Kamis, 20 Juni 2013

Bao Chun Lai, The Other ‘Badminton Prince’ From China

Pernahkah kalian mendengar nama Bao Chun Lai ?? Mungkin bagi penggemar bulutangkis seperti saya, nama Bao Chun Lai sudah tidak asing lagi terdengar. Bao Chun Lai juga pernah datang ke Indonesia saat tournament Djarum Indonesia Open 2008 & 2009, tapi sayang pada tahun 2009, dia harus terhenti di Quarter Final oleh Taufik Hidayat. Yup, Bao Chun lai adalah pemain bulutangkis Tunggal Putra asal China, yang awalnya direncanakan akan menjadi penerus Lin Dan, tapi sayangnya, kiprahnya di dunia bulutangkis tidak secerah Lin Dan. Well, walau begitu dia tetap idolaku hehehe ^^ Bagi yang tidak tahu siapa Bao Chun Lai itu, berikut saya akan berikan sedikit gambaran..



Bao Chun Lai, cowok keren yang satu ini lahir pada tanggal 17 Februari 1983 di sebuah kota di provinsi Hunan, China, tepatnya di Changsha. Bao Chun Lai merupakan salah satu pemain bulutangkis tunggal putra andalan negeri tirai bambu ini. Dia bersama rekannya, Lin Dan telah membela China selama kurang lebih 10 tahun sejak usia mereka masih remaja. Walau karirnya tidak secemerlang Lin Dan, tapi prestasi yang pernah ditorehkan Chun Lai pun tidak sedikit jumlahnya.



Pada tahun 2004, Bao Chunlai pernah berlaga di Olimpics Summer pada nomor tunggal putra dan berhasil mengalahkan Shoji Sato di putaran pertama. Tapi sayangnya, pada babak 16 besar, Bao Chun Lai dikalahkan oleh Park Tae-sang dari Korea. Namun pada tahun 2006, Bao Chun lai akhirnya berhasil mencapai final tunggal putra di Kejuaraan Dunia melawan Lin Dan. Dan pada tahun 2007, Bao berhasil mencapai semifinal di Korea Open Super Series, walau setelah itu perjalanannya harus terhenti di semifinal.


Pada tanggal 26 September tahun 2008, dalam turnamen China Masters Super Series. Bao Chun Lai bertemu dengan tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat dalam partai perempat final. Pertandingan yang memperebutkan tiket ke semifinal ini berlangsung cukup meriah. Namun sayangnya, langkah Bao Chun Lai harus terhenti di Perempat Final setelah dikalahkan oleh Taufik Hidayat.


Taufik melenggang ke perempat final setelah mengalahkan pemain tuan rumah. Chen Yu dengan dua set langsung 21-15 dan 21-18. Sedangkan Bao Chunlai berhasil ke perempat final setelah menundukkan pemain Jepang, Sho Sasaki juga dengan dua set langsung 21-18 dan 21-17. Saat itu rekor kemenangan Bao Chunlai 6-3 atas Taufik dari sembilan pertemuan sejak Japan Open 2002.


Semua penggemar bulutangkis, pasti mengingat Bao Chun Lai sebagai pemain bulutangkis yang handsome. Bahkan Bao Chun Lai memiliki fans yang berasal dari berbagai belahan dunia *lebay kumat heheh^^* termasuk saya sendiri. Dalam Turnament Djarum Indonesia Open 2008, Chun Lai bermain dengan sangat baik, terbukti dia bisa mengalahkan Taufik Hidayat dan beberapa atlet bulutangkis terkenal lainnya dalam Indonesia Open 2008. Tapi sayangnya semenjak mengalami cedera lutut, karir Bao Chun Lai seolah terhenti begitu saja, karena tidak ada satupun tournament yang berhasil dia menangkan lagi. Sungguh sangat disayangkan, berbanding terbalik dengan idola gue yang satu lagi, Lee Yong Dae hehehe ^^


Selain itu, Bao Chun Lai juga pernah berhasil membawa China mempertahankan piala Thomas untuk yang ketiga kalinya secara beruntun setelah menaklukan Korea Selatan 3-1 di partai final di Istora Bung Karno, Jakarta. Dia bermain sebagai tunggal putra kedua bagi China dan berhadapan dengan Lee Hyun Ill. Setelah melalui reli-reli panjang di game pertama, akhirnya Bao Chun Lai menang dengan skor 28-26. Dan pada game kedua, Bao berhasil mematikan langkah Lee Hyun Ill 21-11.


