Rabu, 01 Juli 2026

Sinopsis & Review: “Summer Desire (2010)”, semuanya dimulai dengan pengkhianatan

My Rating: 5/10

Summer Desire (泡沫之夏/Pao Mo Zhi Xia)” adalah sebuah serial drama Taiwan 2010 yang dibintangi oleh Barbie Hsu, Peter Ho dan Huang Xiao Ming. “Summer Desire” diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama karya Ming Xiao Xi.


Karena tertarik dengan cerita dalam novel ini, Peter Ho sebagai produser drama ini akhirnya memutuskan untuk mengangkat novel tersebut ke dalam layar kaca, dia pun turut membintangi serial ini dengan berperan sebagai Ou Chen. Kabarnya dia secara khusus mengundang Barbie Hsu untuk membintangi serial ini karena tertarik dengan bakat akting sang aktris pemeran San Chai dalam “Meteor Garden” ini.

Dedicated for: My Favorite San Chai ever, Barbie Hsu (1976-2025).
May Rest Soul Rest In Peace.

Summer Desire” pertama kali ditayangkan di stasiun TV Taiwan, FTV pada tanggal 30 Mei–29 Agustus 2010, setiap hari minggu pukul 22.00–23.30 waktu Taiwan. Drama ini juga mendapatkan nominasi untuk kategori “Best Marketing” dalam “46th Golden Bell Awards di tahun 2011.

Di Indonesia sendiri, “Summer Desire” ditayangkan setiap hari Senin-Minggu, mulai tanggal 17 Agustus 2010 pukul 16.00 – 17.00 WIB.


Title: 泡沫之夏 (Pao Mo Zhi Xia)
English title: Summer’s Desire
Genre: Romance, Melodrama
Based on:  Novel Pao Mo Zhi Xia by Ming Xiaoxi
Written by: Lin Chi Le
Directed by: Jiang Feng Hong, Zhang Boyu
Opening theme: Wo Chi Te Wo Ai Kuo (I Remember I've Loved) by Peter Ho
Ending theme: Diamond by Barbie Shu
Country of origin: Taiwan
Original language: Mandarin
No. of episodes: 26

Starring:
Barbie Hsu as Yin Xia Mo
Peter Ho as Ou Chen
Huang Xiao Ming as Luo Xi
Kris Shen Jian Hong as Yin Cheng
Serena Fang as Jiang Zhen En
Chang Kuo Chu as Xi Meng
Fu Pei Chi as young Xia Mo
Wang Zheng Wei as young Luo Xi
Chen Ling Zhen as young Ou Chen
Canti Lau as Xia Ying Bo
Patina Lin as Shen Qiang
Ke Huanru as Pan Nan
Maggie Wu as An Hui Ni
Yang Ko Han as Ling Hao
Coco Jiang as Wei An
Liu Shu Ting as Yao Shu Eer
Huang Yi as Luo Xi's mother
Chen Chen as Jie Ni
Deng Ning as A Sen
Zhao Shun as Yin's father
Ying Cailing as Yin's mother
Zhang Kefan as Jam
Lin Mei Hsiu as Cai Ni
Irene Xu as Fang Jin Hua
Qi Wei as Ou Chen's fake girlfriend
Yue Yaoli as Ou Chen's grandfather
Blackie Chen as Host
Makiyo [zh] as Host
Francesca Kao as Luna


Sinopsis:
Serial ini mengisahkan tentang kisah cinta segitiga antara Yin Xia Mo (Barbie Hsu) dengan kedua pria yang mencintainya sejak SMA yaitu Ou Chen (Peter Ho) dan Luo Xi (Huang Xiao Ming). Saat SMA, Ou Chen dan Xia Mo adalah sepasang kekasih.


Sementara itu, Yin Xia Mo dan Luo Xi adalah anak yatim piatu, yang sama-sama diadopsi oleh orangtua angkat yang sama. Orangtua angkat Xia Mo dan Luo Xi ini bekerja di Perusahaan Ou Chen. Jadi singkatnya Xia Mo dan Luo Xi adalah saudara angkat yang diadopsi dari panti asuhan yang sama. Dan karena setelah mereka diadopsi, mereka berdua tinggal di rumah yang sama, jadi wajar bila perlahan tumbuh rasa di antara mereka berdua.

Tresno jalaran soko kulino” artinya “Cinta datang karena terbiasa”. Mereka bertemu setiap hari di rumah dan sekolah, sudah tentu perlahan tumbuh rasa.

Pasangan peselingkuh: Yin Xia Mo dan Luo Xi.

Namun demi menghargai kedua orangtua angkat mereka, mereka berdua sama-sama menyembunyikan perasaan mereka. Jadi intinya adalah Yin Xia Mo ini selingkuh dari Ou Chen. Xia Mo uda punya pacar tapi pacarnya ini hanya dijadikan tameng untuk menutupi hubungannya pada sang kakak angkat, Luo Xi.

Hubungan Xia Mo dan Luo Xi yang terlampau dekat ini membuat Ou Chen menjadi tidak nyaman dan mulai cemburu. Sepertinya Ou Chen mengetahui kalau di antara Xia Mo dan Luo Xi tak ada yang namanya perasaan murni kepada saudara, tapi lebih dari itu.

Takut sang pacar dan gadis yang dicintainya direbut oleh Luo Xi, Ou Chen yang merupakan Tuan Muda yang kaya raya sengaja mengirim Luo Xi ke luar negeri untuk mengejar impiannya sebagai penyanyi. Tapi sialnya, rencana Ou Chen diketahui oleh sang pacar. Xia Mo yang sedih dan marah karena pria yang dia cintai pergi meninggalkannya karena ulah sang pacar Ou Chen, akhirnya meminta putus begitu saja.


Kalau boleh jujur ya, Yin Xia Mo ini jahat dan egois banget karakternya. Dia yang selingkuh, dia yang mempermainkan perasaan orang tapi dia bukannya merasa bersalah dan minta maaf, justru malah menyalahkan sang pacar yang memisahkannya dengan si selingkuhan dan lebih parahnya lagi meminta putus dengan kejam, hingga menyebabkan Ou Chen yang patah hati karena diputusin, mengalami kecelakaan mobil dan kehilangan ingatannya. Kamu yang selingkuh, woi! Wajar dong pacarmu marah dan cemburu lalu mengirimkan selingkuhanmu pergi jauh ke luar negeri. Masih untung gak dibunuh.


Benar. Ou Chen yang malang mengalami kecelakaan mobil yang cukup parah setelah pulang dari rumah Xia Mo dan kehilangan ingatannya. Namun walau begitu, dalam sudut hatinya yang terdalam, dia merasa seperti ada seseorang yang sangat dia rindukan. 

Itu sebabnya dia selalu memakai renda hijau di pergelangan tangannya. Ou Chen seolah tahu kalau renda hijau itu ada kaitannya dengan seseorang yang sangat dia rindukan itu, karena saat mengalami kecelakaan, dia menggenggam erat renda hijau itu.


Lima tahun kemudian, Luo Xi yang telah menjadi seorang penyanyi terkenal kembali ke Taiwan. Sementara Xia Mo telah menjadi yatim piatu lagi karena orangtua angkatnya meninggal pada tahun yang sama ketika Luo Xi pergi. Demi bertahan hidup, Xia Mo akhirnya mengikuti audisi menjadi seorang penyanyi di sebuah perusahaan rekaman dan tak sengaja bertemu Luo Xi.


Bisa dipastikan, cinta lama akhirnya bersemi kembali. Kalau dulu, mereka sempat dipisahkan oleh Ou Chen dan ada perasaan sungkan pada kedua orangtua angkat mereka jika sesama saudara angkat berpacaran, kini dengan kematian kedua orangtua angkat mereka dan dengan berakhirnya hubungan Xia Mo dan Ou Chen, membuat mereka pada akhirnya dengan terang-terangan dan leluasa menjalin hubungan alias pacaran.


Tanpa mereka ketahui bahwa bos Perusahaan rekaman dan agensi tempat mereka bernaung saat ini adalah Ou Chen. Ou Chen yang awalnya tidak ingat tentang Yin Xia Mo, perlahan namun pasti, karena sering bertemu di perusahaan, mulai mengingat kembali kenangan mereka saat masih pacaran. Saat itu, Yin Xia Mo berpura-pura tidak mengenal Ou Chen, seolah mereka hanyalah orang asing dan bukan mantan kekasih. Sumpah! Dingin dan jahat banget nih karakternya Xia Mo.

Ou Chen kembali mengejar Xia Mo sekali lagi. Sayangnya tidak peduli seberapa keras Ou Chen mencoba mengambil hati Xia Mo, Xia Mo tetap mencintai Luo Xi. Tak hanya Ou Chen yang tidak menyukai hubungan mereka, namun para penggemar yang tak rela idolanya memiliki kekasih juga melakukan segala cara untuk menyakiti Xia Mo. Selain para penggemar yang tidak terima, ada juga mantan pacar Luo Xi dan artis wanita lain yang juga menaruh hati pada Luo Xi yang tak segan-segan menyakiti dan mempermalukan Xia Mo setiap saat.


Di saat Xia Mo terpuruk dan mendapat siksaan perundungan dari fans dan mantan kekasih Luo Xi, Ou Chen selalu menjadi orang yang ada di sisinya dan menyelamatkannya. Bahkan saat ada sebuah mobil hampir menabrak Xia Mo pun, Ou Chen dengan sigap menyelamatkannya.

Oh ya, selain Xia Mo dan Luo Xi, orangtua angkat mereka juga mengadopsi seorang anak laki-laki yang bernama Yin Zheng. Jadi orangtua angkat mereka mengadopsi total tiga anak dari panti asuhan yaitu: Luo Xi, Yin Xia Mo dan Yin Zheng.

Yin Zheng dan Yin Xia Mo

Yin Zheng ini memiliki kondisi fisik yang lemah dan selalu sakit-sakitan sejak kecil, itu sebabnya Xia Mo sangat menyayanginya dan akan melakukan apa pun untuk sang adik tersayang. Karena bagi Xia Mo, hanya Yin Zheng keluarganya. Karena Luo Xi tak pernah Xia Mo anggap sebagai keluarga melainkan kekasih.

Kondisi Yin Zheng akhirnya semakin parah dan mengharuskannya melakukan transplantasi ginjal. Sayangnya ginjal Xia Mo tidak cocok untuk adiknya. Namun ajaibnya di saat Xia Mo putus asa, Ou Chen datang dan menawarkan ginjalnya untuk Yin Zheng.


Selidik punya selidik, ternyata Yin Zheng dan Ou Chen bersaudara karena mereka memiliki ayah yang sama, yaitu Xia Ying Bo. Xia Ying Bo dulunya menjalin hubungan dengan putri satu-satunya keluarga Ou yaitu Ou Xing Ya, yang merupakan ibu kandung Ou Chen. Namun karena mereka tidak sederajat, akhirnya kakek Ou Chen memisahkan mereka dan sejak itu, Ou Xing Ya (Ibu Ou Chen) terkurung dalam sangkar emas. Hingga akhirnya saat Ou Chen masih kecil, Ou Xing Ya memutuskan bunuh diri karena lelah terus dikekang oleh sang ayah.

Xia Ying Bo (ayah Ou Chen dan Yin Zheng) dan Xia Mo.

Setelah hubungannya dengan Ou Xing Ya gagal, Xia Ying Bo kemudian menjalin hubungan lagi dengan ibu kandung Yin Zheng namun dia sendiri pun tak tahu jika kekasihnya itu sedang hamil, hingga entah bagaimana Yin Zheng berakhir di panti asuhan yang sama dengan Xia Mo dan Luo Xi. Sedangkan Ou Chen tetap berada di pangkuan keluarga Ou dan menjadi satu-satunya pewaris keluarga Ou. Btw, yang kaya ini ibu kandungnya Ou Chen ya, makanya Ou Chen pake marga ibunya. Bapak kandungnya Ou Chen misqueen.

Itulah sebabnya ginjal Ou Chen cocok untuk Yin Zheng. Ou Chen yang belum mengetahui bila Yin Zheng adalah adiknya satu ayah, memanfaatkan peluang itu untuk memiliki Xia Mo dan membuat Xia Mo kembali ke sisinya. Dia memberikan syarat agar Xia Mo menikah dengannya sebagai pertukaran ginjal miliknya.


Demi sang adik tersayang, Xia Mo pun dengan berat hati menerima syarat pernikahan tersebut. Dia pun putus dengan Luo Xi dan menikah dengan Ou Chen. Ou Chen yang memang mencintai Xia Mo sepenuh hati tentu memperlakukannya dengan lembut dan penuh cinta, walau tahu hati gadis itu bukan untuknya.

Namun Xia Mo yang merasa berhutang sekaligus merasa bersalah pada Ou Chen karena selama ini selalu bersikap jahat pada pria itu, mulai belajar mencintainya, menerimanya dan bahkan belajar menjadi istri yang baik untuknya.


Apalagi Yin Zheng juga tampak bahagia tinggal di rumah Ou Chen dan mendapatkan perawatan yang terbaik selama ini. Yin Zheng pun menyukai Ou Chen sebagai kakak iparnya, tanpa mereka tahu kalau mereka berdua memang bersaudara. Tapi Yin Zheng selalu percaya bahwa Ou Chen adalah pria yang baik sejak Ou Chen menjadi pacar kakaknya saat SMA. Mungkin ini yang dinamakan “darah lebih kental daripada air”, ya.


Xia Mo pikir hidupnya sudah bahagia, adiknya sehat dan mereka hidup dengan bahagia. Namun sayangnya, walaupun sudah menerima transplantasi ginjal, hidup Yin Zheng tetap tak bisa bertahan lama. Yin Zheng tetap meninggal selang beberapa waktu kemudian karena proses transplantasi tersebut mengalami komplikasi. Tapi setidaknya Yin Zheng sempat merasakan kebahagiaan di saat-saat terakhir hidupnya.


Xia Mo sangat terpukul dengan kepergian Yin Zheng, begitupun juga dengan Ou Chen, apalagi saat mengetahui kebenaran bahwa mereka adalah saudara kandung seayah. Tentu dia pun sangat terpukul lebih dari siapa pun juga.

Ou Chen merasa dirinya sangat jahat karena memaksa Xia Mo menikah dengannya dengan memanfaatkan kondisi Yin Zheng sebagai pertukaran ginjalnya. Padahal sebagai kakak, Ou Chen merasa dia memang sudah seharusnya memberikan satu ginjalnya untuk sang adik, dan bukan justru menggunakan kesehatannya sebagai syarat mengancam Xia Mo. Ou Chen menyesal, namun semua sudah terlambat.


Namun selalu ada pelangi setelah hujan, setelah Yin Zheng meninggal, justru Xia Mo baru saja menyadari jika dia sedang mengandung anak Ou Chen. Xia Mo yang terpuruk karena kematian Yin Zheng, mulai bangkit kembali demi bayinya.

