Tampilkan postingan dengan label Chinese Novel : Jin Yong LOTCH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chinese Novel : Jin Yong LOTCH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Agustus 2015

Karakter Paling Dibenci & Paling Disukai dalam Novel Jin Yong

Artikel yang pastinya akan menuai kontroversi dari para penikmat wuxia khususnya bagi penggemar beberapa karakter yang nantinya akan disebut di bawah. Tapi sekali lagi, aku hanya mengutip dari apa yang aku dapat dari bukti screenshot di berbagai situs dunia maya, bukan sepenuhnya pendapatku pribadi, walaupun harus diakui bahwa pendapatku pun sama seperti pendapat mereka. Tapi semuanya tetap kembali pada selera masing-masing orang. Meski seluruh dunia memaki dan membenci tapi kalau hati kalian tetap menyukai dan mengidolakan sosok tersebut, tentu itu adalah hak asasi kalian, kan? Anggap saja artikel ini hanya sekedar menambah pengetahuan kalian bahwa apa yang kalian sukai, belum tentu orang lain akan menyukainya juga hehehe =) Peace...






Warning : Hanya sekedar berbagi informasi. Bagi yang gak terima, protes, komentar, Anda boleh memaki dalam hati ^.^ Lagipula, berbeda pendapat adalah hal yang wajar kan?

Jin Yong atau Louis Cha adalah seorang novelis terkenal di China yang sudah membuat banyak sekali novel bergenre silat/wuxia. Sebut saja Legend Of The Condor Heroes aka Pendekar Pemanah Rajawali, Return Of The Condor Heroes aka Kembalinya Pendekar Rajawali, Heaven Sword and Dragon Sabre alias Pedang Pembunuh Naga, Dreaming Of Deer and The Cauldron alias Kisah Pangeran Menjangan dll.


Tapi tahukah Anda jika tak semua tokoh dalam novel tersebut disukai orang? Well, dunia ini memang terdiri dari banyak kepala kan? Apa yang kita sukai, belum tentu orang lain akan menyukainya. Begitu juga dengan artis, presiden, lagu, dan bahkan karakter dalam novel tertentu. Berdasarkan atas beberapa sumber screenshot yang saya dapat dari berbagai situs dunia maya, berikut ini adalah karakter yang paling DIBENCI sekaligus yang Paling DISUKAI dalam Novel karya Jin Yong. Sekali lagi, bila ini tidak sama dengan pendapat Anda, harap dimaklumi, tidak semua orang menyukai apa yang Anda sukai dan tidak semua orang membenci apa yang Anda benci.

Anggap saja artikel ini hanya sekedar untuk bersenang-senang alias Just For Fun hehehe =)
1.Karakter Paling Dibenci.
Saya ucapkan “SELAMAT” yang sebesar-besarnya untuk Yoko atau Yang Guo dan kekasihnya yang disebut sebagai wanita paling cantik, Xiao Long Ni aka Bibik Long. Kalian mendapat kehormatan untuk menjadi KARAKTER PALING DIBENCI dalam Novel karya Jin Yong hehehe =) Fansnya Bibik Long dan Yoko mana nih? Tuh Bibik Long kesayangan kalian dapet penghargaan Karakter PALING DIBENCI loh hahaha =) *sodorin piala*


Berikut ini screenshotnya :
a. More reasons to DISLIKE ROCH or more reasons to DISLIKE XIAO LONG NI, I mean, I wouldn’t have Xiao Long Ni as a role model, there’s nothing to like about her, besides her beauty, SHE’S BORING !!!


Artinya : Banyak alasan untuk tidak menyukai ROTCH atau banyak alasan untuk tidak menyukai Xiao Long Ni. Maksudku, aku tidak akan menjadikan Xiao Long Ni sebagai role modelku, TAK ADA YANG BISA DISUKAI DARINYA, kecuali kecantikannya. DIA SANGAT MEMBOSANKAN !!!


b.The WORST NOVEL...ROCH.
Artinya : Novel TERBURUK...ROCH


c. To be honest, I think ROCH is the WORST. That’s just my bias. Dont peel me alive.
Give reasons why, I didnt like ROCH because everyone was so equal.
Artinya : Sejujurnya, aku pikir Return Of The Condor Heroes adalah YANG TERBURUK!! Itu hanya pendapatku, jangan mengulitiku hidup-hidup.
Kuberikan alasannya kenapa, aku TIDAK MENYUKAI ROCH karena semua orang terlihat sama.


d. It’s a good story, but it’s two leads are rather ANNOYING. It’s saved by supporting casts (many of which are holdovers from LOCH) and villain.
Artinya : Ceritanya bagus, tapi KEDUA PEMERAN UTAMA SANGAT MENGGANGGU. Kisah ini tertolong oleh para pemeran pembantu (yang sebagian besar berasal dari LOCH) dan para penjahat.


e. Untuk menanggapi komentar di atas, ada yang memberikan komentar sama : “There are ones that are worst”
Artinya : ROCH adalah SATU-SATUNYA YANG TERBURUK !!!


f. My Reasons are not much like yours : The Guo Family except for Guo Xiang lost their lives in protecting Xiang Yang...
Artinya : Alasanku tidak menyukai ROCH tidak sama dengan kalian, Keluarga Guo kecuali Guo Xiang harus gugur demi melindungi Xiang Yang.


