Tampilkan postingan dengan label Badminton Player : Bao Chun Lai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Badminton Player : Bao Chun Lai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juni 2013

Sejarah Perjalanan Hidup Bao Chun Lai

Setelah cukup lama menjelajahi dunia maya, saya menemukan sebuah artikel menarik tentang perjalanan hidup Bao Chun Lai, Tunggal Putera Terbaik yang pernah dimiliki China, sebelum akhirnya Lin dan muncul dan menggesernya. Sebuah kisah perjalanan hidup yang sangat mengharukan, yang mengajarkan pada kita “Tidak peduli sebanyak apapun rintangan menghadang, kita tidak boleh menyerah”. Walau menjadi Yang “Pertama” adala,h impian setiap orang, tapi menjadi yang “Kedua” juga tidak begitu buruk kan?




Nama Mandarin      : Bao Chunlai
Nama Inggris          : Sea
Kebangsaan            : China, Hunan, Changsa 
Tanggal lahir          : 17 Februari 1983
Tinggi / Berat         : 191 cm/78kg
Keahlian                 : Bulutangkis



Pada saat Bao Zhang An (ayah Bao) berusia 45 tahun, sang istri Cheng Yan Run (ibunda Bao) melahirkan Bao Chun Lai. Saat itu, gaji kedua orang tua jika dijumlah tidak melebihi 40 yuan, Bao Chun Lai juga mempunyai Jie jie dan koko, sekeluarga 5 orang, kehidupan dilewati dengan susah. (hiks T.T kasihan hidupmu Ko..peluk erat Bao Chun Lai)

Makin hari Chun Lai semakin bertumbuh, Bao Zhang An menyadari bahwa anaknya sangat suka bergerak, seharian berlari di luar, sepulang rumah langsung membuat berantakan toko. Itu membuat ibunya pusing dan berkata, “kenapa bisa melahirkan anak yang suka bergerak?”

Di usia Chun Lai yang ke-8 tahun, ada pelatih yang datang ke sekolah untuk memilih orang, Chun Lai langsung terpilih. Bao Zhang An merasa bagus kalau anaknya berlatih bulutangkis, dengan begitu anaknya sudah mempunyai hal yang bisa dilakukan, maka tidak akan membuat keributan lagi. Setap sore Cheng Yan Run tidak istirahat, lembur menyelesaikan pekerjaan sore hari, lalu jam 3 dia akan mengantar Chun Lai ke sekolah memakai sepeda untuk berlatih bulutangkis, sesudah itu kembali lagi bekerja, jam 6, dia harus buru-buru lagi ke sekolah untuk menjemput anaknya pulang ke rumah.

Supaya anaknya mempunyai lebih banyak waktu untuk berlatih, setiap kali Cheng Yan Run menaiki sepeda dengan cepat. Pernah sekali,  Cheng Yan Run merasa penasaran dengan cara anaknya berlatih bulutangkis. Lalu dia bersembunyi di satu sudut. Waktu itu, Chun Lai sedang latihan kecepatan. Pelatih memukul bola dengan cepat, sesudah menangkis 30 kok, stamina Chun Lai semakin menurun, lambat laun tidak bisa mengikuti pelatihan pelatih, tiba-tiba Chun Lai jatuh, pelatih sama sekali tidak mempedulikannya, dan menyuruhnya untuk bangkit kembali buat latihan. Chun Lai sambil mengelap air mata sambil latihan. Ibunda Bao yang bersembunyi di sudut, langsung meneteskan air mata, karena takut tidak bisa mengontrol diri, dia langsung kabur.

(hiks T.T.. makin sedih bacanya. Pantes aja China bisa menghasilkan pemain berkualitas, cara pelatihannya benar-benar keras. Dia masih umur 8 tahun Pak Pelatih, jangan terlalu keras donk !!! Jadi sebel..)

