Friday, August 31, 2012

Fly Me To Polaris / SS501 Fanfiction - One Shot (Kim Hyun Joong Shot)


Author : LIANA HUI

Starring :
Kim Hyun Joong as Himself
Uee's After School (Kim Yoo Jin) as Herself ( ANGELIE )
Kim Kyu Jong as Himself
Park Jung Min as Himself
Kim Hyung Jun as Himself



“ FLY ME TO POLARIS “

( TRAGIC ENDING )





    " Diantara jutaan bintang yang bersinar dengan terang di LANGIT UTARA, hanya ada 1 Bintang yang bersinar SANGAT TERANG melebihi jutaan bintang lainnya yang bersinar.. Bintang itu adalah POLARIS, SANG BINTANG UTARA  yang melambangkan HARAPAN ".
     KIM YOO JIN POV :
    “ Hyun Joong, aku kembali.. Aku bisa melihat bintang itu, bintang Favoritmu.. POLARIS !! Kau benar. POLARIS bersinar dengan sangat indah. Tapi dimana kau sekarang ?? Bukankah kau berjanji akan menungguku ?”, ujarku dengan mata sembab karena airmata.
     Dan disinilah aku sekarang. Di depan makamku. Menangisi kematianku sendiri. Kupandangi tulisan di nisan itu. Terukir namaku. Aku benar-benar tidak percaya. Aku telah mati. Aku juga tidak percaya, kini aku berdiri di depan makamku sendiri. Kecil. Begitu kecil. Makam itu begitu kecil. Aku tertawa getir, rasanya aneh memandang makamku sendiri.
     “ Tuhan, kenapa Kau tega mengatur semua ini untukku ? Kenapa hanya 8 tahun ? Aku ingin hidup lebih lama lagi. Aku berharap bisa melihat matahari terbit dan terbenam. Aku berharap bisa melihat Bintang di Kutub Utara yang sangat indah, POLARIS. Aku berharap bisa melihat Bunga Mawar Ungu, bunga yang dia hadiahkan padaku saat ulang tahunku yang ke 7. Aku juga berharap bisa melihat wajahnya, Pangeran Pelindungku, KIM HYUN JOONG. Seseorang yang tidak pernah kulihat wajahnya. Kenapa ?? Membuatku terpisah dari keluargaku dalam kecelakaan dan membuatku buta, tidakkah sudah cukup kejam ?? Kenapa masih memberikan takdir ini padaku ?? Sebenarnya apa yang sudah kuperbuat di masa lalu sehingga pantas menerima hukuman ini, TUHAN ???”, batinku dalam hati, menjerit. Mengeluarkan semua rasa sakit dan menangis sejadi-jadinya.
    “ Hanya 7 hari… Aku hanya punya 7 hari untuk mencari Hyun Joong dan menyelesaikan semua urusanku didunia, setelah itu aku harus kembali ke Surga agar aku bisa sepenuhnya menjadi Malaikat “, lanjutku sedih.
      Aku tidak ingin jadi Malaikat. Aku hanya ingin kembali ke Dunia dan bersama Hyun Joong, hanya itu !!! Tapi apa kenyataannya ?? AKU SUDAH MATI !!! Tuhan bilang aku terlalu baik jadi dia memutuskan untuk mengangkatku menjadi Malaikat, tapi aku tidak mau sebelum aku menyelesaikan urusanku di Dunia. Dan disinilah aku sekarang. Mencari seorang pria yang bahkan aku tidak tau dia ada dimana dan bagaimana wajahnya.
     “ Ternyata mampu melihat pun tidak ada gunanya untukku ??”, ujarku sedih lalu dengan pandangan kosong aku meninggalkan makamku sendiri.
      Aku tidak tau harus mulai darimana. Seoul begitu luas dan mencari seorang Kim Hyun Joong BUKAN HAL YANG MUDAH. Aku mencari di internet melalui situs jejaring sosial dan aku menemukan banyak sekali orang dengan nama yang sama. Waktuku hampir habis. Tinggal 2 hari tersisa. Apa yang harus ku lakukan ??