Ou Chen pun berusaha keras menghibur istrinya, dia membuatkan sebuah drama yang khusus dipersembahkan untuk mendiang adiknya, Yin Zheng. Drama itu dibintangi oleh Xia Mo dan Luo Xi. Sebenarnya diam-diam, Ou Chen ingin mengembalikan Xia Mo pada Luo Xi, ingin memberikannya kebebasan alias perceraian agar Xia Mo dan Luo Xi bisa kembali bersama seperti dulu lagi. Itu sebabnya Ou Chen berusaha mendekatkan mantan sepasang kekasih itu melalui syuting drama.


Sayangnya dia tidak menyadari kalau hati Xia Mo sudah berubah. Dia perlahan mulai jatuh cinta pada Ou Chen yang selalu ada untuknya, ayah dari bayinya. Ou Chen yang tidak mengetahui perasaan Xia Mo yang sebenarnya, tetap pada rencananya semula.

Dia mulai mempersiapkan segalanya, yang terbaik untuk Xia Mo dan bayi mereka. Ou Chen menghias dua kamar bayi dengan semua perlengkapan bayi yang sangat lengkap, masing-masing dengan warna biru dan pink. Karena dia merasa dia tidak akan bisa bertemu dengan bayinya setelah lahir jadi karena tidak tahu jenis kelaminnya, Ou Chen menyiapkan keduanya, untuk bayi laki-laki maupun perempuan.


Tak hanya itu, Ou Chen juga sudah mengalihkan separuh asetnya atas nama sang istri, rumah mewah itu juga untuk istrinya dan anak mereka. Mereka boleh mengambil semuanya sementara Ou Chen berencana untuk menghilang ke luar negeri.

Saat malam penghargaan, Xia Mo yang baru saja mengetahui dari wartawan kalau Ou Chen telah mengalihkan separuh hartanya untuk dirinya sangat bingung dan merasakan keanehan, perasaannya mulai tak enak.

Akhirnya dia menelpon asisten sang suami hanya untuk mendengar kabar bahwa Tuan Muda mereka baru saja pergi ke bandara. Sialnya saat itu, Xia Mo dipanggil sebagai pemenang dan harus naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan.

Saat itulah, di atas panggung, seraya memegang piala kemenangan, Xia Mo mengutarakan perasaannya kepada Ou Chen di hadapan para wartawan dan stasiun televisi yang menyiarkan secara langsung adegan tersebut.

Ou Chen melihat dan mendengarnya, tapi rasa bersalahnya pada Xia Mo, membuatnya tetap memutuskan untuk pergi. Tapi untunglah jadwal keberangkatan pesawatnya cukup lama, hingga Xia Mo akhirnya berhasil menyusul Ou Chen ke bandara dan mencegahnya untuk pergi.


Walau awalnya Ou Chen tak percaya jika Xia Mo mencintainya, namun Xia Mo akhirnya berhasil meyakinkan sang suami dan meminta kesempatan padanya untuk memperbaiki semua ini. Ou Chen akhirnya luluh dan akhirnya sepasang suami istri tersebut berciuman dengan mesra di bandara untuk mengukuhkan cinta mereka.

Adegan terakhir diperlihatkan saat Ou Chen dan Xia Mo dengan perutnya yang besar berjalan di sebuah taman, di belakang mereka tampak Luo Xi yang bermain bersama anak-anak seraya meniup gelembung sabun dengan gembira.

TAMAT.


My Review:
1. Karakter.
A. Barbie Hsu as Yin Xia Mo.
Jujur, ini adalah karakter Barbie Hsu yang paling aku benci. Sejak awal di mataku, karakter Yin Xia Mo ini sangat egois, dingin, kejam dan tidak tahu terima kasih. Tak hanya itu, dia juga tukang selingkuh. Uda bagus dia, sebagai anak yatim piatu yang gak jelas asal usulnya, diangkat anak oleh sopir Ou Chen, lalu kemudian dicintai setengah mati oleh majikan sang ayah angkat, dari Nobody menjadi Somebody, calon Nyonya besar kaya raya, eh malah selingkuh sama Luo Xi yang sama-sama gak jelas asal usulnya, yang tak lain dan tak bukan adalah saudara angkatnya sendiri. Ibaratnya anak angkat babu ditaksir sama anak majikan, harusnya bersyukur eh malah selingkuh sama saudara angkatnya sendiri.


Dan karena tahu bahwa perasaannya pada Luo Xi adalah tidak etis, makanya dia menjadikan Ou Chen sebagai tameng untuk menutupi perasaannya sendiri. Egois banget, kan? Kalau gak suka, ya katakan jujur sejak awal. Jangan memberikan Ou Chen harapan palsu yang hanya membuatnya semakin terluka.

Xia Mo uda selingkuh, jelas dia yang salah, tapi begitu Ou Chen yang cemburu mengirim Luo Xi ke luar negeri untuk belajar agar bisa memisahkan mereka, Xia Mo justru sangat marah pada Ou Chen dan meminta putus dengan kejam dan tanpa perasaan. Sampai gara-gara Xia Mo, Ou Chen mengalami kecelakaan parah dan kehilangan ingatan.

Duh, bener-bener gak tahu diri banget si Xia Mo ini. Uda anak yatim piatu miskin gak jelas asal usulnya, dicintai oleh Tuan Muda kaya raya anak majikan bapak angkatnya, bukannya bersyukur malah menyakiti dan selingkuh. Mbencekno banget gitu loh karakternya Xia Mo ini sejak awal.