Sudah 4 tahun, sepeda yang baru itu kini sudah rusak, bannya sudah rusak 10 kali. Di usia Bao Chun Lai yang ke-11 tahun, ada sehari Cheng Yan Run demam, sekujur tubuh tidak ada tenaga, di hari itu Bao Zhang An tidak memperbolehkan putranya ijin latihan, untuk menghemat uang, memaksa dirinya untuk mengantar anaknya pergi latihan. Di tengah perjalanan, Ibunda Bao dan Bao Chun Lai jatuh dari sepeda. Melihat mamanya yang jatuh dari sepeda, Bao Chun Lai kecil langsung mendekati ibunya tanpa memperdulikan luka di betis dia sendiri. (Sungguh anak yang berbakti.. Ko, aku bangga padamu *peluk Chun lai Khe dan Ibunya)

Permainan Bao Chun Lai berkembang dengan cepat. Di akhir tahun 1994, dia terpilih untuk masuk ke tim Hunan. Sesudah memasuki Tim Hunan, dia hanya boleh diperbolehkan pulang hari Sabtu, jadwal yang disusun kedua suami istri untuk anaknya sangatlah ketat, Sesampai di rumah, Chun Lai kecil langsung disuruh kursus Bahasa Inggris dan Matematika, sorenya menemani dia menulis. Hanya di hari Minggu siang, Bao Chun Lai diijinkan bermain sebentar, sorenya langsung pulang ke tim. (Masa kecil yang sangat keras) 

Bao Chun Lai sama sekali tidak mempunyai waktu bebas, karena umurnya yang masih muda Bao Chun Lai merasa semakin bosan dan bosan pada latihan yang diberikan. Waktu itu, dia menyukai permainan online, pagi hari peraturan sekolah sangat ketat, pada malamnya dia lari keluar untuk bermain game. Suatu hari jam 12, pelatih memeriksa asrama dan mengetahui kalau Chun Lai tidak ada. Akhirnya. Pelatih pergi ke warnet mencari Chun Lai, dia lalu berkata, “Di rumah, orangtua saya mengawasi saya dengan ketat, saya sama sekali tidak pernah bermain dengan santai.”

Setelah mengetahui hal itu, Bao Zhang An dan istrinya sangat sedih dan membuat keputusan untuk memberikan waktu santai kepada Chun Lai, dengan begitu Chun Lai tidak perlu kursus lagi, meski begitu dia sudah pernah memenangkan juara lomba menulis sedunia anak kecil. (Nah gtu donk bagus.. Kan kasihan kalau anak kecil dipaksa latihan terus )

Bao Chun Lai semakin rajin berlatih, kualitas dan tekniknya juga semakin bertambah. Di tahun 1995, Bao Chun Lai mewakili Changsa menjadi juara di provinsi Hunan.

Juni 2006, pada usia 17 tahun Bao Chun Lai masuk ke tim pelapis kedua China. Orangtua Bao Chun Lai juga menyadari, tidak dapat mengawasi anaknya dengan ketat lagi. Meskipun di mulut berkata untuk melepaskan, tapi di hati kedua orang tuanya seperti tali yang mengikat layang-layang. Di tahun yang sama pada bulan Desember, Bao Chun Lai mengikuti kejuaraan dunia tingkat junior di Guangzhou, ini adalah kali pertama bagi Bao Chun Lai mengikuti turnamen sebesar ini. Yang dia hadapi adalah pemain berkelas.

Untuk mengetahui keadaan Bao Chun Lai, kokonya yang bekerja di Zhuhai langsung lari ke depan computer untuk membuka internet, menonton pertandingan lewat internet, lalu memakai handphone untuk berkomunikasi ke orang tua sambil memberi info.



Sesudah menjadi juara, Bao Zhang An mengirim sebuah pesan kepada Chun Lai, “Kamu baru saja main di event internasional sudah menjadi juara di 2 event besar, dengan jelas itu karena kualitasmu baik, harus selalu dalam keadaan seperti ini. Tapi jangan ada rasa bangga apa pun, kamu harus tahu, perjalananmu masih panjang, di bulutangkis kamu masih belum mengikuti event besar lainnya.”

Bao Chun Lai melihat pesan yang dikirim olah ayahnya selama beberapa kali, dan dia mengerti kalau seberapa pun dia jauh dari orang tua, orang tua selalu ada di samping dia, dan sangat mengetahui perasaannya. Dia mengerti kasih orang tuanya, lalu membalas pesan ayahnya, “Ayah, saya sudah tahu, tenanglah.”



April 2002, Bao Chun Lai mengikuti event Thomas Cup. Dengan usai 19 tahun menjadi tunggal kedua. Dan saat itu dia melawan Haffiz, Malaysia. Karena di bulan lalu, dia sudah pernah melawan Bao Chun Lai dengan rekor 3-0. Saat pertama mulai main, Bao bermain dengan sangat atraktif, 2 set pertama dimenangkannya dengan mudah. Tapi set penentuan di game ke-3, Haffiz merubah pola mainnya, dan set ke-3 dimenangkan oleh hafiz.

