiap episodenya berjalan sangat cepat dan tidak bertele-tele, sehingga membuat saya merasa kalau 52 episode sebenarnya masih kurang. Loh kok uda sampe sini?

Berbeda dengan LOTCH 2008 yang rasanya lama banget gak tamat-tamat. Hal ini dikarenakan alur cerita LOTCH 2008 versi Hu Ge terlalu banyak modifikasi yang tidak perlu, juga alurnya yang berjalan sangat lambat.



Bila selama ini, cerita yang hampir mirip dengan novelnya HANYA versi 1994 dan 2003 (katanya mirip), kali ini, LOTCH 2017 juga dapat dibilang SAMA PERSIS dengan NOVELNYA. Jika disuruh memilih di antara ketiga remake yang sama-sama mirip dengan Novel, maka saya pasti lebih memilih LOTCH 2017 ini.


LOTCH 1994 memang mirip dengan novel, ditambah faktor Julian Cheung yang ganteng dan Athena Chu yang cantik, sempat membuat LOTCH 1994 menjadi LOTCH TERFAVORITE. Namun sayang, budget yang terbatas menjadi kelemahan versi ini. Kostum yang sedikit dan terlalu sederhana, ditambah dengan setting palsu membuat versi ini sekarang mulai kehilangan sedikit point di mata saya. 

Kalau LOTCH 2003, liat covernya aja uda muak -__- LOTCH 1983 GAK MIRIP Novel, modifikasinya juga terlalu banyak.

4. Legend Of The Condor Heroes 2017 menampilkan adegan silat yang indah dan artistik. 
Adegan pertarungannya terlihat lebih indah, dan para pemainnya pun terlihat TIDAK KAKU saat beradegan silat. 

  


Jauh berbeda dengan Ariel Lin (Huang Rong 2008) yang terlihat sangat kaku saat beradegan silat. Spesial efek yang dipakai pun sangat pas dan tidak berkesan terlalu berlebihan.



5. Tata rambut dan kostum para pemain pun sangat indah dipandang mata. 
a. Kostum dan Tata rambut Huang Rong
Walau tidak seindah kostum wuxia era tahun 1980-an yang berwarna-warni dan banyak kunciran rambutnya. Namun bila dibandingkan dengan kostum remake LOTCH versi yang terdahulu (dari 1994, 2003 hingga 2008), tentu versi 2017 ini akan keluar sebagai pemenang.

Huang Rong 2017 (Li Yi Tong) dengan kostumnya yang indah, elegan dan berkelas

Coba bandingkan dengan LOTCH 2003 dengan kostum mereka yang serba dekil, bernuansa gelap, serta gaya rambut dicepol seperti mbok jamu (baik pria ataupun wanita), tentu gaya rambut Li Yi Tong yang berganti gaya rambut sekitar 4-5 kali lebih enak dilihat. 

Pergantian rambut Huang Rong 2017 :

Dikepang kecil di setiap sisi.

Dikuncir tengah agak tinggi dan kepang kecil di setiap sisi diganti rambut yang dilelakkan di depan.

Diikat dua kecil di belakang kepala dengan rambut panjang diletakkan di kedua sisi.

Rambut digelung ke belakang namun masih ada rambut panjang yang diletakkan di depan

Hanya dikuncir tengah biasa (bukan kuncir tengah tinggi seperti gambar kedua) namun masih ada rambut panjang yang diletakkan di kedua sisi

Total ada sekitar 5 kali, Li Yi Tong (Huang Rong 2017) berganti gaya rambut. Setidaknya gaya rambut Li Yi Tong terlihat seperti gaya rambut gadis remaja, bukan gaya rambut emak-emak mbok jamu seperti Huang Rong 2003.

Huang Rong 2003 (Chou Shun) dengan gaya rambut ala mbok jamu yang dicepol doang. 
Li Yi Tong jelas lebih cantik lah daripada nih manusia -__- Huang Rong 2003 tak ubahnya seperti Tante-tante yang dipaksa berakting jadi gadis remaja. 
Ini yang baru cocok disebut "WAJAH GAK BISA BOHONG."