Aku sampai mikir, coba kalau bukan Barbie Hsu yang main, aku uda ogah nonton nih drama. Toxic banget ceweknya! Xia Mo memang pantes dikirim ke Segitiga Bermuda atau ke Palung Mariana, kalau bisa sama pasangan selingkuhnya juga noh, si Luo Xi bangsat sok kegantengan.

Duh, Ou Chen uda sebaik itu, secinta itu, dia melakukan apa pun untuk Xia Mo, kaya raya, berpendidikan, pewaris tunggal pula, kurangnya hanya satu, di drama, Ou Chen kurang ganteng karena memang Peter Ho gak ganteng di mataku, tapi di dalam novelnya, Ou Chen digambarkan tak kalah ganteng sama Luo Xi, harusnya secara penggambaran novel, Ou Chen tak memiliki kekurangan apa pun, selain terlalu bucin jadinya mau aja “diperbudak” Xia Mo.


Ini murni salah casting aja sih menurutku, coba Ou Chen dan Luo Xi diperankan oleh aktor yang sama-sama ganteng, pasti sejak awal penonton lebih berpihak pada Ou Chen sepertiku. Sayangnya Peter Ho, sang produser kalah ganteng dari Huang Xiao Ming, jadinya separuh penonton berpihak pada Luo Xi karena paras tampannya dan menuduh Ou Chen jahat. Woi, coba deh kamu yang diselingkuhi pacarmu, bisakah berpihak pada seseorang yang telah merebut pacarmu?

Walau menjelang akhir, Xia Mo akhirnya mulai membuka hati untuk Ou Chen dan menyadari kesalahannya, serta mulai bertobat dan tulus mencintai Ou Chen, tapi tetep aja, sepanjang episode awal drama, aku tak hentinya mengumpat.

“Bangsat nih, Xia Mo! Udah, Ou Chen sama aku aja kalau Xia Mo gak mau. Gpp walau Ou Chen kurang ganteng di dramanya, yang penting kaya raya! Selamat tinggal kemiskinan! Selamat datang hidup mewah tujuh turunan! Kapan lagi kan dapet pengusaha kaya raya tujuh turunan yang setia dan bucin abiz seperti Ou Chen? Dijamin dia gak bakal selingkuh!”

Aku sampai mengumpat dengan berapi-api seperti itu setiap kali melihat adegan Xia Mo menolak dan bersikap kejam pada Ou Chen lagi dan lagi.


Tapi harus diakui sih, aktingnya Barbie Hsu memang bagus banget di sini, sampai bisa membuatku membenci karakter yang dia mainkan. Barbie Hsu pinter banget memainkan emosi penonton sampai rasanya pengen ngegampar nih pemeran utama wanita tukang selingkuh sialan. Abaikan hahaha ^^

Tak ada jejak San Chai si “Rumput Liar” di sini, juga tak ada jejak si gadis pemalu “Han Chi Luo” dalam “MARS”, yang ada hanya Yin Xia Mo si cewek tukang selingkuh yang sombongnya amit-amit dan minta digampar wkwkwk ^_^


2. Peter Ho as Ou Chen.
Tuan Muda kaya raya yang sangat kasihan karena diselingkuhi oleh pacar yang sangat dia cintai. Diselingkuhi, dipermainkan, dianggap sampah oleh gadis cantik yang bahkan bukan siapa-siapa, hanya seorang anak angkat dari seorang sopir yang bahkan asal usulnya gak jelas.

Entahlah kenapa penulis novelnya menulis karakter pemeran utama wanita begitu gak tahu diri seperti ini, kelebihannya hanya satu: Cantik. Sisanya, attitude-nya jelek banget. Yin Xia Mo hanya beruntung berkat wajah cantiknya, dia dicintai oleh putra majikan ayah angkatnya. Anak babu diangkat jadi calon Nyonya Muda tapi malah ngelunjak, selingkuh sama kakak angkatnya. Kasian banget Ou Chen >_<

Jujur, waktu pertama kali tayang, aku sempet bingung siapa pemeran utama pria di serial ini, Ou Chen atau Luo Xi. Karena sejak awal seolah diplot kalau Luo Xi-lah yang pemeran utama pria, mengingat Luo Xi dan Yin Xia Mo sama-sama saling mencintai sejak awal, bahkan Yin Xia Mo sudah selingkuh dengan Luo Xi walaupun masih pacaran dengan Ou Chen dan Ou Chen seolah-olah penghalang di antara mereka.


Tapi mau berpihak pada "pemeran utama pria (Luo Xi)", kok hati ini gak rela? Aku benci perselingkuhan! Jadi walaupun plotnya menggambarkan betapa Luo Xi dan Xia Mo saling mencintai pada awalnya namun terpisahkan oleh etika karena mereka adalah saudara angkat dan kemudian dipisahkan oleh Ou Chen karena Xia Mo adalah pacar sah Ou Chen, tapi entah kenapa, aku gak pernah bisa membenci Ou Chen, yang sejak awal seolah diplot sebagai Antagonis dalam serial ini.