Waktu itu, permainan Bao Chun Lai menjadi berantakan, setiap poin penentuan, dia main dengan ragu-ragu, dan kalah dengan skor 3-5. Selesainya pertandingan, rasa kecewa tertulis di muka Bao Chun Lai, sambil berjalan, dia berpikir kenapa tadi tidak bisa menyelesaikan poin penentuan dengan bagus, dan tidak sengaja kepalanya membentur kaca.

Bao Zhang An duduk di depan tv, dan bengong selama 1 jam setelah pertandingan selesai, di otaknya muncul muka Bao Chun Lai yang sedih, Bao Zhang An sambil memikirkan bagaimana cara menghibur anaknya dan apa yang harus dikatakan. Dia mengeluarkan handphone dan ingin menulis pesan ke anaknya, tapi karena takut menambah beban anaknya, akhirnya Bao Zhang An tidak jadi mengirim pesan tersebut.  Dan dia menelepon anaknya supaya menghindar dari media dan menenangkan hati. (Ayah yang perngertian. Sabar ya Chun Lai Khe *hug Bao Chun Lai*)

Bao Chun Lai masih belum bisa keluar dari bayangan gagalnya di Thomas Cup, langsung dilanda cedera. Pada tahun yang sama bulan September di sendi lutut sebelah kiri Bao Chun Lai sedikit melonggar.

Di setiap cederanya kambuh, tim langsung mengantarnya ke rumah sakit dan melakukan operasi sehingga dia terpaksa tidak bisa mengikuti Asian games 2002 di mana namanya sudah terdaftar, dia benar-benar merasa sungguh kecewa.



Untuk menjaga anaknya, kedua orangtuanya langsung pindah ke Beijing dan menyewa kost yang tidak jauh dari tempat tinggal Bao Chun Lai. Bao Chun Lai paling suka minum beef soup, setiap minggu ibunya akan mengantar sup itu untuk anaknya.

Karena ada kasih sayang ibu yang menjaganya, kesehatan Bao Chun Lai pulih dengan bagus. Tapi setelah sembuh, dia menyadari bahwa kondisinya tidak bisa naik. Pada tahun 2003 di Sudirman Cup, dia kalah dari Taufik Hidayat. Pada tahun 2004, di China Open dia harus kalah dari kompatriotnya, Lin Dan. Berkali-kali dia harus menahan sakit karena kehilangan kesempatan untuk juara. (Hiks T.T.. Chun Lai Khe, nasibmu tidak pernah beruntung sejak kecil hingga dewasa. Dunia kadang tidak adil, benarkan?)

 Di tahun 2004, ada gossip bahwa Lin Dan, Taufik dan Lee Chong Wei adalah musuh bebuyutannya dan dia hanya bisa menjadi yang kedua.

Waktu itu, kondisi Bao Chun Lai sangat menyedihkan, dia sempat mencurigai kualitasnya, dengan rasa kecewa, dia mengirim pesan kepada ayahnya, “Lihat, sudah nasib saya menjadi yang kedua”. (Huwaaa… Makin nangis gulink-gulink nih gue T.T)

Setelah menerima pesan itu, perasaan kedua suami istri ini sangat kacau. Dan mereka menyadari yang penting sekarang adalah memberikan dukungan, kalau tidak anaknya akan selalu dihantui sebutan “selamanya adalah yang Kedua” .

Oleh karena itu, Bao Zhang An berpura-pura bahagia dan membalas, “Bisa menjadi runner-up sudah bagus. Kita sekeluarga sangat bangga karena kamu, yang penting main bagus dan membuat penonton enak menontonnya”. (Membayangkan wajah sedih Bao Chun Lai, aku makin nyesek T.T)

Di waktu yang besamaan, Bao Zhang An membuat peraturan, “tidak peduli di rumah ada kejadian apa, jangan ada yang bilang ke Chun Lai, supaya bebannya tidak bertambah.”