Well, Chun Lai Khe, walau saat ini aku sudah tidak bisa melihatmu lagi di lapangan bulutangkis tapi aku akan selalu ingat bahwa pernah ada seorang pemain bulutangkis yang handal dan tampan dari China bernama Bao Chun Lai hehehe ^^ 




Profil:
Nama: Bao Chun Lai (鲍春来)
Tempat lahir: Changsa, Hunan, China
Tanggal lair: 17 February 1983.
Tinggi: 191 cm (6 ft 3 in)
Berat badan: 78 kg (170 lb; 12.3 st)
Negara: China
Pemain dengan tangan: Kiri (kidal)
Profesi: Tunggal Putra Bulutangkis China.
Ranking tertinggi: 2 (March 15, 2007)

Turnamen:
World Championships
2003 :  Birmingham - Medali Perunggu - Tunggal Putra.
2006 : Madrid - Medali Perak - Tunggal Putra.
2007 : Kuala Lumpur - Medali Perunggu - Tunggal Putra.
Asian Games
2002 : Busan - Medali Perunggu - Tim Putra.
2006 : Doha - Medali Emas - Tim Putra.
2010: Guangzhou - Medali Emas - Tim Putra.
Thomas Cup
2004 : Jakarta - Medali Emas - Tim Putra.
2006 : Tokyo - Medali Emas - Tim Putra.
2008 : Jakarta - Medali Emas - Tim Putra.
2010 : Kuala Lumpur - Medali Emas - Tim Putra.
Sudirman Cup
2003 : Eindhoven - Medali Perak - Tim Gabungan.
2005 : Beijing - Medali Emas - Tim Gabungan.
2007 : Glasgow - Medali Emas - Tim Gabungan.
2009 : Guangzhou - Medali Emas - Tim Gabungan.
2011 : Qingdao - Medali Emas - Tim Gabungan.
Asian Championships
2009 : Suwon, Korea Selatan - Medali Emas - Tunggal Putra.
2011 : Chengdu, China - Medali Perak - Tunggal Putra.
World Junior Championships
2000 : Guangzhou, China - Medali Emas - Tunggal Putra.
2000 : Guangzhou, China - Medali Emas - Tim Ganda Campuran.
Asian Junior Championships
2000 : Kyoto, Jepang - Medali Emas - Tim Putra.

BWF Superseries (3 titles, 5 runners-up)
Tunggal Putra:
2007 : Malaysia Open - Runner Up
2007 : Indonesia Open - Runner Up
2007 : Denmark Open - Runner Up
2007 : French Open - Runner Up
2007 : China Open - Winner
2009 : Singapore Open - Winner
2009 : Japan Open - Winner
2010 : China Open - Runner Up

BWF Grand Prix (5 titles, 10 runners-up)
Tunggal Putra:
2001 : Dutch Open - Runner Up
2001 : Denmark Open - Winner
2004 : Swiss Open - Runner Up
2004 : Japan Open - Runner Up
2004 : China Open - Runner Up
2005 : China Masters - Runner Up
2005 : Hong Kong Open - Runner Up
2005 : China Open - Runner Up
2006 : Indonesia Open - Runner Up
2006 : Korea Open - Winner
2006 : China Open - Runner Up
2009 : German Open - Winner
2010 : German Open - Winner
2010 : Korea Grand Prix - Winner
2011 : Malaysia Grand Prix Gold - Runner Up

Filmography:
Soul Transfer Station (2012)
Full Strike (2015)
The Match (2016)
Confidant (2019)

Setelah tak cukup beruntung dalam bidang tepok bulu, berkat wajah tampan dan posturnya yang tinggi, Bao Chun Lai akhirnya mencoba menapaki karier di dunia hiburan. Walaupun tingkat popularitasnya tidak setinggi saat dia masih menjadi pemain bulutangkis, namun Bao Chun Lai tercatat pernah membintangi empat judul film yang dapat dijadikan referensi bagi penggemar Bao Chun Lai yang merindukan sang idola muncul di layar kaca. 

Selain aktif berkecimpung di dunia hiburan, Bao Chun Lai juga aktif dalam kegiatan sosial, serta laga ekshibisi legenda bulu tangkis. 

Aktivitas Terbaru Bao Chun Lai.
Karier Hiburan & Akting:
Baru-baru ini ia sempat tampil sebagai kameo atau pemeran pendukung dalam Bao Chunlai Baidu Wiki sebagai "Gold Medal Mentor" dalam sebuah micro-drama olahraga di Tiongkok.

Kegiatan Sosial:
Aktif dalam berbagai kampanye kesehatan dan amal, termasuk bekerja sama dengan rumah sakit besar di Tiongkok untuk program kesehatan anak. 

Laga Ekshibisi Legenda:
Ia sempat reuni dan berpasangan dengan Lin Dan menghadapi pasangan Cai Yun/Fu Haifeng dalam ajang ekshibisi King Cup International Badminton Open.
 
Writen by: Liana Hwie.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar