Saturday, March 28, 2015

Ost Till Death Do Us Apart – Ai Siao Te Yen Ching / Smiling Eyes (愛笑的眼睛) / By : Vivian Hsu

Translation By : LIANA HWIE
Song By : Vivian Hsu
Original Television Soundtrack : Till Death Do Us Apart《别愛我》(2006)



“Ost Till Death Do Us Apart – Ai Siao Te Yen Ching / Smiling Eyes (愛笑的眼睛) / By : Vivian Hsu



        


Lyrics Translation :








如果不是那鏡子不想你 不藏秘密
Ru kuo pu she na ching che pu siang ni pu chang mi mi
( Jika bukan karena cerminnya yang salah, pastilah kau yang tidak bisa menyimpan rahasia )

我還不肯相信沒有你我的笑 更美麗
Wo hai pu ken siang sin mei yu ni wo te siao kheng mei li
( Aku masih tidak percaya, tanpamu disisiku, senyumku menjadi lebih menawan )

那天聽你在電話裡 略帶抱歉的關心
Na thien ting ni cai thien hua li, lu tai pao chien te kuan sin
( Hari itu aku mendengar suaramu di telepon yang meminta maaf dengan lembut...)

嘟的一聲切的比你說分手 徹底
Wo thu te yi sheng chie te phi ni shuo fen shou che thi
( Aku memutuskan sambungan telepon itu dengan sebuah pikiran bahwa mungkin sebaiknya kau putus denganku )


** 淚濕的衣洗乾淨 陽光裡曬乾回憶
Lei she te yi shi kan ching yang kuang li shai khan huei yi
( Andai airmata bagaikan pakaian basah yang hanya bisa dikeringkan di bawah sinar matahari )

折好了傷心明天起只和快樂 出去
Che hao le shang sin ming thien chi che he kuai le chu chi
( Kemudian semua kesedihan itu dilipat dengan rapi, hingga esok aku bisa berjalan keluar dengan gembira )

這愛的城市雖然擁擠 如果真的遇見你
Che ai te cheng she suei ran yung chi, ru kuo chen te yi chien ni
( Meskipun kota ini dipenuhi oleh cinta, namun jika aku sungguh bertemu denganmu...)

你不必訝異 我的笑她無法代替
Ni pu phi ya yi wo te siao tha wu fa thai thi
( Jangan terkejut jika dia takkan mampu menggantikan senyumanku )


REFF :
離開你我才發現自己 那愛笑的眼睛
Li khai ni wo cai fa sien che chi na ai siao te yen ching
( Meninggalkanmu, hanya membuatku menyadari bahwa mataku yang selalu tersenyum...)

流過淚 像躲不過的暴風雨
Liu kuo lei, siang tuo pu kuo te pao fung ih
( Kini menangis, bagaikan hujan badai...)

淋濕的昨天刪去
Lin she te chuo thien shan chi
( Yang membasahi semua kenangan hari kemarin )

離開你我才找回自己 那愛笑的眼睛
Li khai ni wo cai chao huei che chi na ai siao te yen ching
( Meninggalkanmu, membuat diriku sendiri menyadari bahwa selama ini mataku selalu tersenyum...)

再見愛情 我一定讓自己
Cai cien ai chingwo yi ting rang che chi
( Selamat tinggal sayang, aku akan membiarkan diriku sendiri...)

讓自己決定
Rang che chi cuei thing
( Membiarkan diriku sendiri memutuskan )


** 淚濕的衣洗乾淨 陽光裡曬乾回憶
Lei she te yi shi kan ching yang kuang li shai khan huei yi
( Andai airmata bagaikan pakaian basah yang hanya bisa dikeringkan di bawah sinar matahari )

折好了傷心明天起只和快樂 出去
Che hao le shang sin ming thien chi che he kuai le chu chi
( Kemudian semua kesedihan itu dilipat dengan rapi, hingga esok aku bisa berjalan keluar dengan gembira )

這愛的城市雖然擁擠 如果真的遇見你
Che ai te cheng she suei ran yung chi, ru kuo chen te yi chien ni
( Meskipun kota ini dipenuhi oleh cinta, namun jika aku sungguh bertemu denganmu...)