2004 setelah imlek, kakeknya Bao Chun Lai divonis oleh dokter mempunyai penyakit yang parah, kakeknya sangat ingin melihat cucu kesayangannya untuk terakhir kali. Tapi karena tidak mau menggangu konsentrasi Bao Chun Lai, Cheng Yan Run, sang Ibu menahan sakit lalu membohongi ayahnya kalau Bao chun Lai sedang ada di luar negeri jadi tidak dapat pulang dalam waktu dekat ini. Sebelum kakeknya meninggal, selalu terdengar mulut kakeknya yang menyebut nama Bao Chun Lai. (makin nyeseuk gue T.T )

Pada waktu bersamaan, Bao Chun Lai sedang mengikuti satu turnamen. Suami istri Bao chun Lai lalu menangis di depan ayahnya, hati mereka seperti ditusuk pisau. Tapi mereka sama sekali tidak menelepon Bao Chun Lai. Sampai di tahun 2005 bulan oktober, Bao Chun Lai pulang ke kampung halamannya untuk mengikuti sebuah turnamen, selesai bertanding, dia pulang ke rumah melihat orang tuanya, lalu Ibunya menceritakan tentang kabar meninggal kakek Bao Chun Lai. Waktu itu, Bao Chun Lai langsung menangis dan tidak dapat mengeluarkan kata-kata apa pun.

Bao Zhang An lalu memberikan penjelasan kepada anaknya, dan dia berkata, “Yang pertama, karena kamu kurang tenang, di poin penentuan sering melakukan kesalahan. Kedua, karena kondisimu kalah kepada lawanmu. Dan ketiga, karena kondisi tubuhmu belum baik.”

Lalu dia meletakkan kedua tangannya ke lutut ayahnya dan menahan nangis sambil berkata, “Papa, kamu tenang, suatu hari nanti anakmu akan menjadi juara lagi.”

Di tahun 2005, pernah sekali di final, Bao Chun Lai kalah dari Peter gade. Ayahnya langsung mengirimi dia pesan, “Selamat, sekali lagi menjadi yang kedua.”

Dengan segera Chun Lai membalas pesan ayahnya, “Apa buruknya menjadi yang kedua?”
Sambil melihat pesan, ayahnya pun tersenyum, dia merasa kalau anaknya sudah keluar dari bayangan sebutan “selamanya adalah yang kedua”. (Sejujurnya gue benci sebutan ini.. Kejam bener )

Di tahun 2006, dia menjadi juara di Korea Open dan mengucapkan selamat tinggal kepada 2 tahun 10 bulan tanpa gelar juara. (Congrat Chun Lai, akhirnya kamu juara *peluk Koko Chun Lai*)

Tanggal 22 Sepetember 2006, dia berhasil mengalahkan Lee Chong Wei dan menghancurkan rekor tanpa menang selama 6 pertemuan. Pada 21 Oktober 2006,  dia berhasil mengalahkan Lin Dan di Guangzhou. Bao chun Lai akan lebih bahagia apabila bisa menang dari Lin Dan dan Lee Chong Wei ketimbang menjadi juara. Dia merasa dirinya sudah melewati banyak tantangan.

Pada waktu itu, dia langsung mengirim pesan bahagia ke ayahnya dan ayahnya membalas, “Kemenanganmu adalah obat paling bagus bagi penyakitku.” (Setidaknya Bao Chun Lai pernah menang, kan? Dan dia berhasil membuat ayahnya bangga hiks T_T)



November 2006, Bao Chun Lai mengikuti Asian games di Doha. Seperti biasa, dia akan mengirim pesan ke ayahnya, “Papa, saya mau keluar negeri bertanding, apa ada hal yang mau papa katakan?” , dan ayahnya membalas dengan pesan yang cukup panjang, “Jangan memikirkan hal yang tidak ada hubungannya dengan pertandingan, fokuskan sepenuh hatimu ke pertandingan. Kualitas dan teknik kamu, saya tidak menghawatirkannya. Yang paling penting adalah kesehatan. Karena itu harus menjaga kesehatanmu baik-baik dan memikirkan cara main lawan. Kenali diri sendiri baru bisa menang.”

Sesampai di Doha, Bao Chun Lai tiba-tiba mendapat panggilan untuk menjadi pemegang bendera, menghadapi kehormatan yang besar, lalu dia mengeluarkan handphone lalu mengirim pesan, “Papa, saya menjadi pemegang bendera, saya harus bagaimana? Tidak tahu harus menyiapkan apa".