Jika dilihat dari foto-foto di atas, kostum Huang Rong 2017 pun terlihat berganti beberapa kali dengan berbagai warna yang berbeda (putih, kuning, hijau, biru, orange dll) dan dari caranya berpakaian, Huang Rong 2017 menunjukkan identitasnya sebagai Nona Muda dari keluarga kaya Putri pemilik Pulau Persik. 

Tidak seperti Huang Rong 2003 yang kostumnya dekil dan gak modis atau seperti Huang Rong 1994 yang hanya berganti kostum 2 kali sepanjang 35 episode. Logikanya, masak sih anaknya yang punya pulau tapi bajunya gak pernah ganti? Kesannya kok miskin amat?

Huang Rong 1994 (Athena Chu). Huang Rong terfavorite yang sayangnya jarang ganti baju

Untuk versi 1994 mungkin penonton harus memaklumi karena versi 1994 memang dibuat dengan low budget alias budget yang terbatas. Jika bukan karena TVB memilih Julian Cheung dan Athena Chu sebagai pemeran utama, entah apa jadinya dengan serial ini.

Tapi bagaimana dengan versi 2008 buatan Tangren Media? Kenapa kostum Huang Rong tidak menarik dan gaya rambut Ariel justru membuatnya semakin terlihat gendut? Tidak bisakah mencari gaya rambut yang menyamarkan pipi gembul Ariel?

Huang Rong 2008 (Ariel Lin) yang terlalu gendut. Seharusnya Tangren bisa mencarikan model rambut yang mampu menyamarkan pipi gendutnya. Jangan model rambut yang ditarik ke belakang semua.

b. Kostum dan tata rambut Guo Jing.
Rambut Hu Ge saat menjadi Li Xiao Yao juga sangat keren tapi kenapa saat menjadi Guo Jing, gaya rambutnya seperti ini? Tidak bisakah tetap memberikannya poni agar terlihat lebih manis sama seperti saat Hu Ge berperan sebagai Li Xiao Yao? Siapa bilang Guo Jing gak boleh pake poni?

Guo Jing 2008. Hu Ge benar-benar tampak jelek dengan style rambut seperti ini. Kenapa gak pake gaya rambutnya Li Xiao Yao sih?
 

William Yang membuktikan bahwa Guo Jing, sang pendekar hebat tak masalah memakai poni. Jujur, yang membuat saya menyukai Guo Jing-nya William Yang adalah poni manisnya. Style dan gaya rambut William menggambarkan Guo Jing masa kini, Guo Jing millenium. Guo Jing versi baru yang sepertinya sengaja dibuat untuk menarik perhatian para gadis muda (walau faktanya tante-tante kayak gue juga demen banget liat William hehehe ^_^)


Walau ada yang berkomentar bahwa Guo Jing dengan rambut ala-ala boyband ini membuatnya tak tampak seperti seorang pendekar, tapi, hei, bukankah saat memakai gaya rambut ini, Guo Jing masih remaja dan memang belum menjadi pendekar? Untuk menampilkan kesan remaja lugu dan polos, saya rasa cocok-cocok aja kok.

Faktanya kostum dan gaya rambut wuxia/silat modern memang kebanyakan memakai poni. Sebut saja : Li Xia Yao (Chinese Paladin 1), Jing Tian (Chinese Paladin 3), Yang Liu Lang (Young Warriors Of The Yang Clan 2006), Ning Chai Chen (Chinese Ghost Story), Yang Guo 2014, dll yang memakai kostum klasik tapi juga memakai poni yang membuat wajah mereka semakin tampan.


Kalau mereka boleh, kenapa tidak dengan Guo Jing? Faktanya, era millenium tidak bisa disamakan dengan era tahun 1980-1990an, kostum dan gaya rambut para pemain tentu mengikuti perubahan jaman dan disesuaikan juga dengan selera anak muda bila ingin meraih rating tinggi. Ini yang dinamakan strategi Marketing.

Cukup ingat, tak ada yang kekal di dunia ini, semua hal bisa berubah. Apalagi jika kita bicara soal Fashion, benarkan?


Bukankah di 5 episode terakhir, Guo Jing-nya William Yang juga sudah mengubah gaya rambutnya seperti seorang pendekar sejati? Dengan rambut panjang, dikuncir tengah seperti layaknya wuxia klasik, William Yang terlihat keren dan macho seperti seorang Pendekar sejati. 