Aku gak bisa menyukai Luo Xi, sebaliknya aku justru membenci Luo Xi walaupun secara visual, Huang Xiao Ming sebagai Luo Xi memang lebih ganteng dari Peter Ho, namun karena aku BENCI karakter Luo Xi, bagiku, Luo Xi adalah antagonisnya. Karena aku membenci perselingkuhan!


Yeah, satu-satunya kekurangan Ou Chen hanyalah wajahnya dalam drama kurang ganteng bila dibandingkan dengan Luo Xi. Mungkin karena itulah Xia Mo gak suka Ou Chen karena kurang ganteng kale, ya? Tapi di dalam novel, Ou Chen juga digambarkan tak kalah ganteng dari Luo Xi.

Ou Chen dalam novel digambarkan sebagai Tuan Muda kaya raya yang tampan, pintar, setia dan berkuasa, jika seperti itu, maka bukankah Ou Chen adalah sosok pria yang sempurna? Lalu apa yang membuat Xia Mo gak suka Ou Chen sampai tega menyelingkuhinya dan menyakiti Ou Chen berkali-kali? Entahlah. Aku sendiri bingung. Penulisnya memang gak jelas karena membuat karakter pemeran utama wanita sangat egois, sombong, dingin, kejam dan tukang selingkuh.


Okelah, Ou Chen posesif, cemburuan, bucin abiz dan terlalu mengekang. Tapi coba dipikir deh, kalau kamu tahu pacarmu selingkuh di belakangmu dan jatuh cinta pada saudara angkatnya sendiri, apa kamu sebagai pacar gak cemburu, gak ketar-ketir, gak marah, gak posesif, gak mencoba mengekang biar gak ngelirik cowok lain? Gak mungkin, kan?

Semua tindakan Ou Chen yang terkesan bucin tolol itu semuanya dipicu oleh Xia Mo sendiri, semua itu ada alasannya. Coba Xia Mo gak terlalu deket sama Luo Xi, gak diam-diam mencintai Luo Xi, gak selingkuh dari Ou Chen, gak mempermainkan perasaan Ou Chen dengan hanya menjadikannya tameng, aku yakin Ou Chen gak akan seposesif itu. Ou Chen hanya berusaha melindungi miliknya, pacarnya, gadis yang dia cintai.


Aku sampai sebel sendiri waktu menonton drama ini, duh, Ou Chen pantas mendapatkan wanita yang lebih baik dalam segala hal dibandingkan si tukang selingkuh gak tahu terima kasih macem Yin Xia Mo, tapi apa daya kalau ceritanya cinta Ou Chen hanya untuk Xia Mo? Sesetia itu coba!

Wajah nomor sekian deh ya, tapi kalau uda setia dan kaya raya, bagiku, gak ada alasan untuk menolak Ou Chen. Cari di mana coba cowok kaya raya, setia dan bucin banget kayak Ou Chen di dunia nyata ini. Cowok kaya raya kebanyakan tukang selingkuh, modelan pulu-pulu aja sok-sokan selingkuh, apalagi yang tajir melintir, kaya raya tujuh turunan dan tujuh tanjakan, kan? Jadi cowok modelan Ou Chen ini benar-benar langka dan hanya ada di drama aja.


Aku selalu berharap, “Nih kapan sih Xia Mo sadar kalau sebenarnya Ou Chen tuh baik banget? Sadar dong, Jie! Jangan buta! Ou Chen yang selalu ada di sisimu setiap kali kamu ada masalah, bukan Luo Xi yang hanya memberimu masalah! Hanya datang dengan kalimat manis lalu setelah itu meminta ciuman panas sebagai imbalan kalimat manisnya. Seolah Luo Xi datang hanya untuk cipokan doang.”

Dan syukurlah penulisnya tobat dan membuat ending yang membuat penonton lega, yaitu Yin Xia Mo tobat dan sadar kalau HANYA Ou Chen yang selalu ada untuknya, dan mulai membuka hatinya dengan belajar mencintai Ou Chen.


Coba andaikan endingnya sama Luo Xi, wah, uda aku hujat habis-habisan pasti drama yang satu ini. Uda dibuat endingnya sama Ou Chen aja aku masih ada gairah menghujat karena Ou Chen bahagianya cuma sebentar doang, Luo Xi bahagianya banyak, cipokan hotnya juga banyak, ampe jontor tuh bibir. Sementara Ou Chen dan Xia Mo bisa dihitung jari.

Tapi gpp deh, yang penting endingnya sama Ou Chen jadi keluarga bahagia dan punya anak laki-laki yang tampan, penerus keluarga Ou, sementara Luo Xi jomblo tralala.


Dan karena endingnya sama Ou Chen, otomatis secara logika, Ou Chen-lah pemeran utama pria-nya. Iya, kan? Rumusnya kan seperti itu, cowok yang endingnya berhasil mendapatkan si pemeran utama wanita adalah pemeran utama prianya alias Male Lead, bener kan?