    Selama 5 hari ini aku selalu tidur di taman, karena aku Malaikat jadi aku tidak terlalu membutuhkan makanan. Bukankah makanan hanya untuk orang yang masih hidup saja ?? Dan aku hanyalah Roh, Malaikat hanyalah Roh dan aku tidak butuh semua makanan itu. Aku duduk termenung di salah satu ayunan di taman.
     “ Haruskah aku kembali ke Surga sekarang ?? Mungkin bahkan Kim Hyun Joong pun sudah melupakan aku. Aku sudah menemui hampir semua orang yang mengaku bernama kim Hyun Joong di Internet, tapi tidak ada satupun dari mereka yang mengaku pernah tinggal di Panti Asuhan ataupun pernah kehilangan seorang teman karena Kebakaran. Lalu aku harus bagaimana lagi sekarang ? “, batinku sedih sambil berayun-ayun pelan.
    BENAR. AKU MENINGGAL DALAM SEBUAH KEBAKARAN tragis yang merenggut nyawaku. Kejadian itu sudah berlangsung 12 tahun yang lalu.
FLASHBACK ….
Di suatu malam yang tenang tiba-tiba terjadi ledakan gas yang menyebabkan seluruh Panti Asuhan terbakar dengan cepat.
Aku buta, aku hanya bisa merasakan panasnya api itu tapi tidak bisa melihatnya. Aku juga merasakan semua orang berteriak dengan panik di sekitarku, berusaha menyelamatkan dirinya sendiri. Sementara aku hanya diam terpaku, aku tidak bisa melihat, aku tidak tau kemana harus melangkah. Tidak ada seorangpun yang ingat untuk menyelamatkan aku.
Tapi tiba-tiba seseorang menarik tanganku, mengagetkan aku.
“ Ayo Pergi, Yoo Jin !!! Kita  Harus keluar dari sini, sebelum kita mati terbakar !!”, ujarnya. Dia. KIM HYUN JOONG, Satu-satunya orang yang ingat untuk menyelamatkan aku.
“ Tapi aku tidak bisa melihat. Hyun Joong, kau dimana ??”, tanyaku takut. 
“Aku disini. Genggam erat tanganku. Jangan takut. Aku akan menyelamatkanmu !!!”, suaranya terdengar penuh perhatian. Benar. 
Karena aku buta, tidak ada seorangpun yang mau berteman denganku, hanya dia satu-satunya temanku, hanya dialah yang selalu perhatian padaku. Aku mengangguk dan menggenggam tangannya erat. Tapi ternyata apinya berkobar semakin besar. Tiang penyangga panti jatuh di tengah-tengah kami dan membuat Hyun Joong spontan melepaskan tangannya.
“ HYUN JOONG… HYUN JOONG …”, teriakku smbil menangis dan meraba-raba mencarinya.
“ YOO JIN … YOO JIN… AKU DISINI !!! TENANGLAH !!! AKU AKAN KE TEMPATMU DAN MENOLONGMU !!!”, teriaknya, aku bisa mendengar suaranya semakin jauh.
“ Hyun Joong, ayo keluar !! Apa yang kau lakukan ??”, seru salah seorang penjaga Panti yang menurut dugaanku pasti sedang mnyeretnya pergi. 
“ TIDAK !!! LEPASKAN AKU !!! YOO JIN MASIH DISANA !!! AKU INGIN MENOLONGNYA !!! AKU HARUS MENOLONGNYA !! YOO JIN !!! YOO JIN !!!”, teriaknya sambil menangis dan meronta. Tapi orang itu terlalu kuat untuk anak kecil berusia 11 tahun.
“ YOO JIN … YOO JIN !!!!”, dia terus berteriak dan berteriak dan aku hanya bisa terdiam disini sambil meneteskan airmata.