你不必訝異 我的笑她無法代替
Ni pu phi ya yi wo te siao tha wu fa thai thi
( Jangan terkejut jika dia takkan mampu menggantikan senyumanku )


REFF :
離開你我才發現自己 那愛笑的眼睛
Li khai ni wo cai fa sien che chi na ai siao te yen ching
( Meninggalkanmu, hanya membuatku menyadari bahwa mataku yang selalu tersenyum...)

流了淚 當一個人看舊電影
Liu le lei tang yi khe ren khan ciu thien ying
( Kini menangis, bagaikan menonton sebuah film lama seorang diri )

是我不小心而已
She wo pu siao sin er yi
( Akulah yang tidak berhati-hati )

離開你我才找回自己 那愛笑的眼睛
Li khai ni wo cai chao huei che chi na ai siao te yen ching
( Meninggalkanmu, membuat diriku sendiri menyadari bahwa selama ini mataku selalu tersenyum...)

再見愛情 我一定讓自己
Cai cien tao ni, wo yi ting rang che chi
( Jika bertemu denganmu lagi, aku akan membiarkan diriku sendiri...)

讓自己 堅定
Rang che chi chien thing
( Membiarkan diriku sendiri lebih kuat )

離開你我才發現自己 那愛笑的眼睛
Li khai ni wo cai fa sien che chi na ai siao te yen ching
( Meninggalkanmu, hanya membuatku menyadari bahwa mataku yang selalu tersenyum...)

流過淚 像躲不過的暴風雨
Liu kuo lei, siang tuo pu kuo te pao fung ih
( Kini menangis, bagaikan hujan badai...)

淋濕的昨天刪去
Lin she te chuo thien wang chi
( Yang menghapus/melupakan semua kenangan hari kemarin )

離開你我才找回自己 那愛笑的眼睛
Li khai ni wo cai chao huei che chi na ai siao te yen ching
( Meninggalkanmu, membuat diriku sendiri menyadari bahwa selama ini mataku selalu tersenyum...)

再見愛情 我一定讓自己
Cai cien ai chingwo yi thing rang che chi
( Selamat tinggal sayang, aku akan membiarkan diriku sendiri...)

讓自己決定
Rang che chi chien thing
( Membiarkan diriku sendiri lebih kuat )

再見到你 我一定讓自己
Cai cien tao ni, wo yi thing rang che chi
( Jika bertemu denganmu lagi, aku sudah memutuskan akan membiarkan diriku sendiri...)

假裝很 堅定
Chia chuang hen chien thing
( Berpura-pura terlihat lebih kuat )


Ost Till Death Do Us Apart – Yi Khe Yung Yen / One Moment Forever (一刻永遠) / By : Hu Ge

Translation By : LIANA HWIE
Song By : Hu Ge
Original Television Soundtrack : Till Death Do Us Apart《别愛我》(2006)



“Ost Till Death Do Us Apart – Yi Khe Yung Yen / One Moment Forever (一刻永遠) / By : Hu Ge



        


Lyrics Translation :








* 你愿意嗎
Ni yen yi ma
( Apakah kau bersedia...)

這一路讓我陪伴
Che yi lu rang wo pei phan
( Menemaniku di sepanjang jalan ini ?? )

我答應不讓你孤單
Wo tha ying pu rang ni khu tan
( Aku berjanji padamu bahwa kau takkan pernah kesepian )

你發現了嗎
Ni fa sien le ma
( Apakah kau menyadarinya...)

愛正悄悄地蔓延
Ai cheng ciao ciao te man yen
( Bahwa cinta perlahan-lahan mulai merekah ?? )

從你的眼到我的心里面
Chung ni te yen tao wo te sin li mien
( Dari matamu kemudian turun ke dalam hatiku )

天很藍 風很淡
Thien hen lan, fung hen tan
( Langit sangat biru, dan angin bertiup lemah )

你的笑容很溫暖
Ni te siao rung hen wen nuan
( Senyumanmu terasa sangat hangat )

有你在身邊
Yu ni cai shen pien
( Cukup dengan kau disisiku...)

這幸福原來如此簡單
Che sing fu yen lai ru che chien tan
( Ternyata sesederhana itulah arti kebahagiaan bagiku )


REFF :
只要有你的愛
Che yao yu ni te ai
( Hanya dengan cintamu...)

這片刻就是我的永遠
Che pien khe ciu she wo te yung yen
( Saat-saat seperti ini akan menjadi milikku selamanya )

就算只有一天
Ciu suan che yu yi thien
( Meskipun suatu hari...)

就算只一瞬間
Ciu suan che yi suen chien
( Meskipun suatu saat...)

世界會靜止在你我眼前
She cie huei cing che cai ni wo yen chien
( Dunia akan berhenti berputar di depan mata kita )

只要有你的愛
Che yao yu ni te ai
( Hanya dengan cintamu...)

每一刻都是我的永遠
Mei yi khe tou she wo te yung yen
( Setiap saat ini akan menjadi milikku selamanya )

也許只有一天
Ye shi che yu yi thien
( Mungkin suatu hari...)

也許只一瞬間
Ye shi che yi suen chien
( Mungkin suatu saat...)

至少在所有時間消失以前你是我的
Che shao cai suo yu she chien siao she yi chien ni she wo te
( Setidaknya saat itu kau adalah milikku sebelum saat-saat itu menghilang )

( REPEAT ALL)

也許只有一天
Ye shi che yu yi thien
( Mungkin suatu hari...)

也許只一瞬間
Ye shi che yi suen chien
( Mungkin suatu saat...)

至少在所有時間消失以前你是我的
Che shao cai suo yu she chien siao she yi chien ni she wo te
( Setidaknya saat itu kau adalah milikku sebelum saat-saat itu menghilang )


Friday, March 27, 2015

Jing Tian - Xue Jian vs Li Xiao Yao - Ling Er

Setelah melihat Chinese Paladin 1 dan Chinese Paladin 3 dimana karakter utama prianya diperankan oleh orang yang sama, yaitu Hu Ge. Jadi mendadak ingin membandingkan chemistry antara sang tokoh utama pria dengan masing-masing lawan mainnya. Well, but of course it’s from my point of view alias sudut pandang penulis. Anda boleh setuju, boleh tidak. Setiap orang memiliki penilaian masing-masing kan? Kalau saya pribadi sih, LEBIH SUKA karakter cewek kuat ya, kayak Huang Rong (Oey Yong), Lin Yue Ru atau Xue Jian sih, pokoknya BUKAN YANG "KLEMAK KLEMEK" atau yang suka nangis gitu...But, baik Li Xiao Yao ataupun Jing Tian, I Love them all because they played by my favorite actor, Hu Ge...So, let’s compared the chemistry between Hu Ge with his 2 co-star !!! 


“Jing Tian - Xue Jian vs Li Xiao Yao - Ling Er”






1. Jing Tian - Xue Jian (Chinese Paladin 3)
Jing Tian (景天) adalah seorang pemuda yang cerewet, mata duitan, suka berjudi, namun sebenarnya baik hati, setia kawan, lucu, playful, banyak akal dan dia memiliki keahlian untuk membuat barang-barang palsu mirip dengan aslinya, serta sangat mengerti tentang berbagai barang antik dan langka. Dia selalu bermimpi ingin menjadi orang kaya agar bisa mengambil kembali Yong An Shop yang dulunya adalah milik ayahnya tapi entah kenapa diambil alih oleh orang lain.








3 Keinginan terbesar Jing Tian adalah : Mengambil kembali Yong An Shop milik ayahnya, mencarikan istri untuk sahabatnya - Mao Mao dan menikahi Xue Jian.

Berbeda dengan Li Xiao Yao, Jing Tian sama sekali tidak berniat menjadi Pahlawan, dia hanya ingin menjadi pemilik Yong An Shop dan punya banyak uang, sama sekali tidak pernah bermimpi untuk menyelamatkan manusia dan menjadi Pahlawan, tapi akhirnya dia malah menjadi seorang Pahlawan karena itu memang takdirnya.




Petualangannya bersama Tang Xue Jian, yang kelak akan menjadi kekasihnya dan cinta dalam hidupnya dimulai saat mereka tak sengaja bertabrakan karena tarikan sepasang pendant/giok jodoh yang didapatkan Jing Tian saat melihat hujan meteor, pendant itu sengaja dijatuhkan oleh Dewa Bintang pada Jing Tian. Ternyata giok itu adalah giok jodoh yang memang diciptakan berpasangan.




Pendant jodoh yang sebenarnya diciptakan berpasangan ini awalnya adalah milik Panglima Fei Peng dan Dewi Xi Yao, yang karena Panglima Fei Peng harus menjalani hukuman reinkarnasi di bumi dan karena begitu mencintai Fei Peng hingga Dewi Xi Yao menciptakan Tang Xue Jian yang berasal dari buah suci dan mengirimnya ke bumi agar menjadi pasangan hidup reinkarnasi Fei Peng agar Fei Peng tidak kesepian dan sendirian di bumi. Dan reinkarnasi Fei Peng tersebut adalah Jing Tian.





Dengan memberikan pendant jodoh miliknya pada buah itu, yang kemudian menjadi seorang gadis cantik yang berwajah sama dengan dirinya - Tang Xue Jian dan meminta Dewa Bintang memberikan pendant jodoh pasangannya yang sebenarnya adalah milik Fei Peng pada Jing Tian yang merupakan reinkarnasi Fei Peng, Dewi Xi Yao berharap agar jodoh mereka bisa diteruskan di kehidupan berikutnya, dia berharap Xue Jian bisa menggantikannya menemani dan mencintai Fei Peng.





Tang Xue Jian (唐雪见), yang berasal dari buah ajaib ciptaan Dewi Xi Yao, jatuh pada saat hujan salju di depan Yong An Shop, dan akhirnya bayi mungil perempuan itu dipungut oleh orang tua Jing Tian kemudian diberikan kepada Ketua Tang untuk diadopsi. Nama Xue Jian berarti “Melihat Salju”, dimana “Xue (雪)” disini adalah “Salju” dan “Jian (见)” yang berarti “melihat”. Belasan tahun kemudian kedua sejoli itu bertemu kembali akibat tarikan sepasang giok jodoh tersebut.




Walau berikutnya, Li Xiao Yao yang datang dari masa depan merebut pendant/giok jodoh itu dari tangan Jing Tian untuk menghalangi Jing Tian agar tidak menjual pendant/giok jodoh tersebut, tapi di episode 36, Li Xiao Yao datang lagi menemui Jing Tian dan mengembalikan pendant/giok jodoh itu ke tangan Jing Tian.





Sejak pertemuan mereka akibat tarikan sihir ajaib dari pendant/giok jodoh itu, Jing Tian dan Xue Jian selalu bertemu kembali, dan kemudian mereka bersama-sama menghadapi manusia beracun. Kakek Xue Jian (Ketua Tang) yang mengetahui bahwa Jing Tian adalah putra dari teman baiknya, sempat meminta Jing Tian untuk kelak menjaga Xue Jian dengan baik. 





Dan begitu kakek Xue Jian meninggal, Jing Tian yang merasa kasihan melihat Xue Jian diusir oleh orang-orang yang selama ini dianggapnya sebagai keluarga, menjadi tidak tega melihat gadis itu sebatang kara lalu memutuskan untuk mengajaknya ikut serta dalam perjalanan mencari 5 mutiara, yaitu angin, api, air, tanah dan petir, yang akan digunakan untuk menyelamatkan dunia.




Dalam perjalanan tersebut, tanpa disadari cinta bersemi diantara mereka. Xue Jian yang lebih dulu jatuh cinta pada Jing Tian, cemburu saat melihat Long Kui memeluk Jing Tian saat berada di sebuah kuil tua, tanpa mengetahui kalau Long Kui sebenarnya adalah adik Long Yang (Reinkarnasi Jing Tian sebelumnya). 





Jing Tian pun tak menyadari perasaannya pada gadis itu. Dia hanya merasa tak suka bila ada pria lain yang mendekati Xue Jian-nya, Jing Tian pun bahkan mengakui Xue Jian sebagai istrinya agar pria tersebut tidak mendekati Xue Jian lagi. Jing Tian pun awalnya berusaha menolak rasa cintanya pada Xue Jian, tapi saat melihat gadis itu akan menikahi pria lain, barulah dia menyadari kalau dia sangat mencintai Xue Jian. Jing Tian akhirnya mengakui perasaannya pada Xue Jian saat mereka bertemu di bawah jembatan.




Xue Jian : “Pendekar Xu Chang Ching pernah berkata padaku kalau jodohku adalah seorang pria yang namanya memiliki unsur alam. Saat aku melihat keatas, aku pasti bisa langsung melihatnya dan dia akan selalu ada sampai kapanpun. Apakah itu Yun?" (Nama pria yang ingin menikahi Xue Jian adalah Yun Ting, dan Yun disini adalah Yun yang berarti “awan”)




Jing Tian : “Tidak. Itu adalah Tian (langit) dan itu adalah aku. Aku menyukaimu. Aku sangat menyukaimu.”
Xue Jian : “Seberapa banyak kau menyukaiku?” tanya Xue Jian ingin tahu.
Jing Tian : “Tak terbatas. Sebanyak upil di hidungku yang takkan pernah habis.”




Xue Jian adalah sumber kekuatan Jing Tian. Jing Tian yang awalnya tidak suka bertarung, sejak dia jatuh cinta pada Xue Jian, khususnya sejak menyatakan perasaannya pada Xue Jian, Jing Tian selalu ingin terlihat keren atau hebat di mata gadis yang dia cintai. Jing Tian bahkan berkata pada Xu Chang Ching “Jangan berebut denganku! Biarkan aku menunjukkan kemampuanku di depan gadis yang kucintai,” ini menunjukkan kalau Jing Tian bertarung hanya untuk menunjukkan kemampuannnya di depan Xue Jian. Dia tidak ingin Xue Jian memandangnya rendah dan ingin Xue Jian kagum dan bangga padanya. 






Saat di episode 27, ketika Jing Tian harus menyamar sebagai Panglima Fei Peng untuk memenuhi keinginan Dewi Xi Yao melihat Panglima Fei Peng untuk yang terakhir kalinya, Jing Tian yang mengenakan pakaian perang Panglima Fei Peng, ditantang oleh Raja Iblis - Chong Lou untuk melanjutkan duel mereka yang sempat tertunda selama ribuan tahun. 






Untuk mengalahkan Raja Iblis - Chong Lou pun, Jing Tian baru bisa menang setelah Xue Jian memberinya semangat dan membuatnya cemburu dengan berkata “Kakak Chong Lou, kau sangat tampan.” Barulah Jing Tian berseru keras “Aku cemburu!” lalu mendadak dia menjadi sangat kuat, lebih kuat dari sebelumnya. 







Xue Jian pun rela berkorban untuknya. Saat Pedang Iblis (The Demonic Sword) meminta darah gadis perawan dari seseorang yang dekat dengan Jing Tian, entah itu Xue Jian atau Long Kui, Xue Jian dengan tulus berkata : Jika kau mencintaiku, biarkan aku melompat ke dalam api.” Jing Tian menjawab “Kau adalah kekasihku. Jika kau ingin melompat ke dalam api, lebih baik aku memilih kau tidak pernah mencintaiku.” Dan akhirnya, Long Kui-lah yang nekat melompat ke dalam api, berkorban demi kakaknya agar kakaknya bisa bahagia bersama Xue Jian. Poor Long Kui...




Walau selalu diwarnai pertengkaran, tapi sebenarnya kedua sejoli itu saling memendam rasa dan cinta yang mendalam. Hubungan mereka berdua yang selalu diwarnai perdebatan mengingatkan saya pada pasangan legendaris : Tao Ming Tse dan San Chai (Meteor Garden), Gu Jun Pyo dan Geum Jan Di (Boys Before Flowers), Lee Young Jae dan Han Ji Eun (Full House) serta Lee Mong Ryong dan Shun Chun Hyang (Sassy Girl Chun Hyang). 




Bukankah percintaan mereka juga diawali dari pertengkaran yang berubah menjadi cinta, juga selalu diwarnai kelucuan dan saling cemburu. Inilah yang membuat kisah cinta Jing Tian dan Xue Jian terlihat LEBIH MENARIK, LEBIH LIVELY (alias lebih hidup), GAK GARING dan GAK NGEBOSENIN.




2. Li Xiao Yao - Ling Er (Chinese Paladin 1)
Li Xiao Yao (李逍遥) adalah seorang pemuda yang sejak kecil selalu bermimpi menjadi seorang Pahlawan, dia berbeda dengan Jing Tian yang sama sekali tidak berniat menjadi Pahlawan. Li Xiao Yao, yang awalnya hanya seorang pemuda berandalan yang tidak memiliki orang tua dan hanya tinggal dengan Bibinya, adalah seorang playboy, nakal, lucu, suka main-main, ceria, carefree dan memiliki kecerdasan diatas rata-rata, bertemu dengan anak buah Bai Yue (Moony) yang sengaja datang ke penginapan milik Bibinya, dan dengan sebuah siasat licik, membuat Bibi Xiao Yao sakit parah dan hanya bisa disembuhkan oleh obat yang berasal dari Fairy island. Disinilah awal dari semua petualangan Li Xiao Yao yang akan mengantarkannya menjadi Pendekar Pedang yang hebat dan Pahlawan besar seperti yang dia impikan selama ini.





Di Fairy Islands inilah Li Xiao Yao bertemu kembali dengan Ling Er, yang kelak akan menjadi istrinya dan cinta dalam hidupnya. Ling Er yang begitu melihat Xiao Yao langsung mengakuinya sebagai Pahlawan Penyelamatnya 10 tahun yang lalu, jatuh cinta pada pandangan pertama pada pemuda itu. 





Berikutnya diketahui bahwa ternyata demi menyelamatkan Ling Er, Li Xiao Yao kembali ke masa lalu, tepatnya ke 10 tahun yang lalu untuk mengubah takdir, tapi sayangnya takdir takkan pernah bisa diubah tak peduli sekeras apapun dia mencoba.




Xiao Yao meminta Ling Er memberikan obat ajaib yang bisa menyembuhkan Bibinya. Nenek Ling Er, yang sebenarnya adalah pengasuhnya, bersedia memberikan obat itu dengan syarat Li Xiao Yao harus menikahi Ling Er. Li Xiao Yao pun setuju dan mereka berdua menikah dan bermalam pengantin bersama. Akan tetapi, setelah mendapatkan obat tersebut, anak buah Moony (Bai Yue) memaksa Li Xiao Yao meminum obat penghilang ingatan. Hasilnya, Li Xiao Yao melupakan pertemuan dan pernikahannya dengan Ling Er. Tapi takdir membuat Xiao Yao kembali bertemu Ling Er saat tanpa sengaja dia menemukan Ling Er sedang disekap oleh anak buah Moony (Bai Yue) di salah satu kamar di penginapan milik Bibinya.