Perubahan ini sangat wajar mengingat saat kembali ke Mongol, Guo Jing diceritakan menjadi seorang Jenderal Perang. Dia bukan lagi seorang remaja belasan tahun, melainkan sudah menginjak usia 20 tahun dan sudah menjadi pria sejati.


Jadi perubahan gaya rambut William Yang ini seolah untuk menunjukkan perubahan jati diri Guo Jing, dari Guo Jing remaja menjadi Guo Jing muda. Guo Jing remaja, yang masih lugu, polos dan tak mengerti apa-apa memang lebih pas berpenampilan layaknya seorang remaja dengan dengan rambut pendek berponi.

Sedang untuk Guo Jing muda yang sudah memiliki pengalaman di dunia persilatan, sudah mengerti arti menjadi pahlawan, melindungi orang-orang yang dia sayang, Guo Jing yang tahu tugas dan tanggung jawabnya, memang lebih pas dengan gaya rambut panjang klasik dikuncir tengah.



Dari Guo Jing remaja menjadi Guo Jing muda ditunjukkan melalui perubahan rambut dan poni. Jadi apa masalahnya? Bukankah Yang Guo (2014) juga berponi? Jika Yang Guo boleh, kenapa Guo Jing gak boleh?

Cukup diingat kalau sekarang adalah era millienium, bukan lagi era silat TVB jaman dulu. Fashion dalam kostum wuxia pun juga mulai berubah mengikuti perkembangan jaman.


Menurut saya, style tersebut sudah sangat pas dan cocok untuk wajah William yang aslinya sudah tampan, justru terlihat lebih tampan dengan poni manisnya. William yang memang masih muda memang sangat pas memerankan karakter Pendekar Muda Guo. Dan kedua gaya rambut William sudah sangat pas menurut saya, baik yang berponi manis ataupun yang dikuncir tengah ala wuxia klasik. 

Di mata saya, keduanya bagus dan cocok untuk wajah gantengnya William Yang. Pas untuk menggambarkan perubahan karakternya dari Guo Jing remaja menjadi Guo Jing muda.

Guo Jing remaja (rambut diponi manis) menjadi Guo Jing muda (dikuncir tengah ala pendekar wuxia klasik)
Mau pake rambut model apa pun, William Yang tetep ganteng.

Justru yang gak cocok itu adalah Guo Jing 2003. Li Ya Pheng jelas terlihat seperti om-om yang DIPAKSA BERAKTING MENJADI REMAJA! Dengan rambut dicepol ala mbok jamu dan keriput di mana-mana, Guo Jing 2003 sama sekali tidak terlihat seperti seorang Remaja berusia 18 tahun. Maksa abis!

Guo Jing 2003 (Li Ya Pheng). Duh, 18 tahun loh ini perannya. 
Tapi kok yang muncul malah om-om ketuaan? -__-
Li Ya Pheng sukses menghancurkan image Guo Jing. 
Thank to William Yang (2017) yang sudah mengembalikannya...

Mungkin akan lain cerita jika seandainya Li Ya Pheng memerankan karakter Guo Jing tua dalam Return Of The Condor Heroes, secara usia sebenarnya dari sang aktor pun bisa dibilang sudah lumayan tua. Li Ya Pheng berusia 32 tahun saat memerankan karakter Guo Jing remaja.

Huang Rong dan Guo Jing 2003 (Chou Shun dan Li Ya Pheng). 
Sepasang tante dan om yang dipaksa berakting jadi remaja.
Maksa banget -___-

Bila dilihat kembali profile para komentator yang tidak menyukai style dan gaya rambut Guo Jing 2017, kebanyakan dari mereka adalah para sesepuh alias susuk-susuk (om-om) dan Ayi-ayi (tante-tante). Mungkin karena mereka pernah hidup di era tahun 1980-1990an, era di mana TVB masih berjaya dengan gaya rambut pria dikuncir tengah dan berambut panjang seperti era Felix Wong dan Julian Cheung. Itu sebabnya, mungkin saja mereka tidak bisa menerima adanya perubahan jaman.
 