Perlahan aku mendengar suaranya menghilang. Dia pergi. Orang itu sudah membawnya pergi. Tinggal aku disini. Panas dan sakit. 
“ HYUN JOONG, SELAMAT TINGGAL !! SELAMANYA AKU  TIDAK AKAN MELUPAKANMU !!”, ujarku dalam hati, saat aku mnyadari dia benar-benar telah pergi.
Airmataku menetes tiada henti. Saat itulah pertama kalinya aku bersyukur tidak bisa melihat, karena dengan begitu aku tidak perlu melihat bagaimana tubuhku terbakar. Aku bisa merasakan panasnya api mulai membakar tubuh mungilku dan aku hanya bisa menangis sambil memejamkan mataku, dengan tenang menunggu Malaikat Maut datang menjemputku.
END OF FLASHBACK ….
    Perlahan ku hapus airmataku lalu dengan langkah gontai aku melangkah kearah makamku. Tapi begitu terkejutnya aku saat tiba-tiba aku melihat Rangkaian Buket bunga berwarna Ungu ada di atas makamku.
    MAWAR UNGU … Apa ini BUNGA MAWAR UNGU ???”, batinku kaget lalu perlahan kupeluk erat bunga itu sambil menangis.
    “ HYUN JOONG.. Kau ada disini ??”, batinku sambil menangis dan melihat ke sekeliling area pemakaman itu, tapi aku tidak melihat sosok pria manapun. 
   “ Sudah pergi. Apa dia sudah pergi ??”, batinku panik.Lalu ku letakkan kembali Rangkaian Bunga Mawar Ungu lalu berjalan mendekati Penjaga Makam dan bertanya.
    “ Apa ada seseorang yang mengunjungi makam gadis kecil yang ada disana ??”, tanyaku pada Penjaga Makam seraya menunjuk Makamku sendiri.
   “ Oh itu.. Tidak ada orang lain lagi yang mengunjungi makam gadis itu selain seorang pria yang selalu membawa Bunga Mawar Ungu. Dia datang ke makam itu setiap Minggu pada Hari Sabtu. Dia juga selalu memberiku uang dan menyuruhku membersihkan makamnya. Memangnya kenapa ??”, Tanya Penjaga Makam itu.
    “ Seperti apa wajahnya ?? Apa barusan dia kesini ?’, tanyaku lagi. 
   “ Dia sangat tampan dan terlihat seperti orang kaya. Dia memang baru saja pergi. Itu… berjalan kearah sana “, ujarnya sambil menunjuk sebuah jalan setapak.
   “ Terima kasih, Pak. Tuhan memberkatimu “, ujarku berterima kasih lalu berlari mengejarnya. Beberapa meter di depanku aku melihat 2 orang pemuda berjalan bersama. Aku tidak tau pasti yang mana Hyun Joong jadi aku putuskan untuk mengikuti mereka berdua masuk ke sebuah Bar. Jangan Tanya aku dapat uang darimana, aku Malaikat, aku bisa sihir kan ??
    Aku duduk di samping mereka dan mencoba mnguping untuk mencari tau. 
   “ Sudahlah, hyung !! Dia sudah mati. Percuma kau menangisinya. Dia tidak akan pernah kembali “, seru pria yang tampak lebih muda.
    Pria yang 1nya hanya terdiam sambil meneguk birnya. 
   “ Apa dia ke makam itu lagi ?”, Tanya Bartendernya smbil mengambilkan minuman untuk pelanggannya yang lain.
   “ YAAAA !!!! YOU STUPID HORSE !!! Sudah ku bilang jangan beri kakakku minuman yang keras. Kau ingin membunuhnya ?? “, protes yang 1 lagi.
   “ Minnie-ah, berikan yang lebih keras lagi. Kalau bisa beri minuman yang bisa mencabut nyawaku “, pinta seorang pria muda tampan yang di panggil HYUNG itu.