My Opinion : Yang ini alasannya sama dengan saya, gara-gara Yoko dan Xiao Long Ni ogah bantuin Guo Jing mempertahankan Benteng Xiang Yang dan lebih memilih indehoi bikin anak dalem kuburan kuno, sehingga membuat Guo Jing sekeluarga harus gugur di Benteng Xiang Yang. WHAT A SELFISH HERO ARE THEY !!! Yoko dan Xiao Long Ni adalah PAHLAWAN PALING EGOIS yang PERNAH AKU KENAL !!!!!

g. For me, my favorite of the three will always be LOCH. I simply HATE ROCH as the two leads (Yang Guo and Xiao Long Ni) were so IRRITATING and they were made to look good at the expense of others including ruining the characters of Guo Jing and Huang Rong who were my favorite characters from LOCH.


Artinya : Bagiku, favoritku dari ketiganya akan selalu adalah LOCH (Legend Of The Condor Heros). Aku SANGAT MEMBENCI ROCH karena kedua pemeran utamanya (Yang Guo dan Xiao Long Ni) SANGAT MENYEBALKAN dan mereka seolah dibuat untuk selalu terlihat baik dengan membuat orang-orang di sekitarnya tampak buruk, termasuk membuat karakter Guo Jing dan Huang Rong yang merupakan karakter favoritku di LOTCH tampak buruk.


My Opinion : Setuju banget ma ini! Jin Yong sudah mengacaukan image-nya Huang Rong yang menyenangkan dalam LOCH, agar membuat Xiao Long Ni dan Yoko tampak baik.

h. Come on, Yang Guo ain’t that bad, he can be a good role model – for LOSERS of course !!!
Artinya : Ayolah, Yang Guo tidak begitu buruk, dia bisa menjadi role model yang bagus – tapi tentu saja UNTUK PECUNDANG !!!


My Opinion : Yeah right! Yoko is A LOSERS in my eyes too... Losers karena gak mau bantuin Guo Jing mempertahankan Xiang Yang dan lebih memilih NGUMPET DI KUBURAN KUNO sehingga membuat Guo Jing sekeluarga harus gugur berjamaah, kecuali Guo Xiang. Hanya seorang PECUNDANG yang memilih NGUMPET dalem kuburan daripada MEMBELA NEGARA!

i. The love between Yang Guo dan Xiao Long Ni are more “You Love me, I Love you, as long as we’re together, we’ll be happy and I dont care about anyone but you,”
Artinya : Kisah cinta antara Yang Guo dan Xiao Long Ni lebih seperti “Kau mencintaiku, aku mencintaimu, asalkan kita bisa bersama, kita pasti akan bahagia dan aku tidak peduli pada orang lain kecuali dirimu,”


My Opinion : LIHAT BETAPA EGOISNYA MEREKA! Tidak peduli pada orang lain? Eeerrrrrrr...Dan itu dibuktikan dengan TIDAK BERSEDIA MEMBANTU  MEMPERTAHANKAN BENTENG XIANG YANG dan LEBIH MEMILIH NGUMPET dalam KUBURAN KUNO kayak anak tikus ketakutan sehingga membuat Guo Jing sekeluarga gugur berjamaah di medan perang. 

PAHLAWAN SEJATI adalah GUO JING, seseorang yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi Negara dan rakyatnya, bukan ngumpet dalem kuburan kuno kayak PAHLAWAN PENGERCUT YOKO !!!

=====

Sebenarnya ada banyak sekali orang-orang yang membenci Yoko dan Xiao Long Ni, karena DI LUAR NEGERI MEREKA DIBENCI...Tapi anehnya yang dibenci di luar negeri, malah dipuja bagai Dewa di Indonesia ini. Sungguh lucu! Pahlawan Egois kok dipuja sih? Iiiihhhh...Fansnya bisa bedain baik dan buruk kan ya?