 

Dalam otak mereka, sudah terpatri bahwa pendekar itu HARUS DIKUNCIR TENGAH dan BERAMBUT PANJANG (seperti 5 episode terakhir Guo Jing 2017 dan seperti foto di atas), dan jika tidak bergaya rambut seperti itu maka bukan pendekar. Lah kalau gitu, Li Ya Pheng (Guo Jing 2003) dan Hu Ge (Guo Jing 2008) juga bukan Pendekar dong? Kan mereka berdua juga TIDAK DIKUNCIR TENGAH?

Tapi yasudahlah, setiap orang punya selera. Bagi saya, Guo Jing-nya William adalah THE BEST GUO JING ever, baru kemudian Julian Cheung.

6. Akting Pemain. 
Jika sebelumnya, yang terpilih untuk memerankan karakter legendaris ini adalah para artis yang sudah memiliki nama dan jam terbang tinggi, namun berbeda untuk versi 2017 ini. Pihak rumah produksi justru mempercayakan proyek berskala besar ini kepada para pemain muda yang bahkan sebelumnya belum memiliki nama alias Pendatang Baru.

William Yang as Guo Jing 2017

Mulai dari sang aktor utama – William Yang, Li Yi Tong, Chen Xing Shu, Meng Zhi Yi dan Dai Wen Wen, adakah di antara kalian yang tahu siapa mereka sebelum serial ini diproduksi? Sebelum membintangi serial LOTCH 2017, mereka adalah artis yang tidak dikenal publik, para pendatang baru yang belum mendapatkan sorotan. Bahkan untuk mencari profil mereka, saya sampai harus mengublek-ublek weibo dan situs china karena sulitnya menemukan informasi tentang mereka.

Tapi memakai artis pendatang baru juga memiliki keuntungan tersendiri karena penonton seperti mendapatkan “pandangan” baru alias berkesan lebih "Fresh"

Perasaan seperti “Wah, ternyata yang namanya William tuh ganteng banget, ya? Untung aja terpilih jadi Guo Jing. Kalau gak, seumur hidup aku gak akan tahu kalau ada cowok cakep yang namanya William Yang.” Kurang lebih seperti itulah. Sayang kan kalau yang dilihat “yang itu-itu mulu”? Kemunculan wajah baru justru dapat memberikan penyegaran (refeshing gitu).
 William Yang as Guo Jing 2017. The Handsome Guo Jing ^_^


Jadi kalau ada yang berkomentar “aktingnya masih kurang bagus kalau dibandingkan dengan Guo Jing A,B, C atau Huang Rong A, B, C dll” ya wajar aja. Toh saya sendiri juga sedang membandingkan. Tapi yang jadi point di sini adalah para pemain LOTCH 2017 ini adalah para pendatang baru jadi wajar kalau mereka masih kurang pengalaman.

Well, setidaknya di mata saya, akting mereka sudah cukup bagus. Terbukti, saya masih rajin rerun sampai sekarang. Kalau gak bagus kan, males tuh rerun ^_^

LOTCH 2008 aja cukup liat sekali, itupun dengan percepatan alias banyak yang di skip, dan kalau disuruh rerun lagi, males banget. Dikarenakan alur ceritanya yang terlalu banyak modifikasi yang tak perlu dan gaya rambut Hu Ge yang aneh, serta akting Ariel Lin yang kaku.

A. William Yang as Guo Jing 
Bagi saya, William sukses memerankan sosok Guo Jing yang membuat saya berpaling dari Julian Cheung. Selama ini, tak ada satupun aktor pemeran Guo Jing yang mampu menggantikan Julian Cheung sebagai Guo Jing terfavorite, bahkan TIDAK HU GE SEKALIPUN. Namun kini, dengan sangat mudah, William Yang mengambil alih posisi Julian Cheung yang sudah bertahan selama 23 tahun ini.


Guo Jing-nya William bukan hanya terlihat sangat imut-imut dan ganteng, namun juga mampu menunjukkan sosok Guo Jing yang lugu, polos, baik hati, jujur, dan berkata apa adanya. Dia juga dengan berani menyebut nama Rong’er sebagai gadis pilihan hatinya. Dia mengakui dia menyukai Rong’er di hadapan keenam gurunya, di hadapan para pendeta Chuan Chen, di depan Huang Yao Shi, di hadapan Hong Chi Khong dan di hadapan Hua Cheng dan Tuo Li. Dia selalu tersenyum manis saat bersama Rong’er dan tampak gembira bisa memeluk gadis itu erat.