    “ LIHAT KAN ?? Dia ingin mati “, jawab Bartender itu dengan santai.
    “ kau yang akan mati jika berani memberinya minuman lagi “, ancam adiknya.
   “ hahaha.. bagaimana caranya Kura-kura membunuh Kuda ?? Tidak pernah ada dalam sejarah Kura-kura membunuh Kuda.. DASAR BODOH !!!”, ejek orang yang dipanggil Minnie itu smbil tertawa. 
    “ Kalau begitu aku akan membuat Sejarah berubah “, jawab orang yang di panggil Kura-Kura itu.
    Mereka sibuk bertengkar hingga tidak sadar kalau pria yang 1 lagi, yang kemungkinan adalh Hyun Joong sudah berjalan pergi dari tempat itu. Dia berjalan dengan langkah gontai, sepertinya sudah mulai mabuk. Perlahan aku mengikutinya.
   “ YAAA !!! PARK JUNG MIN, YOU ARE STUPID FREAKING HORSE.. Gara-gara bertengkar denganmu aku kehilangan Hyun Joong Hyung “, aku bisa mendengar orang itu bicara.
    “ HYUN JOONG HYUNG ?? Jadi benar itu adalah Hyun Joong yang kucari. HYUN JOONG-KU !!”, batinku gembira. 
    “ YAAAA !!! KIM HYUNG JUN, Seenaknya saja kau menyalahkan orang. Kau yang mulai lebih dulu “, protes orang yang bernama Park Jung Min itu.
   “ berarti benar. Dia Hyun Joong-ku “, batinku lalu bergegas mengikutinya keluar dari bar, meninggalkan 2 orang aneh yang sibuk bertengkar itu.
   Aku berjalan mengikutinya diam-diam. Dia didepanku. Aku ingin sekali memeluknya dan berkata aku sangat mencintainya dan merindukannya, tapi bagaimana dia akan percaya.
    Tidak akan ada seorangpun yang percaya jika kukatakan aku adalah KIM YOO JIN yang sudah mati 12 tahun yang lalu, dia pasti menganggapku gila. Aku begitu sibuk dengan pikiranku sendiri hingga tidak sadar Hyun Joong mulai berjalan kearah tengah jalan. 
    “ Oh tidak !! apa dia benar-benar ingin mati ??”, sahutku saat melihat ada sebuah mobil yang bergerak kearahnya dengan kecepatan tinggi. Aku segera berlari dan menariknya ke tepi.
    Dia terjatuh di atasku smbil menatap mataku dalam. Jarak kami begitu dekat. Jantungku berdebar kencang saat menatap matanya. 
    “ APA KAU SUDAH GILA ?? AKU SAJA INGIN HIDUP TAPI KAU MALAH INGIN MATI ?? APA KAU TAU BETAPA BERHARGANYA KEHIDUPAN ???”, teriakku padanya, marah karena dia tidak menghargai hidupnya. 
    Tapi dia hanya tersenyum dan berkata lirih “ YOO JIN …… YOO JIN …. AKU MERINDUKANMU !!!”, bisiknya smbil menatap mataku dengan setetes air jatuh dari matanya. Lalu sedetik kemudian dia pingsan di atas tubuhku.
  “ HYUN JOONG-ah.. “, bisikku lirih saat melihat dia pingsan sambil menangis. Dia merindukanku. Dia tidak pernah sedetikpun melupakan aku. Tidak peduli walau aku sudah mati, dia tidak pernah melupakan aku. 
   “ Hyun Joong, bagaimana bisa aku meninggalkan Dunia ini jika kau tidak mau melepaskan aku ?? Aku tidak bisa menjadi Malaikat sepenuhnya dan tidak bisa Reinkarnasi karena ada seseorang di dunia ini yang belum merelakan aku. Kau kah orang itu ??’, batinku sambil memeluk tubuhnya yang pingsan.