Kalau menurut saya pribadi, ada satu lagi alasan kenapa Yoko dan Xiao Long Ni PANTAS DIBENCI, yaitu :
Sejak awal, Yoko dan Xiao Long Ni sudah punya niat untuk menukar kepala Guo Jing dan Huang Rong untuk ditukar obat penawar racun bunga cinta, tidak peduli walau Guo Jing sangat menyayangi Yoko melebihi rasa sayangnya pada putrinya sendiri. Tapi apa balasannya? Yoko malah menginginkan kepala Guo Jing. SANGAT JAHAT, EGOIS, MENYEBALKAN! 

Kalau Guo Jing ada di posisi Yoko, Guo Jing PASTI LEBIH MEMILIH MATI daripada harus membunuh orang yang sangat menyayanginya. Well, tapi YOKO KAN JAHAT BANGET! Dia mah mana peduli? Yang ada dalam otaknya hanya bibik, bibik, dan bibik...Eerrrrrrr.....Jahat, egois, gak tahu sopan, gak tahu terima kasih, licik, pemberontak, itulah Yoko! -___-

Lalu saat itu Huang Rong juga sedang mengandung bayi kembar. Orang waras dan punya hati pasti bisa mikir kalau WANITA HAMIL TAK BOLEH DISAKITI! Tapi apa faktanya? Yoko dan Xiao Long Ni tetap pengen ngebunuh Huang Rong, kan? Gagal ngebunuh Guo Jing dan Huang Rong, Xiao Long Ni yang SANGAT EGOIS, JAHAT, GAK PUNYA HATI, justru memilih menculik bayi Guo Xiang yang baru lahir untuk ditukar obat penawar racun bunga cinta...

BANYAK BUKTI yang menunjukkan bahwa mereka itu JAHAT, kenapa sih banyak yang suka? Heran deh ckckck... Fansnya Yoko dan Xiao Long Ni pada punya hati, kan? Bisa kan membedakan baik dan jahat?

Yasutralah, selera orang kan beda-beda. Yang penting aku bersyukur karena lebih banyak yang benci daripada yang suka, jadi setidaknya masih lebih banyak orang warasnya.

2. Karakter Paling Disukai.
Guo Jing and Huang Rong of course...Cuma orang yang....hhhmmm...ya gitu deh yang gak suka mereka, dan ini semua gara-gara Jin Yong merusak image Guo Jing dan Huang Rong dalam ROCH dengan tujuan untuk membuat Yoko dan Xiao Long Ni tampak baik di mata semua orang -__-


a. For me, my favorite of the three will always be LOCH. I simply HATE ROCH as the two leads (Yang Guo and Xiao Long Ni) were so IRRITATING and they were made to look good at the expense of others including ruining the characters of Guo Jing and Huang Rong who were my favorite characters from LOCH.

Artinya : Bagiku, favoritku dari ketiganya akan selalu adalah LOCH (Legend Of The Condor Heros). Aku SANGAT MEMBENCI ROCH karena kedua pemeran utamanya (Yang Guo dan Xiao Long Ni) SANGAT MENYEBALKAN dan mereka seolah dibuat untuk selalu terlihat baik dengan membuat orang-orang di sekitarnya tampak buruk, termasuk membuat karakter Guo Jing dan Huang Rong yang merupakan karakter favoritku di LOTCH tampak buruk.


My Opinion : Setuju banget ma ini !!! Jin Yong sudah mengacaukan image-nya Huang Rong yang menyenangkan dalam LOCH, agar membuat Xiao Long Ni dan Yoko tampak baik.
Agree with me.

b. The love between Guo Jing and Huang Rong is more of a cute type. The love between Yang Guo dan Xiao Long Ni are more “You Love me, I Love you, as long as we’re together, we’ll be happy and I dont care about anyone but you,” Plus, I really like GJ and HR, but dont really like YG and XLN”


Artinya : Kisah cinta antara Guo Jing dan Huang Rong lebih manis. Kisah cinta antara Yang Guo dan Xiao Long Ni lebih seperti “Kau mencintaiku, aku mencintaimu, asalkan kita bisa bersama, kita pasti akan bahagia dan aku tidak peduli pada orang lain kecuali dirimu,” Plus, aku lebih menyukai Guo Jing dan Huang Rong, aku tidak begitu menyukai Yoko dan Xiao Long Ni.

c. But, objectively speaking, Guo Jing should be the BEST ROLE model for young boys. He’s hardworking, respect elders, kind, loyal, righteous, faithful to love, filial, etc. And he can give the not so bright kids inspiration that despite being not so bright, he one can still succeed with hard work.