Dengan bahagia Bao Zhang An membalas, “Pemegang bendera mewakili Negara, kamu jangan grogi, harus seperti di lapangan.Harus penuh semangat, termotivasi dan penuh energik, saya sangat bangga karenamu !”
 
Pensiun :
Waktu Beijing, 2011-09-21 , Website BWF mengeluarkan kabar, kalau Bao Chun Lai pensiun. 

Translated by : Yanti Zhan
Sumber : Yanti Zhan :)

Still Loving Bao Chun Lai Walau Sudah Gantung Raket

Still with Bao Chun Lai, entah kenapa saya jadi teringat dengan pemain bulutangkis berwajah tampan yang satu ini, Bao Chun Lai. Setelah dia mengundurkan diri dari dunia bulutangkis, sulit rasanya mencari kabar tentang cowok cakep yang satu ini. Itu sebabnya saya iseng-iseng mengulas soal Bao Chun Lai sekedar untuk bernostalgia bersama atlet tampan ini hehehe ^^



Pemain bulutangkis favoritku setelah LEE YONG DAE dan yang pernah mendapat peringkat 2 dunia ini memutuskan gantung raket lebih dulu (rencana awalnya 2013 tapi kemudian maju menjadi tahun 2011).
  


Pemain jangkung bertangan kidal asal Hunan, China yg super duper ganteng ini mengumumkan pensiun dari kancah bulu tangkis pada usia 28 tahun. BWF telah resmi menerima pemberitahuan pensiunnya pada 20 September 2011. 


Xiao Bao, nama panggilan Bao Chun Lai yang berada di peringkat 11 dunia ini, mulai dikenal saat berhasil memenangkan gelar pertama tunggal putra dalam Turnament Denmark Open 2001 dan termasuk 10 tokoh yg konsisten dalam peringkat dunia. Bao Chun Lai dinobatkan sebagai juara Asia 2009 dan dia juga berhasil memenangkan 1 medali perak dan 2 medali perunggu di kejuaraan dunia BWF antara tahun 2003-2007. Selain itu, sejumlah prestasi membanggakan lainnya pun juga telah dikantongi oleh Bao Chun Lai.


Namun sayang karena cedera lutut tahunan yang dia alami menjadi alasan baginya untuk pensiun dini T_T

Saat akan pensiun, Bao Chun Lai menulis di Micro Blognya, "Saya kecewa dengan cedera lutut yg menderaku akhir-akhir ini. Meskipun bertahun-tahun saat pasang surut saya sudah terbiasa menderanya. Meskipun demikian saya terhibur dan bersyukur pada para penggemar dan teman-teman yang terus mendukung dan berada di samping saya. Untuk ke depannya saya akan terus bekerja keras mengejar mimpi saya dalam hidup" tambah Bao Chun Lai.

NB : Jujur gue sedih dengernya hiks T__T 



Kabar terakhir yang terdengar adalah saat ini Bao Chun Lai telah beralih profesi menjadi Pembawa Acara sebuah Reality Show China yang berjudul “The King Of Adventure”.


Bao Chun Lai In China's Reality Show : "The King Of Adventure"

Ada yang sudah pernah menontonnya? Aku juga belum kok, gak tahu nyarinya di mana.

Writen by: Liana Hwie
 

Bao Chun Lai, The Other ‘Badminton Prince’ From China

Pernahkah kalian mendengar nama Bao Chun Lai ?? Mungkin bagi penggemar bulutangkis seperti saya, nama Bao Chun Lai sudah tidak asing lagi terdengar. Bao Chun Lai juga pernah datang ke Indonesia saat tournament Djarum Indonesia Open 2008 & 2009, tapi sayang pada tahun 2009, dia harus terhenti di Quarter Final oleh Taufik Hidayat. Yup, Bao Chun lai adalah pemain bulutangkis Tunggal Putra asal China, yang awalnya direncanakan akan menjadi penerus Lin Dan, tapi sayangnya, kiprahnya di dunia bulutangkis tidak secerah Lin Dan. Well, walau begitu dia tetap idolaku hehehe ^^ Bagi yang tidak tahu siapa Bao Chun Lai itu, berikut saya akan berikan sedikit gambaran..