Walau ada yang berkomentar Guo Jing dan Huang Rong terlihat seperti dua orang teman saja dan bahkan seperti kakak adik, tapi tidak bagi saya. Di mata saya, Guo Jing sudah memperlihatkan cintanya pada Huang Rong. Bukan hanya melalui pelukan, atau kata-kata romantis namun juga dari tatapan mata Guo Jing saat menatap Huang Rong sudah cukup bagus. Seiring dengan perkembangan cerita, akting William Yang juga mengalami peningkatan.


Apalagi saat adegan Huang Rong terluka dan Guo Jing rela berlutut semalaman dan diterpa hujan deras demi memohon pada Tuhan agar memberinya jalan untuk menyembuhkan kekasihnya. Juga saat adegan Huang Rong memasakkan banyak makanan untuknya saat berpikir mereka akan berpisah, akting menangis William juga sangat bagus dan membuat penonton ikut bersedih (well, setidaknya saya).


Lalu saat di episode awal, ketika adegan Ou Yang Khe menggoda Huang Rong dan mengatakan, “Setelah ini, aku akan memimpikanmu siang dan malam,” lalu kemudian tiba-tiba Guo Jing berdiri di depan Huang Rong seraya merentangkan kedua lengannya, berusaha menghalangi Ou Yang Khe mendekati kekasihnya. Guo Jing saat itu berkata, “Mimpi saja sendiri.” Tatapan mata Guo Jing sudah menyiratkan kecemburuan dan kemarahan karena melihat pria lain menggoda gadisnya.



Akting William sudah sangat bagus menurut saya, dia terlihat cemburu dan tidak terima melihat kekasihnya digoda orang dan ekspresi kecemburuan itu sudah tampak dalam aktingnya, membuatku merasa Guo Jing benar-benar mencintai Huang Rong dan tidak rela melihat pria lain merebutnya.


Juga saat Hong Chi Khong berkata, “Andai saja saat masih muda, aku bisa bertemu dengan seorang gadis yang cantik dan bisa memasak seperti Rong’er, maka...” saat itu Guo Jing langsung memotong kalimatnya dengan nada cemburu, “Chi Khong, kau jangan punya maksud tertentu pada Rong’er”, dengan ekspresi cemberut yang imut yang menunjukkan bahwa dia takut Rong’er-nya dicuri orang.



Menurut saya, chemistry-nya uda tampak kok. Aktingnya William terlihat seperti dia benar-benar mencintai Rong’er.



Bila dikepoin lagi (dari profile FB mereka karena saya baca komentarnya di FB juga), mayoritas yang mengatakan William Yang dan Li Yi Tong gak ada chemistry, lebih mirip kakak adik atau 2 teman baik sebenarnya adalah fans berat Hu Ge dan Ariel Lin, yang sudah suka sama mereka sejak “Fairy From Wonderland”, jadi seolah tidak bisa menerima couple lain sebagai Guo Jing-Huang Rong.

Kalau saya sih, karena lebih suka couple-nya Hu Ge – Yang Mi dan bukan Hu Ge – Ariel jadi emang sejak awal gak ngerasain feel liat Huang Rong-nya Ariel.

  
Dilihat dari foto ini, tatapannya William Yang sudah penuh cinta kok. Chemistry-nya uda dapet.

Menurut saya, chemistry-nya William Yang dan Li Yi Tong uda dapet. Tapi jika kalian tetap tidak menyukai Guo Jing-nya William dan tetap berpikir mereka kayak kakak-adik, ya itu terserah Anda. Itu bukan urusan saya karena setiap orang punya selera. Yang pasti di mata saya, Guo Jing-nya William adalah Guo Jing terfavorite, baru setelah itu Julian Cheung.



Jika Guo Jing-nya Julian Cheung terlihat lugu, Guo Jing-nya Hu Ge terlihat tolol, maka William menampilkan sosok Guo Jing yang polos dan manis.

B. Li Yi Tong as Huang Rong 
Meski tidak secantik Athena Chu (1994) atau Barbara Yung (1983), setidaknya dia masih lebih enak dilihat daripada Chou Shun (2003) dan Idy Chan (1988) yang seperti tante-tante yang dipaksa berakting muda, juga lebih enak dilihat daripada Ariel Lin (2008) yang gendut.