Artinya : Tapi, bicara secara obyektif, Guo Jing seharusnya bisa menjadi role model TERBAIK untuk anak-anak muda. Dia bekerja keras, menghormati orang yang lebih tua, baik hati, setia, jujur dan memegang teguh kebenaran, setia pada cinta, berbakti dll. Dan dia bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak yang tidak terlalu pintar bahwa mereka bisa menjadi orang sukses bila mau bekerja keras.


d. Kid, I personally feel that this sentence makes perfect sense. Guo Jing also shows that success can be achieved, with the right attitude.
Artinya : Sejujurnya aku merasa kalimat ini sangat masuk akal. Guo Jing juga menunjukkan bahwa kita bisa sukses disertai dengan sikap dan perilaku yang baik.


e. Spot on. I completely agree with this view. Please vote for Guo Jing.
Artinya : Tepat pada sasaran. Aku setuju dengan pendapatmu. Berilah suara pada Guo Jing.


Well, sebenarnya ada banyak juga komentar yang beraneka ragam dari para netizen di luar negeri, tapi kalau diposting semua, entah kapan akan selesai. Jadi hanya sekedar sample aja, untuk membuktikan pada kita semua, bahwa apa yang kita sukai belum tentu orang lain akan menyukainya.

Peace...

Kamis, 12 Maret 2015

Jilid 4 : Best Quote Novel Pendekar Pemanah Rajawali (Rev Terbaru) - Part 1

Still with the romantic Jing Gege... I have to say that I love the novel’s Revision. Ke-4 Jilid Revisi Terbaru dari Novel popular Karangan Jin Yong ini, benar-benar membuatku makin cinta pada Jing Gege. Guo Jing versi revisi sangat romantis, dia terlihat begitu sangat mencintai Huang Rong khususnya saat dia sempat memutuskan bahwa walaupun dia sudah berjanji pada Tolui akan menikahi Kojin tapi akhirnya dia memutuskan tidak akan pernah meninggalkan Huang Rong dan akan menemaninya seumur hidup, tapi tentu saja itu sebelum sebuah kesalahpahaman terjadi dan Guo Jing mengira Huang Yao Shi membunuh ke-5 gurunya. But still, yang penting kan niat awalnya dia pengen nikah ma Huang Rong tidak peduli walau nanti akan membuat Khan Agung dan semua orang marah. Huang Rong is his disloyalty...Demi Huang Rong, Guo Jing rela meninggalkan semuanya. How so sweet Guo Jing =)
 



  


Note : All Pictures Taken From “Legend Of The Condor Heroes 2017”. Starring by William Yang Xuwen and Li Yi Tong. 

Versi Novel 95% SANGAT MIRIP dengan versi adaptasi terbaru “Legend Of The Condor Heroes 2017” yang dibintangi oleh William Yang Xuwen dan Li Yi Tong. Ditambah lagi, Guo Jing 2017 (William Yang) juga dibuat sama romantisnya (bahkan lebih romantis) dengan Guo Jing versi revisi TERBARU Gramedia 2014.

Versi 1994 yang dibintangi oleh Julian Cheung dan Athena Chu juga dapat dikatakan mirip dengan novelnya, tapi novel yang belum direvisi alias novel terbitan lama. 

Legend Of The Condor Heroes 2017

Guo Jing sebelum revisi memang kurang romantis, tapi Guo Jing setelah revisi lebih sweet dan romantis. Anda dapat menyaksikan Guo Jing yang lebih romantis dalam versi adaptasi terbaru 2017 yang dibintangi oleh William Yang dan Li Yi Tong. Karena versi terbaru tersebut diadaptasi dari NOVEL REVISI TERBARU.

Itu sebabnya penulis sangat menikmati menonton adaptasi terbaru 2017 karena alur ceritanya dan penggambaran karakter Guo Jing-nya (yang sweet dan romantis) SANGAT MIRIP 95% dengan Novel Revisi Terbaru Gramedia 2014, yang sudah penulis baca lebih dulu bahkan sebelum LOCH 2017 dibuat. Bagi yang belum membaca novel revisi terbaru Gramedia 2014 tersebut, berikut adalah beberapa Quote yang menurut penulis meninggalkan kesan yang mendalam. 

Jilid 3 (Bab 31-40) Novel Pendekar Pemanah Rajawali Gramedia Revisi 2014 (Part 1) :

1. Biksu Yideng : “Ketika mencintai seorang laki-laki dengan sepenuh hati, ternyata seorang perempuan bisa memiliki tatapan seperti itu. Sebelumnya aku tidak mengerti dalam diri seseorang bisa ada cinta yang begitu mendalam, rasa kasih yang begitu tulus. Aku tahu dia ingin  menyerahkan nyawa untuk menggantikan nyawa bayi itu yang sedikit demi sedikit sudah mulai habis,” Sesudah Biksu Yideng berbicara sampai ke sini, Guo Jing dan Huang Rong saling memandang.

“Ketika aku terluka berat dan tampaknya sulit sembuh,” pikir keduanya, “kau juga menatapku seperti itu.”