Karena kasihan, Li Xiao Yao memenuhi permintaan Ling Er untuk menemani gadis itu kembali ke pulaunya. Namun tanpa disangka, saat Ling Er tiba di sana, Nenek sudah sekarat dan akhirnya meninggal. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Nenek meminta Xiao Yao untuk melindungi dan menemani Ling Er menemui ayah kandung gadis itu di negeri Nan Zhao. 




Dalam perjalanan tersebut, Li Xiao Yao kembali jatuh cinta pada Ling Er yang kemudian Ling Er justru menyakitinya berkali-kali dengan bersikap dingin pada Xiao Yao, selalu menghindarinya dan bahkan meminta putus darinya.




Xiao Yao dan Ling Er juga bertemu Lin Yue Ru, Lin Jin Yuan, Tang Yu dan Ah Nu yang akan menjadi teman-teman mereka dalam membantu membunuh Moony (Bai Yue). Namun karakter Ling Er yang “KLEMAK KLEMEK”, PASIF, CUMA  BISA DIEM aja, terlalu lemah, cengeng dan gak suka ngomong serta TANPA EKSPRESI membuat kisah cinta Li Xiao Yao dan Zhao Ling Er menjadi GARING ABIS. Seolah disini hanya Li Xiao Yao yang berjuang demi cintanya, Hanya Li Xiao Yao yang ngejar-ngejar Ling Er sementara Ling Er tak pernah menunjukkan cintanya pada Xiao Yao tapi justru selalu menjauhinya. Liu Yi Fei cuma MODAL CANTIK doank tapi GAK BISA AKTING !!!! Jika Xue Jian adalah sumber kekuatan Jing Tian sebaliknya LING ER BUKAN SUMBER KEKUATAN LI XIAO YAO !!!




Berbeda dengan Lin Yue Ru yang selalu berada disisi Xiao Yao, menemaninya dalam suka dan duka, selalu menghibur Xiao Yao saat Xiao Yao sedang sedih, memberi semangat, membantu Xiao Yao agar bersatu kembali dengan Ling Er, bahkan Lin Yue Ru juga mengorbankan nyawa dan perasaannya sendiri. Dia dengan tulus mencintai Li Xiao Yao meski tahu bahwa cinta Xiao Yao hanya untuk Ling Er, cinta Yue Ru sangat tulus tanpa mengharapkan balasan apapun.





Yue Ru bahkan berkata : “To truly love someone, his happiness will be your happiness. I just want him to be happy. If he’s happy, so am I” 
artinya : “Jika kau benar-benar mencintai seseorang, kebahagiaannya akan menjadi kebahagiaanmu juga. Aku hanya ingin dia bahagia. Bila dia bahagia, akupun akan bahagia.”





How I Love Lin Yue Ru’s character.. Lin Yue Ru have a very good heart, she is an angel in my eyes. Inilah yang membuat Chinese Paladin 1 agak mengganjal, karena secara pribadi karakter Lin Yue Ru LEBIH MENARIK daripada LING ER dan ngarep kalau Li Xiao Yao ma Yue Ru aja. Cinta Lin Yue Ru pun terlihat LEBIH BESAR DARI LING ER. Lin Yue Ru sudah berkorban banyak, sedang Ling Er, apa yang sudah dia lakukan untuk Xiao Yao? Nggak ada, selain menyakitinya lagi, lagi dan lagi.





Tapi sayang, lakonnya alias Pemeran utamanya adalah Ling Er. Iiihhh...sebel. Benci banget waktu liat Lin Yue Ru tewas saat berkorban untuk menyelamatkan Xiao Yao dan Ling Er. Ngarepnya ma Yue Ru aja tuh Li Xiao Yao. I’m on Yue Ru’s side.





So, sorry Xiao Yao, berhubung karakternya Ling Er BORING ABIS dan TIDAK MELAKUKAN APAPUN untuk menunjukkan cintanya padamu, so dalam hal couple and Love Story, I LOVE JING TIAN - XUE JIAN MORE !!!!


===============