Harus diakui jika Huang Rong adalah karakter yang susah diperankan. Banyak aktris yang mendapatkan kehormatan memerankan karakter legendaris ini, mereka masing-masing menampilkan Huang Rong sesuai dengan pemahaman mereka masing-masing.

* Barbara Yung (1983) menampilkan Huang Rong yang sadis, kejam, nakal, manja, kekanak-kanakan dan semau gue.

* Athena Chu (1994) menampilkan Huang Rong yang pintar, lincah, manis, ceria dan mudah membuat orang menyukainya.

* Chou Shun (2003) menampilkan Huang Rong yang lebih terlihat belagu, ngantuk dan menye-menye (kata netijen sih. Saya gak niat nonton karena uda ilfil duluan).

* Ariel Lin (2008) yang gendut, kaku dan terkesan membosankan (masalahnya Huang Rong-nya Ariel gak terlihat pintar, cerdik, nakal dll. Datar aja gitu. Jadi bingung nulisnya).

* Li Yi Tong (2017) menampilkan sosok Huang Rong yang baik hati, ceria, pintar dan menurut pada kata “Jing Gege-nya”, namun di lain sisi juga sangat cerewet, bermulut manis dan jago merayu. Singkatnya, Huang Rong versi Li Yi Tong adalah Huang Rong yang baik hati, jago merayu dan paling menurut pada Guo Jing.

Meski ekspresi wajah dan tatapan matanya tidak bisa menampilkan sosok cerdas dan nakal, dan saat mengerjai orang pun ekspresinya biasa saja, namun saya lebih menyukai Huang Rong versi Li Yi Tong daripada Ariel Lin dan bahkan Barbara Yung (yang saya gak suka karena terlalu sadis dan jahat).

Li Yi Tong adalah Huang Rong terfavorite kedua setelah Athena Chu.

Huang Rong 2017. Kalau angle-nya pas, Li Yi Tong juga kadang terlihat imut. 


Walaupun pemeran Huang Rong yaitu Li Yi Tong masih kurang cantik bila dibandingkan dengan Athena Chu (Huang Rong 1994) dan Barbara Yung (Huang Rong 1983), tapi setidaknya dia lebih enak dipandang mata daripada Chou Shun (Huang Rong 2003) dan Idy Chan (Huang Rong 1988) yang seperti TANTE-TANTE yang DIPAKSA BERAKTING MUDA atau Ariel Lin (Huang Rong 2008) yang terlihat gendut.

Ariel Lin. Huang 2008 yang kegendutan. 
Karena terlalu gendut, jadi kesannya bukan cerdas melainkan lucu.

Selain itu, juga ada yang berkomentar bahwa Li Yi Tong masih terlihat lebih tua daripada William Yang (karena umur aslinya memang lebih tua Li Yi Tong), bahkan mengomentari kalau “WAJAH GAK BISA BOHONG”, Hei, coba liat Huang Rong 2003 (Chou Shun) dan Huang Rong 1988 (Idy Chan) dong! Lebih keliatan tua mereka atau Li Yi Tong?



Setidaknya di mata saya, Li Yi Tong masih cocok berdandan sebagai gadis remaja. Saat Li Yi Tong tersenyum masih terlihat manis dan imut, dan wajahnya yang runcing pun sebenarnya sudah menunjukkan kesan pintar dan ceria. Hanya saja, mungkin karena pengalamannya di dunia akting masih belum terlalu banyak mengingat dia masih pendatang baru, jadi Li Yi Tong belum terlalu bisa mengekspresikan kecerdasan dan kejahilan seorang Huang Rong.

Chou Shun. Huang Rong 2003 yang tak hanya jelek dan pesek, namun juga gak terlihat cerdas sama sekali. 
Malah memberikan kesan sendu mendayu-dayu. Wajahnya terlalu tua. 
Tante-tante yang dipaksa berakting jadi remaja namun GAGAL TOTAL. Wajah gak bisa bohong!

Jangankan Li Yi Tong yang seorang pendatang baru, Chou Shun (Huang Rong 2003), Idy Chan (Huang Rong 1988 dan Bibi Lung versi Andy Lau) dan bahkan Ariel Lin (Huang Rong 2008) yang sudah cukup terkenal di Taiwan sana, mereka juga BELUM MAMPU MENGEKSPRESIKAN karakter Huang Rong dengan tepat alias GAGAL juga.