Tak terasa kedua orang ini mengulurkan tangan saling menggenggam. Hati mereka berdua bergetar, sekujur tubuh mereka terasa hangat. 

Ketika mendengar orang lain bernasib malang, mereka mengingat keberuntungan mereka sendiri, karena orang yang mereka cintai duduk di sebelah mereka saat ini, karena luka pasangannya sudah sembuh dan luput dari maut. Benar, tidak akan mati. Di hati kedua anak muda itu, pasangannya selamanya tidak akan pernah mati. – Hal 16.

2. Yinggu : “Jika ada yang mencintai Guo Jing yang tolol seperti babi, tentu ada orang yang menyukai orang yang nakal seperti babi.”
Huang Rong : “Kakak Jing memang sama sekali tidak pintar, ia hanya jujur dan setia. Begitu ia baik padaku, sekalipun langit runtuh, ia akan tetap baik padaku.” – Hal 31.


3. Guo Jing : “Tidak peduli bagaimana, aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi. Waktu di Lin’an, ketika aku sendiri yang terluka, aku tidak begitu peduli. Tapi dalam beberapa hari ini melihatmu terluka, hatiku sangat sedih.”
Huang Rong : “Hhhmmm, kau tidak punya hati nurani.”
Guo Jing : “Kenapa?”
Huang Rong : “Kau suka dirimu sendiri yang terluka supaya hatiku yang sakit.” 
Guo Jing tidak dapat menjawab dan hanya tertawa. – Hal 44.
( So sweet... masing-masing tidak ingin pasangannya terluka dan lebih memilih, merekalah yang terluka daripada melihat orang yang mereka cintai menderita. Guo Jing, how deep is your love?)


4. Guo Jing : “Rong’er, kau jangan main-main. Aku akan menggendongmu pulang.”
Huang Rong : “Aku benar-benar lelah berjalan. Kau ikutilah wanita itu sendiri.”
Guo Jing berjongkok. “Karena kau lelah, aku akan menggendongmu pulang.” – Hal 47.
( Guo Jing benar-benar perhatian, dia tahu kalau Huang Rong masih lemah dan belum pulih 100% jadi dia tidak ingin melihat Huang Rong lelah dan selalu menjaganya )

5. Huang Rong : “Kakak, ini tidak apa-apa. Saat di desa Niujia, Kakak Jing juga berpikir ingin jadi suami-istri denganku.” 
Huang Rong menunjuk saat di mana Guo Jing hampir tidak bisa mengendalikan dirinya dan hampir menodai Huang Rong, untung saat itu Huang Rong memakai rompi landak.

Begitu ucapan ini keluar, Guo Jing kehilangan kata-kata, tidak dapat menahan malu.
“Kami...tidak...tidak melakukan...” jawabnya terbata-bata dengan wajah memerah.
Huang Rong : ”Jadi kau tidak memikirkannya?” 
Telinga dan seluruh wajah Guo Jing memerah, ia menunduk.
Guo Jing : “Aku yang tidak baik.” 
Huang Rong mengulurkan tangan kanan dan menepuk-nepuk pundak Guo Jing, “Kau berpikir ingin jadi suami istri denganku, aku gembira. Kau tidak melakukan sesuatu yang buruk.” – Hal 54.

( Jiiaahh, hampir dinodai masih bilang “tidak buruk”, tapi kayaknya kalau beneran ma Guo Jing, nih Huang Rong kagak nolak kale, ya? Tapi kalau gak maksa sih mintanya...Kalau yang waktu itu kan, si Guo Jing “lost control” istilahnya, jadi maksa dan gak lembut sama sekali. Wajar aja kalau Huang Rong-nya takut...)

6. ”Kakak Jing, kau jangan menikahi Putri Mongol itu, aku ingin menikah denganmu.” Huang Rong bergumam dalam tidurnya. Guo Jing tidak tahu bagaimana menjawabnya.

“Tidak, tidak,” kata Huang Rong lagi, “Aku salah bicara. Aku tidak memohon apa-apa padamu, aku tahu dalam hatimu hanya mencintaiku, itu cukup.”
“Rong’er...Rong’er.” bisik Guo Jing, namun Huang Rong tidak menjawab, ia hanya mengigau.

Guo Jing merasa cinta juga iba. Sinar bulan tipis menyapu wajah Huang Rong. Saat itu luka beratnya baru mulai sembuh maka wajahnya masih sedikit pucat. Di bawah sinar bulan, kulit putihnya seperti tembus pandang, Guo Jing terpana memandangnya. Sesudah lama, ia melihat alis Huang Rong sedikit berkerut. Dari matanya mengalir beberapa tetes air mata. – Hal 61.