Bao Chun Lai, cowok keren yang satu ini lahir pada tanggal 17 Februari 1983 di sebuah kota di provinsi Hunan, China, tepatnya di Changsha. Bao Chun Lai merupakan salah satu pemain bulutangkis tunggal putra andalan negeri tirai bambu ini. Dia bersama rekannya, Lin Dan telah membela China selama kurang lebih 10 tahun sejak usia mereka masih remaja. Walau karirnya tidak secemerlang Lin Dan, tapi prestasi yang pernah ditorehkan Chun Lai pun tidak sedikit jumlahnya.



Pada tahun 2004, Bao Chunlai pernah berlaga di Olimpics Summer pada nomor tunggal putra dan berhasil mengalahkan Shoji Sato di putaran pertama. Tapi sayangnya, pada babak 16 besar, Bao Chun Lai dikalahkan oleh Park Tae-sang dari Korea. Namun pada tahun 2006, Bao Chun lai akhirnya berhasil mencapai final tunggal putra di Kejuaraan Dunia melawan Lin Dan. Dan pada tahun 2007, Bao berhasil mencapai semifinal di Korea Open Super Series, walau setelah itu perjalanannya harus terhenti di semifinal.


Pada tanggal 26 September tahun 2008, dalam turnamen China Masters Super Series. Bao Chun Lai bertemu dengan tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat dalam partai perempat final. Pertandingan yang memperebutkan tiket ke semifinal ini berlangsung cukup meriah. Namun sayangnya, langkah Bao Chun Lai harus terhenti di Perempat Final setelah dikalahkan oleh Taufik Hidayat.


Taufik melenggang ke perempat final setelah mengalahkan pemain tuan rumah. Chen Yu dengan dua set langsung 21-15 dan 21-18. Sedangkan Bao Chunlai berhasil ke perempat final setelah menundukkan pemain Jepang, Sho Sasaki juga dengan dua set langsung 21-18 dan 21-17. Saat itu rekor kemenangan Bao Chunlai 6-3 atas Taufik dari sembilan pertemuan sejak Japan Open 2002.


Semua penggemar bulutangkis, pasti mengingat Bao Chun Lai sebagai pemain bulutangkis yang handsome. Bahkan Bao Chun Lai memiliki fans yang berasal dari berbagai belahan dunia *lebay kumat heheh^^* termasuk saya sendiri. Dalam Turnament Djarum Indonesia Open 2008, Chun Lai bermain dengan sangat baik, terbukti dia bisa mengalahkan Taufik Hidayat dan beberapa atlet bulutangkis terkenal lainnya dalam Indonesia Open 2008. Tapi sayangnya semenjak mengalami cedera lutut, karir Bao Chun Lai seolah terhenti begitu saja, karena tidak ada satupun tournament yang berhasil dia menangkan lagi. Sungguh sangat disayangkan, berbanding terbalik dengan idola gue yang satu lagi, Lee Yong Dae hehehe ^^


Selain itu, Bao Chun Lai juga pernah berhasil membawa China mempertahankan piala Thomas untuk yang ketiga kalinya secara beruntun setelah menaklukan Korea Selatan 3-1 di partai final di Istora Bung Karno, Jakarta. Dia bermain sebagai tunggal putra kedua bagi China dan berhadapan dengan Lee Hyun Ill. Setelah melalui reli-reli panjang di game pertama, akhirnya Bao Chun Lai menang dengan skor 28-26. Dan pada game kedua, Bao berhasil mematikan langkah Lee Hyun Ill 21-11.


Well, Chun Lai Khe, walau saat ini aku sudah tidak bisa melihatmu lagi di lapangan bulutangkis tapi aku akan selalu ingat bahwa pernah ada seorang pemain bulutangkis yang handal dan tampan dari China bernama Bao Chun Lai hehehe ^^ 




Profil:
Nama: Bao Chun Lai (鲍春来)
Tempat lahir: Changsa, Hunan, China
Tanggal lair: 17 February 1983.
Tinggi: 191 cm (6 ft 3 in)
Berat badan: 78 kg (170 lb; 12.3 st)
Negara: China
Pemain dengan tangan: Kiri (kidal)
Profesi: Tunggal Putra Bulutangkis China.
Ranking tertinggi: 2 (March 15, 2007)