Idy Chan. Huang Rong 1988 yang juga tak memberikan kesan cerdas dan nakal namun malah sendu mendayu-dayu. Satu lagi tante-tante yang dipaksa berakting jadi remaja dan bisa dipastikan GAGAL TOTAL. Nih orang cocoknya jadi BIBI aja, bukan gadis remaja belasan tahun, secara dia juga uda bibi-bibi (tante-tante) saat diminta memerankan karakter Huang Rong. Wajah Gak bisa bohong!

Idy dan Chou Shun termehek-mehek, mereka adalah HUANG RONG YANG KETUAAN dan TERLALU KALEM, GAK ADA KESAN CERDAS SAMA SEKALI, sedang Ariel terlalu gendut, sama sekali tak terlihat pintar dan aktingnya pun masih kaku.

Padahal bila dibandingkan dengan Li Yi Tong, ketiga artis di atas memiliki JAM TERBANG LEBIH TINGGI, yang tentunya sudah memiliki banyak pengalaman di dunia akting. Tak adil rasanya jika kalian hanya mengadili Li Yi Tong yang notabene-nya hanya seorang pendatang baru dan tidak memiliki banyak pengalaman di dunia akting. Yang senior aja gak bisa.

Barbara Yung. Huang Rong 1983 yang tak hanya cantik, namun juga cerdas, nakal dan semaunya sendiri. Sayang karakternya yang sadis dan kejam, membuat saya merasa tidak nyaman dengan Huang Rong versi ini.

Kita harus mengakui bahwa kalau dari segi penggambaran karakter Huang Rong, HANYA 2 ARTIS yang menurut saya cukup sukses menggambarkan karakter seorang Huang Rong, yaitu Barbara Yung (Huang Rong 1983) dan Athena Chu (Huang Rong 1994). Walaupun mereka mengintepretasikan Huang Rong dengan berbeda pula. Barbara dengan Huang Rongnya yang licik, kejam dan semau gue sementara Athena dengan Huang Rong-nya yang ceria, cerdas dan baik hati.

Athena Chu. Huang Rong 1994 yang tak hanya cantik, namun juga cerdas, lincah dan baik hati.

Ada pula yang berkomentar jika Huang Rong yang ini mudah menangis, tapi saya rasa adegan menangis itu memang dilakukan pada saat yang tepat. Seperti saat dia akan berpisah dengan Guo Jing saat Guo Jing memilih untuk menepati janjinya menikah dengan Hua Cheng daripada memilih cintanya. 
 

Atau pada saat Guo Jing memilih untuk mengakhiri hubungan mereka karena berpikir bahwa Huang Yao Shi telah membunuh kelima gurunya. Adegan menangis mereka berdua sangat mengharukan. So heart breaking scene. Huang Rong memeluk Guo Jing dari belakang dan meminta Guo Jing untuk tidak meninggalkannya benar-benar membuat orang ikut meneteskan air mata. Akting William dan Li Yi Tong benar-benar bagus.


Walau ada adegan menangis yang tak perlu seperti saat pertama kali Guo Jing dan Huang Rong bertemu di atas perahu ketika Huang Rong membuka jati dirinya sebagai seorang gadis. Huang Rong yang tersentuh dengan kebaikan Guo Jing tiba-tiba meneteskan air mata. Adegan ini sebenarnya tak ada dalam novel dan entah kenapa harus dilakukan. Namun sisanya, adegan menangis tersebut dilakukan pada saat yang tepat.

C. Chen Xing Shu as Yang Kang 
Chen Xing Shu mungkin tidak setampan Michael Miu atau Yuan Hong, namun sebagai pendatang baru, aktingnya sebagai Yang Kang juga patut diacungi jempol. Yang Kang ditampilkan dengan menarik oleh Cheng Xing Shu, adik angkat Guo Jing yang bermuka dua. Di satu sisi, Yang Kang terlihat culas, licik dan selalu iri pada Guo Jing, namun di sisi lain, terlihat Yang Kang yang benar-benar mencintai ibu dan kekasihnya - Mu Nian Chi.