7. ”Dalam hati, Rong’er pasti memikirkan hubungan kami”, pikir Guo Jing. 
“Sepanjang hari ia nampak tidak khawatir, selalu tertawa, tapi sebenarnya dalam hati ia tidak gembira. Akulah yang membuatnya khawatir. Jika hari itu di Zhangjiakou ia tidak bertemu denganku, bukankah lebih baik untuknya? Tapi bagaimana dengan aku? Apakah aku juga bersedia tidak bertemu dengannya?” yang seorang bermimpi sedih, yang seorang lagi menatap dengan lesu. – Hal 62

 

8. Huang Rong : “Aku ingin kau menemaniku bermain dengan gembira. Sesudah beberapa hari ini, kau akan meninggalkan aku. Setelah kau menemani Putri Kojin, dia pasti tidak mengizinkanmu bertemu denganku. Hari-hari bersamamu, lewat satu hari, berkurang satu hari. Aku ingin satu hari seperti dua hari, tiga hari, empat hari. Hari-hari seperti ini rasanya begitu cepat berlalu. Kakak Jing, pada malam hari aku tidak bisa tidur dan ingin bercakap-cakap denganmu. Apa kau mengerti? Kau tidak akan menasehatiku lagi bukan?” 

Guo Jing menggenggam tangan Huang Rong, ia merasa kasihan sekaligus sayang.
Guo Jing : “Rong’er, pikiranku memang bodoh, selalu tidak mengerti kau begitu mencintaiku. Aku...aku...tidak dapat meninggalkanmu,” setelah berbicara sampai di sini, Guo Jing tidak tahu bagaimana meneruskannya. – Hal 80.
 

9. Guo Jing : “Rong’er, walaupun langit runtuh, aku tetap akan menemanimu seumur hidup di Pulau Persik.” 
Guo Jing gemetar, kedua tangannya menggenggam tangan gadis itu erat. Tubuh Huang Rong bergetar, ia menengadahkan kepala, “Apa katamu?”

Guo Jing : “Aku tidak peduli lagi apa itu Jenghis Khan, Putri Kojin. Dalam hidup ini, aku hanya akan menemanimu.” 

 

Huang Rong berseru pelan lalu masuk ke pelukannya. Guo Jing mengulurkan tangan mendekap. Saat ini ia sudah bertekad dan tidak peduli lagi bagaimana memutuskannya. Hatinya lega, keduanya berpelukan, sesaat melupakan semua hal di sekitar mereka dan melupakan segalanya. – Hal 81.

 

(See? Siapa bilang Guo Jing gak romantis? Dia pernah demi Huang Rong bertekad akan melepaskan segalanya. Huang Rong is Guo Jing’s disloyalty. Demi cintanya, Guo Jing tidak peduli pada Jenghis Khan atau Putri Kojin. Andai kelima gurunya gak terbunuh di Pulau Persik sehingga tercipta kesalahpahaman, Guo Jing pasti akan menemani Huang Rong selamanya di Pulau Persik. 


Well, tapi kalau kayak gini sih, Guo Jing sama egoisnya dengan Yang Guo (Yoko), ya? Demi wanita rela melepaskan segalanya. Gpp deh, yang penting kan akhirnya Guo Jing tetap jadi Pahlawan sejati yang rela berjuang demi rakyat. Dan yang pasti juga, cinta Guo Jing ke Huang Rong sama atau bahkan lebih besar dari cintanya Yang Guo, terbukti dengan Guo Jing yang sejak awal penurut, demi Huang Rong, dia rela mengabaikan segalanya.)


10. Sesudah lama berpelukan dalam diam, Huang Rong perlahan-lahan berkata, “Ibumu?”
“Aku akan menjemputnya dan mengajaknya tinggal di Pulau Persik.” Jawab Guo Jing mantap.
“Kau tidak takut pada gurumu, Jebe, dan saudara angkatmu Tolui?” tanya Huang Rong lagi.
“Mereka mengasihiku, tapi aku tidak dapat membagi 2 hatiku,” Guo Jing berkata mantap.
“Ke-6 gurumu dari Jiang Nan? Pendeta Ma, Pendeta Qiu, mereka akan bilang apa?” Huang Rong kembali bertanya.
“Mereka pasti akan marah padaku. Tapi pelan-pelan aku akan memohon pada mereka. Rong’er, jangan tinggalkan aku, aku juga tidak akan meninggalkanmu.” 
Guo Jing menatap tulus mata Huang Rong. – Hal 81.

(How so sweet Guo Jing... He love Huang Rong so much. Yang bilang kalau Guo Jing gak romantis dan gak pernah melakukan apapun untuk Huang Rong, read the novel please! Guo Jing sudah melakukan banyak hal untuk Huang Rong dengan tulus, dia bahkan rela meninggalkan segalanya demi Huang Rong. Andai aja Yang Kang dan Ou Yang Feng tidak menciptakan fitnah dan kesalahpahaman.)