Turnamen:
World Championships
2003 :  Birmingham - Medali Perunggu - Tunggal Putra.
2006 : Madrid - Medali Perak - Tunggal Putra.
2007 : Kuala Lumpur - Medali Perunggu - Tunggal Putra.
Asian Games
2002 : Busan - Medali Perunggu - Tim Putra.
2006 : Doha - Medali Emas - Tim Putra.
2010: Guangzhou - Medali Emas - Tim Putra.
Thomas Cup
2004 : Jakarta - Medali Emas - Tim Putra.
2006 : Tokyo - Medali Emas - Tim Putra.
2008 : Jakarta - Medali Emas - Tim Putra.
2010 : Kuala Lumpur - Medali Emas - Tim Putra.
Sudirman Cup
2003 : Eindhoven - Medali Perak - Tim Gabungan.
2005 : Beijing - Medali Emas - Tim Gabungan.
2007 : Glasgow - Medali Emas - Tim Gabungan.
2009 : Guangzhou - Medali Emas - Tim Gabungan.
2011 : Qingdao - Medali Emas - Tim Gabungan.
Asian Championships
2009 : Suwon, Korea Selatan - Medali Emas - Tunggal Putra.
2011 : Chengdu, China - Medali Perak - Tunggal Putra.
World Junior Championships
2000 : Guangzhou, China - Medali Emas - Tunggal Putra.
2000 : Guangzhou, China - Medali Emas - Tim Ganda Campuran.
Asian Junior Championships
2000 : Kyoto, Jepang - Medali Emas - Tim Putra.

BWF Superseries (3 titles, 5 runners-up)
Tunggal Putra:
2007 : Malaysia Open - Runner Up
2007 : Indonesia Open - Runner Up
2007 : Denmark Open - Runner Up
2007 : French Open - Runner Up
2007 : China Open - Winner
2009 : Singapore Open - Winner
2009 : Japan Open - Winner
2010 : China Open - Runner Up

BWF Grand Prix (5 titles, 10 runners-up)
Tunggal Putra:
2001 : Dutch Open - Runner Up
2001 : Denmark Open - Winner
2004 : Swiss Open - Runner Up
2004 : Japan Open - Runner Up
2004 : China Open - Runner Up
2005 : China Masters - Runner Up
2005 : Hong Kong Open - Runner Up
2005 : China Open - Runner Up
2006 : Indonesia Open - Runner Up
2006 : Korea Open - Winner
2006 : China Open - Runner Up
2009 : German Open - Winner
2010 : German Open - Winner
2010 : Korea Grand Prix - Winner
2011 : Malaysia Grand Prix Gold - Runner Up

Filmography:
Soul Transfer Station (2012)
Full Strike (2015)
The Match (2016)
Confidant (2019)

Setelah tak cukup beruntung dalam bidang tepok bulu, berkat wajah tampan dan posturnya yang tinggi, Bao Chun Lai akhirnya mencoba menapaki karier di dunia hiburan. Walaupun tingkat popularitasnya tidak setinggi saat dia masih menjadi pemain bulutangkis, namun Bao Chun Lai tercatat pernah membintangi empat judul film yang dapat dijadikan referensi bagi penggemar Bao Chun Lai yang merindukan sang idola muncul di layar kaca. 

Selain aktif berkecimpung di dunia hiburan, Bao Chun Lai juga aktif dalam kegiatan sosial, serta laga ekshibisi legenda bulu tangkis. 

Aktivitas Terbaru Bao Chun Lai.
Karier Hiburan & Akting:
Baru-baru ini ia sempat tampil sebagai kameo atau pemeran pendukung dalam Bao Chunlai Baidu Wiki sebagai "Gold Medal Mentor" dalam sebuah micro-drama olahraga di Tiongkok.

Kegiatan Sosial:
Aktif dalam berbagai kampanye kesehatan dan amal, termasuk bekerja sama dengan rumah sakit besar di Tiongkok untuk program kesehatan anak. 

Laga Ekshibisi Legenda:
Ia sempat reuni dan berpasangan dengan Lin Dan menghadapi pasangan Cai Yun/Fu Haifeng dalam ajang ekshibisi King Cup International Badminton Open.
 
Writen by: Liana Hwie.  