Jadi setelah sepanjang drama dibuat gak yakin siapa Male Leadnya, di ending jadi lega setelah tahu Male Lead-nya ternyata Ou Chen. Nah gitu dong. Kasihan Ou Chen uda terluka berdarah-darah, dia berhak bahagia ^_^


3. Huang Xiao Ming as Luo Xi.
Huang Xiao Ming memang ganteng. Oke, aku akuin dia lebih ganteng dari Peter Ho yang memerankan karakter Ou Chen, tapi walau ganteng, ada sesuatu dari karakternya yang membuatku membenci karakter Luo Xi.


Semuanya berawal karena dia adalah pasangan selingkuh Xia Mo. Luo Xi tak hanya tampan, namun juga pintar bicara manis dan ramah. Mungkin itu sebabnya, dia dengan mudahnya mendapatkan hati Xia Mo saat remaja, karena Xia Mo tergoda oleh kata-kata manis Luo Xi. Cewek mana yang gak suka dirayu?

Berbeda dengan Ou Chen yang tak tahu bagaimana caranya berbicara manis, bibir Luo Xi seolah dilumuri madu. Bila love language Ou Chen adalah Act Of Service alias lebih suka pakai tindakan daripada kata-kata, si Luo Xi ini lebih suka ngomong doang alias NATO (No Action Talk Only).


Dia selalu mengumbar perkataan manis tentang betapa dia mencintai Xia Mo, ingin melindunginya, bla bla bla, namun di mataku terkesan seolah seperti cowok mokondo yang cuma pengen mengambil untung dari ceweknya doang. Playboy cap kapal sih ya, buaya darat!

Karena setelah merayu dengan kata-kata manis, ujung-ujungnya kokop-kokopan. Di mataku sih, Luo Xi kayak bajingan. Jadi dia bersikap manis itu biar dapat tubuhnya Xia Mo doang, biar bisa nyium, meluk dan bahkan hampir tidur bareng tapi Xia Mo-nya gak mau. Intinya, si Luo Xi bicara manis hanya agar bisa mencium Xia Mo dan menyentuhnya dengan sepuasnya.


Beda dengan Ou Chen yang sangat menghormati Xia Mo, bahkan saking menghormatinya, selama pacaran aja, Ou Chen dan Xia Mo gak pernah ciuman bibir. Ou Chen hanya mengecup punggung tangan Xia Mo dan mengecup kening Xia Mo sebagai tanda sayang.

Gak sampai kokop-kokopan hot kayak vacuum cleaner seperti yang dilakukan oleh Luo Xi setiap kali ketemu Xia Mo. Bahkan walau Xia Mo masih berstatus sebagai pacar sah Ou Chen aja, merea uda ciuman bibir hot tanpa malu dan merasa bersalah sekalipun. Itu yang membuatku gak suka karakter Luo Xi. Dia tampak seperti playboy yang uda pro dalam merayu wanita, berkata manis kemudian mengambil untung dari si wanita.


Uda gitu adegan ciuman Luo Xi dan Barbie Hsu banyak dan hot banget pula. Sampai jontor tuh bibir kokop-kokopan mulu, Setiap kali ketemu, kokop, ketemu lagi, kokop lagi, pake acara sedot-sedotan kayak vacuum cleaner -__- Bikin tambah sebel aja.

Oh iya, dulu adegan kokop-kokopan gak disensor loh pemirsa. Lolos sensor, sampai aku malu sendiri waktu adegan kokop-kokopan antara Luo Xi dan Xia Mo muncul di layar.


Gak nyalahin Ou Chen juga sih ya, ini salah Xia Mo yang sengaja mempermainkan perasaan seseorang. Kalau gak suka Ou Chen, ya udah, jangan pacaran dengannya. Jangan menjadikan Ou Chen sebagai tameng untuk menutupi perasaannya yang terlarang kepada sang kakak angkat. Gak adil untuk Ou Chen kesannya, karena perasaannya dipermainkan.

2. Alur Cerita.
Berlatang belakang di dunia hiburan Taiwan. Ou Chen (Peter Ho) berperan sebagai CEO sebuah perusahaan rekaman dan agensi tempat Yin Xia Mo dan Luo Xi bernaung. Sebagai seoran bos besar yang berkuasa, Ou Chen sebenarnya bisa dengan mudah menghancurkan karier Luo Xi bila dia menginginkannya, tapi dia tidak melakukan itu. Karena dia tahu bahwa jika dia sekali lagi menyakiti pria yang dicintai Xia Mo, maka Xia Mo tidak akan memaafkannya dan tidak akan memberinya kesempatan sekali lagi. Nih Ou Chen bener-bener bulol. Padahal jelas-jelas Xia Mo yang salah dan selingkuh dari dia, pantes kalau Ou Chen marah dan mengirim Luo Xi ke luar negeri untuk memisahkan mereka, namun dia justru merasa dialah yang harus meminta maaf pada Xia Mo yang jelas-jelas mengkhianatinya *sigh*


Dari segi alur cerita, jujur, aku gak terlalu suka karena karakter pemeran utama wanita, Yin Xia Mo terlalu jahat, dingin dan berhati kejam. Kalau seandainya dia gak suka Ou Chen sejak awal, ya gak usah dipacarin, hanya untuk akhirnya diselingkuhi. Aku gak tahu ada apa dengan otak penulis novelnya. Kenapa sejak awal aku merasa karakter pemeran utama pria dalam drama ini sangat tidak jelas?