11. Guo Jing melihat tongkat itu akan menghancurkan kepala Huang Rong. Dalam keadaan terkejut, tangan kirinya segera menghalangi sehingga tongkat besinya memukul ke samping. Tanpa sengaja, Guo Jing membuat gurunya terjatuh karena tenaga yang dikeluarkannya terlalu besar. – Hal 91.
(Demi melindungi Huang Rong, tak ingin melihat gurunya menyakiti gadis yang dicintainya, Guo Jing bahkan tanpa sengaja memukul gurunya sendiri. Kalau orang gak cinta, gak bakal peduli, kan?)


12. Guo Jing : “Aku tidak tahu kenapa guru pertama begitu marah. Ia tahu “KAU KEKASIHKU”. Meski aku mati 1000 kali, 10.000 kali, aku tidak mungkin bersedia melukaimu sedikitpun, 
Hati Huang Rong bergetar mendengar kata-kata yang begitu tulus. Ia menarik tangan Guo Jing dan perlahan-lahan bersandar di dadanya. – Hal 100.

(See? Guo Jing mengatakan dengan jelas pada Huang Rong “KAU KEKASIHKU”, dia mengatakan dengan jelas betapa Huang Rong sangat penting untuknya, mengakui Huang Rong sebagai kekasih, masak gini kurang romantis? Dia jelas-jelas mencintai Huang Rong dengan amat sangat, nyebelin banget kalau sampai ada yang bilang, Yang Guo lebih romantis dari Guo Jing... Errrr... Baca novelnya donk, jangan asal jeplak)

13. Huang Rong : “Aku hanya berharap bisa tinggal di sini, tidak dibunuh olehmu.”
Guo Jing : “Rong’er yang baik, mana mungkin aku dapat membunuhmu?” 
Guo Jing mengelus rambutnya lembut.
Huang Rong : “Jika ke-6 gurumu, ibumu, teman-teman baikmu memaksamu membunuhku, kau akan melakukannya, tidak?” 

Guo Jing memandangnya  dengan tegas.
“Walau semua orang di dunia ini ingin menyusahkanmu, aku akan selamanya melindungimu.” 
Huang Rong memegang erat tangan Guo Jing.
Huang Rong berkata, “Demi aku, apa kau bersedia meninggalkan orang-orang itu?” 

Guo Jing awalnya tidak menjawab, tapi akhirnya dia berkata, “Rong’er, aku pernah berkata ingin tinggal di Pulau Persik menemanimu. Waktu mengatakannya, aku sudah benar-benar sudah memutuskan, bukan sembarangan bicara.”
Guo Jing memandangnya dengan ekspresi aneh. “Rong’er, kata-kata yang pernah kuucapkan padamu seluruhnya berlaku. Kau tenanglah, mengapa harus seperti ini?” – Hal 101.

(Lihat, kan? Betapa romantisnya Guo Jing, demi Huang Rong dia pernah tak peduli apa pun. Guo Jing ingin selamanya menemani Huang Rong di Pulau Persik, tak peduli walau nanti semua orang akan menentang, dia sudah memutuskan. Siapa bilang Guo Jing cintanya gak sebesar Yang Guo?)

14. Guo Jing : “Kita pergi berdua. Bersama-sama ke Mongolia menjemput ibuku, bersama-sama pergi membunuh Wan Yeng Hong Lieh, bersama-sama kembali, bukankah hal itu baik?” – Hal 102.
(Dua orang yang saling mencintai pasti ingin melakukan segala sesuatu bersama-sama, apanya yang “Guo Jing tidak pernah melakukan sesuatu untuk Huang Rong?”, yang ngomong, bacot mulu nih. Sentimen banget ma Guo Jing. Guo Jing menggendong Huang Rong ke sana kemari waktu Huang Rong terluka, apa itu kurang membuktikan cinta?)