Sabtu, 18 Mei 2013

Bao Chun Lai Berduet Dengan David Tao

Sedang kangen ma Koko yang satu ini, Bao Chun Lai. Well, ternyata selain berganti profesi sebagai Pembawa Acara sebuah reality show, Bao Chun Lai juga menjajal keberuntungan di dunia tarik suara. Nevermind, dengan wajah tampan dan tubuhnya yang tinggi, Bao Chun Lai sudah lolos kualifikasi menjadi seorang artis hehehe ^^

 

Well, Chun Lai Ke, apapun profesimu sekarang, selama kau bahagia menjalaninya, lakukan saja. Sebagai seorang fans, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu. Walaupun sebenarnya, aku ingin kembali melihatmu di turnament-turnament bergengsi kelas dunia seperti dulu *sigh*





Sebelumnya tidak pernah terpikir olehku, seorang pemain bulu tangkis beralih profesi menjadi seorang penyanyi ? Tapi Bao Chun Lai baru baru ini menunjukan kebolehan nya bernyanyi dalam sebuah variety show. Dalam variety show tersebut, Bao Chun Lai bahkan berduet dengan penyanyi terkenal Taiwan David Tao, yang terkenal dengan single-nya “AI HEN CHIEN TAN” alias “Love So Simple”.

 

Siapa yang menyangka kalau Bao Chun Lai ternyata memiliki suara yang indah. Suara Bao Chun Lai yang jernih dan merdu membuat para penggemarnya terpukau. Di tambah dengan wajah tampan Bao Chun Lai dan postur tubuhnya yang tinggi, sejak awal Bao Chun Lai sudah bisa di bilang lulus kualifikasi untuk menjadi seorang artis.

 

Bao Chun Lai pernah mengatakan di saat libur akhir pekan, Ia biasa menghabiskan waktu nya untuk menyanyi di karaoke bersama dengan teman-teman satu tim nya. Ia tidak hanya dapat menyanyi dengan baik, namun juga dapat bermain gitar dengan baik. Tidak heran kalau kepala pelatih China, Li Yong Bo sering membuat lelucon terhadap Bao Chun Lai dan mengatakan, tidak heran Bao Chun Lai selalu kalah dari Lin Dan, karena waktu nya selalu di pakai untuk berlatih menyanyi daripada bermain bulu tangkis. Tapi tidakkah kalimat itu terlalu kejam, Li Yong Bo ???

 

Well, Bao Chun Lai sukses untuk profesi barumu ya, amien ^^


Profesi Baru Bao Chun Lai

Masih ingatkah Anda dengan Tunggal Putra yang tampan dari China, Bao Chun Lai ?? Well, saat era Lee Yong Dae belum muncul, Bao Chun Lai adalah salah satu dari sekian banyak idola bulutangkis saya yang membuat saya betah dan selalu menantikan tournament bulutangkis di televisi. China memang harus diakui selain unggul dalam permainan dan kehebatan para atlitnya, Negara Tirai Bambu itu pun merupakan gudangnya atlit tampan, sebut saja Bao Chun Lai, Fu Hai Feng, Lin Dan, Chen Long dll yang bisa di bilang selain mempunyai segudang prestasi juga memiliki paras tampan.

 

Tapi sadarkah Anda bahwa nama Bao Chun Lai sudah tidak pernah lagi terdengar di kancah Bulutangkis Internasional sejak beberapa tahun silam ?? Kemanakah dia menghilang ?? Well, setelah mencari dan mencari akhirnya saya menemukan penyebab menghilangnya Bao Chun Lai dari kancah bulutangkis Internasional. Bao Chun Lai ternyata memiliki profesi baru yang membuatnya lebih bahagia. Ingin tahu apa profesi Bao Chun Lai setelah gantung raket ?? Let’s check it out !!!!


Bao Chun Lai Dalam Acara 'The King Of Adventure'

Setelah mengumumkan gantung raket pada akhir tahun 2011 lalu, mantan pemain tunggal putra china ini memiliki profesi baru sebagai pembawa acara di salah satu stasiun televisi di China.

 

Menjadi seorang pembawa acara merupakan tantangan baru bagi Bao Chun Lai. Ia mengatakan menjadi seorang pemain badminton dan pembawa acara memiliki tantangan yang sama beratnya. Menjadi seorang pembawa acara harus menekankan pada aspek komunikasi.


Bao Chun Lai saat ini menjadi pembawa acara "The King Of Adventure" yaitu sebuah reality show dengan berbagai petualangan yang menegangkan.

 

Ketika di tanya mengenai pacar, Bao Chun Lai hanya menjawab Ia belum memiliki pacar. Saat ini Ia masih sangat sibuk untuk beradaptasi dengan hidup barunya.

Sumber: Badminton China