Sejak awal, penonton dibuat berpikir bahwa Luo Xi-lah sang pemeran utama pria karena sejak awal Luo Xi dan Xia Mo saling mencintai dan Ou Chen adalah antagonisnya tapi kenapa karakter Ou Chen jauh lebih kasihan daripada Luo Xi? Dan kenapa juga endingnya sama Ou Chen kalau dia adalah antagonisnya?

Atau jangan-jangan, penulisnya dihujani kritik oleh para pembaca novel yang merasa kasihan dengan karakter Ou Chen, itulah sebabnya endingnya diubah hingga akhirnya Xia Mo dibuat jatuh cinta sama Ou Chen? Kalau memang beneran diubah di saat-saat terakhir, harus kuakui jika perubahan ini sangat tepat. Ou Chen sejak awal terluka berdarah-darah jadi memang sudah seharusnya dibuat bahagia di akhir cerita.


Namun alur cerita yang sangat membingungkan di awal inilah yang membuatku agak kurang suka dan gak bisa memberikan penilaian tinggi untuk drama ini. Bahkan aku ogah kalau disuruh nonton lagi karena aku sangat membenci Luo Xi dan gadis gak tahu diri, Yin Xia Mo. Apalagi mengingat alur ceritanya yang lebih condong pada adegan mesra dan kokop-kokopan antara Xia Mo dan Luo Xi yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan kisah Xia Mo di industri hiburan, seolah kerjaannya Xia Mo dan Luo Xi hanya ciuman doang, ketemu cium, ketemu cium, udah gitu doang, pacaran isinya ciuman doang. Esensi industri hiburan yang menjadi latar belakang cerita ini malah kurang.

Dan yang paling gak aku suka, Ou Chen bahagia cuma di episode-episode menjelang tamat. So, aku pribadi sih berpendapat kalau drama ini tidak cocok untuk ditonton ulang.


3. Kostum dan Hairdo.
Untuk segi style dan hairdo, lumayan sih untuk Barbie Hsu dan Huang Xiao Ming. Mereka berdua yang berperan sebagai artis memang terlihat tampan dan cantik, walaupun untuk hairdo-nya Barbie Hsu agak monoton karena selalu berambut panjang (mungkin Barbie Hsu memang gak mau rambutnya dipotong atau diubah kale ya), namun walau begitu, make up-nya bagus dan membuatnya terlihat sangat cantik. Potongan rambut poni saat masih SMA juga sangat cute, cocok juga untuk Barbie Hsu yang saat itu udah gak muda lagi. Dengan rambut poni, dia terlihat imut.

Tapi untuk Peter Ho terkesan biasa saja. Mungkin karena wajahnya Peter Ho yang memang jujur gak terlalu ganteng, jadi mau pake gaya rambut apa pun sama aja. Hanya saja karakternya Ou Chen bener-bener kasihan jadi walau secara visual, Peter Ho kurang sedap dipandang mata, tapi aku suka karakternya.


4. Original Soundtrack.
Jujur, aku yang biasanya sangat suka mendengarkan, menghapalkan bahkan mendonlod semua lagu-lagu soundtrack dari serial drama Asia (baik drama Taiwan maupun drama Korea), kali ini, justru hanya menyukai satu lagu saja, yaitu opening song yang dibawakan oleh Peter Ho, berjudul "Wo Chi Te Wo Ai Kuo (Aku ingat aku pernah mencintai)" dan soundtrack yang lain, aku gak ada yang suka. Soundtracknya Summer Desire gak ada yang easy listening selain opening songnya. Entahlah, mungkin karena aku gak begitu menikmati ceritanya, banyakan sebel mulu sama Xia Mo dan Luo Xi, jadinya soundtracknya pun gak nyantol. Jadi bagiku, memang hanya "Wo Chi Te Wo Ai Kuo (Aku ingat aku pernah mencintai)" yang bisa kurekomendasikan. Yang lain, gak masuk seleraku.

Sekian review dariku, bagi yang belum pernah menonton serial drama yang satu ini, mungkin bisa dijadikan rekomendasi tontonan saat ada waktu luang, namun tidak disarankan untuk ditonton ulang. Dan bagi yang sudah pernah menonton serial ini, gak ada salahnya sedikit merefresh ingatan tentang drama Taiwan yang satu ini.

Written by: Liana Hwie.
Credit Pict: All pictures belong to owners.

----------------0000000000------------

Warning :
Dilarang MENG-COPY PASTE TANPA IJIN TERTULIS DARI PENULIS! Siapa yang berani melakukannya, aku akan menyumpahi kalian SIAL 7 TURUNAN!

Semua artikel dan terjemahan lagu dalam blog ini adalah murni hasil pikiranku sendiri, kalau ada yang berani meng-copy paste tanpa menyertakan credit dan link blog ini sebagai sumber aslinya dan kemudian mempostingnya ulang di mana pun, apalagi di Youtube, kalau aku mengetahuinya, aku gak akan ragu untuk mengajukan "Strike" ke channel kalian. Dan setelah 3 kali Strike, bersiaplah channel kalian menghilang dari dunia Per-Youtube-an!

Native Ads