15. ”Ia mencintai gurunya melebihi cintanya padaku,” pikir Huang Rong saat melihat Guo Jing menggendong mayat gurunya tanpa sekalipun melirik padanya. – Hal 112.
(Huang Rong berpikir Guo Jing lebih mencintai gurunya daripada dirinya, tapi Huang Rong tidak mengerti bahwa justru karena mencintai Huang Rong, Guo Jing tidak berani memandangnya, takut dia akan melukai gadis itu tanpa disadarinya. Orang kalut bisa lepas tangan, kan? )


16. Luka Huang Rong masih belum pulih dan saat ini dia menghadapi perubahan besar. Tangannya lemah tak bertenaga, tongkat bambu miring, dia jatuh ke depan.
Melihat Huang Rong pingsan, awalnya Guo Jing tidak mau menolong. 
Tapi begitu melihat Huang Rong benar-benar jatuh terguling, perasaan sesal, CINTA, marah, benci, dan bermacam perasaan lain merasuki hati Guo Jing. Walau hatinya bagai karang, dia tidak dapat menahan diri lagi. Ia membungkuk dan memeluk Huang Rong. – Hal 119.
(Dalam kemarahan dan kesedihannya pun, Guo Jing masih peduli pada Huang Rong)

 

17. Saat berada di tengah asap tebal di Loteng Dewa Mabuk dan tidak mendengar suara Guo Jing, hati Huang Rong khawatir dan dia berseru, “Kakak Jing, kau di mana?”  
Sesudah memanggil beberapa kali tidak mendengar jawaban, ia semakin khawatir, “Ayah, aku akan mencarinya.”
Terdengar suara Guo Jing berkata dingin, “Mengapa harus mencari aku? Mulai saat ini, kau jangan memanggilku lagi. Aku tidak akan menjawab.” Ternyata Guo Jing ada di sebelahnya. – Hal 158.

(Bahkan walau Guo Jing marah dan tak mau bicara padanya, Huang Rong masih tetap mengkhawatirkannya. See? Siapa bilang cinta Huang Rong tidak sebesar cinta Xiao Lung Ni? Sebel banget ma orang yang selalu mengagung-agungkan Yoko dan Xiao Lung Ni. Mereka tuh PASANGAN PALING EGOIS SEPANJANG MASA! Iiihh...nyebelin banget -__-)


18. Saat keadaan kacau, tangan kanan Guo Jing menarik lengan Hong Chi Khong, tangan kirinya mengulur dan memegang tangan seseorang, menyentuh tangan yang lembut dan hangat. Yang digenggamnya adalah tangan mungil Huang Rong. Hatinya bergetar dan cepat-cepat melepaskannya.
“Siapa yang mau diperhatikan olehmu?” kata Huang Rong dingin. – Hal 159.
(Insting sepasang kekasih, hati gak pernah bohong. walau keadaan kacau, dari sekian banyak orang, kenapa yang digenggam malah tangan Huang Rong? Well, mungkin ini yang dinamakan takdir.)


19. ”Adik, aku bersalah padamu,” kata Guo Jing pada Kojin, “Aku tidak dapat menikah denganmu.”
“Aku berbuat salah padamu?” tanya Kojin tak mengerti.
“Tidak. Tidak. Bukan kau yang tidak baik. Aku tidak tahu siapa yang salah. Jika dipikir-pikir lagi, akulah yang salah,” Guo Jing lalu menceritakan hubungannya dengan Huang Rong, juga tentang Huang Rong yang ditangkap oleh Ou Yang Feng dan ia mencari ke mana-mana selama setengah tahun tapi tidak ketemu.
“Adik,” kata Guo Jing, “lupakanlah aku, aku harus pergi mencarinya,” – Hal 207.

(Guo Jing menceritakan dengan jelas hubungannya dengan Huang Rong, dan dia tidak bisa menikah dengan Kojin, Kojinnya aja yang gak peduli. Hadoh, nih cewek 1 kayak gak punya harga diri. Uda jelas-jelas Guo Jing cintanya ma Huang Rong, tapi tetep maksa *tepok jidat*)


20. Guo Jing tahu Ou Yang Feng sombong dan tidak mungkin menceritakan kekalahannya sendiri. Setelah mengetahui Huang Rong baik-baik saja, ia merasa gembira dan berseru, “Bagus sekali. Aku benar-benar berterima kasih padamu,”

Guo Jing dan Ou Yang Feng bermusuhan, di antara mereka ada dendam pembunuhan gurunya, tak mungkin berbaikan. Akan tetapi karena Ou Yang Feng tidak melukai Huang Rong, dalam hati ia merasa berterima kasih. 

Demi Huang Rong, Guo Jing berjanji akan melepaskan Ou Yang Feng 3 kali asalkan Ou Yang Feng tidak melukai Huang Rong walau hanya seujung rambut saja dan tidak boleh memaksanya membacakan kitab jika Huang Rong menolak. – Hal 226.

(Keselamatan Huang Rong adalah yang paling penting, balas dendam urusan nanti. Demi Huang Rong, Guo Jing rela menahan diri untuk tidak membunuh Ou Yang Feng)

To Be Continued Part 2...

Written by : Liliana Tan
Credits Pict : WEIBO ON LOGO
NOTE : DILARANG MENG-COPY PASTE TANPA IJIN DARI PENULIS !!! REPOST WITH FULL CREDITS !!!