 
D. Meng Zhi Yi as Mu Nian Chi 
Tak bisa dipungkiri, di antara para pemeran wanita dalam serial ini, Meng Zhi Yi adalah wanita yang paling cantik. Bahkan mungkin dapat dikatakan bahwa dia adalah Mu Nian Chi yang paling cantik. Jika sebelumnya, sosok Mu Nian Chi selalu digambarkan lemah dan selalu mengalah pada Yang Kang, sehingga kadang menimbulkan kesan gampang ditindas, namun Mu Nian Chi versi Meng Zhi Yi justru terlihat lebih tegar dan kuat.


Mungkin karena raut wajahnya yang memang terlihat tegas, dan jauh dari kesan sendu yang biasanya dimiliki para pendahulunya. Atau bisa jadi karena make up Mu Nian Chi dengan lipstik merah yang tebal, berbeda dengan make up Huang Rong yang minimalis dan terlihat seperti tidak memakai lipstick, sehingga membuat karakter Mu Nian Chi jauh dari kesan sendu.


Cantik, baik hati, setia dan lembut yang sayangnya harus jatuh cinta pada bajingan tengik seperti Yang Kang. Meng Zhi Yi mampu menampilkan karakter tersebut dengan sempurna. Harus diakui bahwa Mu Nian Chi versi Meng Zhi Yi adalah versi Mu Nian Chi terbaik yang pernah ada.


E. Michael Miu as Huang Yao Shi 
Seperti yang diharapkan dari seorang aktor senior, Michael Miu mampu menampilkan sosok Huang Yao Shi dengan gayanya sendiri yang sangat berbeda dengan sosok Huang Yao Shi yang ditampilkan seniornya, Kenneth Tsang di LOTCH 1983. Kenneth Tsang menampilkan sosok Huang Yao Shi yang galak, bertemperamen tinggi dan keras. Namun berbeda dengan Michael Miu. Dia lebih memilih menampilkan sosok Huang Yao Shi yang elegan, terpelajar dan sedikit misterius juga sangat lembut bila berhadapan dengan putri kesayangannya. 

Keluarga Huang : Huang Yao Shi, sang istri - Feng Heng dan putri mereka yang pintar dan banyak akal namun baik hati, Huang Rong

Huang Yao Shi terlihat sangat elegan dan berkarisma saat melangkah di atas pepohonan bunga persik, aura pendekar yang berilmu tinggi begitu terasa. Sisi terpelajarnya terlihat saat memegang seruling. Menunjukkan bahwa dia tidak hanya memiliki ilmu silat yang tinggi tapi juga menguasai sastra dan musik. 

Sorot mata dan mimik wajahnya yang angkuh dan dingin benar-benar sangat khas Huang Yao Shi. Apalagi saat dia melihat Guo Jing, calon pilihan putrinya. Pandangannya begitu acuh dan memandang remeh kepada sang calon menantu. Tapi tatapannya langsung berubah sangat lembut dan penuh cinta ketika berhadapan dengan putri kesayangannya.


Interaksi antara Huang Yao Shi dan Huang Rong pun benar-benar terasa. Huang Rong terlihat begitu nyaman bermanja-manjaan dengan sang ayah. Bisa dikatakan bahwa chemistry antara ayah dan putrinya ini lebih bagus dibandingkan dengan Huang Rong-nya Ariel Lin.

Kesimpulan : 
Bagi saya, Legend Of The Condor Heroes 2017 ini adalah versi adaptasi TERBAIK yang pernah ada. Versi 1994 juga favorite saya, tapi karena low budget dan settingnya serba palsu membuat LOTCH 1994 dengan sangat berat hati harus turun ke posisi ke-2. Karena Low Budget tersebutlah yang menjadi kelemahan versi tersebut. Tapi versi 2017 seolah melengkapi kelemahan versi 1994 tersebut. 

Tapi sekali lagi, INI HANYA PENILAIAN PRIBADI SAYA, semuanya tetap kembali pada selera masing-masing orang. Anda yang memilih, Anda yang menentukan.

Written by : Liliana Tan 
Credits Pics : Weibo on LOGO
NOTE : DILARANG MENG-COPY PASTE TANPA IJIN DARI PENULIS !!! REPOST WITH FULL CREDITS !!!!

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.