   Beberapa saat kemudian seorang pria mendekati kami dengan napas tersengal-sengal. 
  “ Nona, apa dia mencoba bunuh diri lagi ?? Maafkan kakakku… Terima Kasih sudah menolongnya “, ujar Pria muda itu lalu mengangkat tubuh Hyun Joong yang menindih tubuhku.
   Aku tersenyum ramah padanya. “ Tidak apa-apa. Aku hanya kebetulan lewat. Tapi memangnya kenapa dia seperti ini ?”, tanyaku mencoba mngorek keterangan.
    “ Cinta Pertamanya meninggal dalam kebakaran. Sejak itu kakakku jadi aneh, dia menutup pintu hatinya untuk orang lain. Dia tampak normal di luar, tapi sebenarnya dia hancur didalam. Ini bukan pertama kalinya dia mencoba bunuh diri. Untung ada kau, jika tidak mungkin dia sudah mati “, jelas adiknya sambil menggendong kakaknya di pundaknya dan membawanya ke mobil mereka.
   Mendadak hatiku sakit. “ Cinta Pertama ?? Aku adalah Cinta Pertamanya ??”, batinku smbil memandang wajah polos Hyun Joong yang tertidur. Setetes air jatuh dari mataku, perasaan sedih dan gembira bercampur jadi satu. Tapi sebelum adiknya melihat airmataku, aku cepat-cepat menghapusnya.
   “ Namaku KIM HYUNG JUN.. Ijinkan aku mengantarmu pulang sebagai tanda terima kasihku, Nona….. “, dia mnggantung kalimatnya. 
   Aku terdiam, berpikir. Dia akan mengantarku pulang ?? Nama ?? Jika aku bilang aku KIM YOO JIN, apa dia akan percaya ??

   “ Angelie.. But You can Call Me Lie “, jawabku asal. Benar. Bukankah sekarang aku adalah Malaikat ?? Jadi aku tidak berbohong kan ??
  “ Nama yang indah.. Angel artinya Malaikat kan ?? kau cantik dan Baik, persis seperti Malaikat “, ujarnya polos sambil memasukkan tubuh kakaknya kedalam Mobil. 
   Aku tersenyum getir. “ Andai saja kau tau aku memang Malaikat “, batinku pahit.
   “ Naiklah !! Akan kuantar kau pulang “, tawarnya. Aku menggeleng pelan. 
  “ Rumahku sangat jauh. Mobil tidak akan bisa menjangkaunya “, jawabku lirih sambil memandang ke Langit dengan sedih.
  “ APA ???”, tanyanya bingung. Aku tersadar dan segera meralat omonganku. 
  “ Tidak !! Maksudku, aku bisa pulang sendiri. Terima Kasih “, tolakku lirih.
  “ Tidak !!! Kalau begitu, ijinkan aku mengundangmu ke rumah kami sebentar. Bagaimanapun juga, kau sudah menyelamatkan kakakku hari ini “, pintanya bersikeras. 
  Aku berpikir, mungkin ini ide yang bagus. Setidaknya aku bisa mencari cara untuk mengatakan yang sebenarnya pada Hyun Joong tanpa harus membuka identitasku. Akhirnya aku mengangguk dan naik ke mobilnya.
  Aku duduk di samping Hyung Jun, tapi sepanjang perjalanan aku terus memandang kearah kursi belakang tempat Hyun Joong tertidur karena mabuk. Aku terus berpikir dan berpikir, tanpa sadar kami sudah sampai ke tempat tujuan kami. Sebuah Mansion. Ini sangat menakjubkan. Masuk ke Mansion itu sama seperti aku masuk ke Istana Cinderella. Beberapa pelayan langsung menyambut kami dan membukakan pintu.
    “ Dimana Kyu Jong Hyung ??”, Tanya Hyung Jun pada salah seorang Pelayan. 
    “ Apa Hyung ada dirumah ??”, tanyanya lagi sambil menaiki tangga dan pelayan itu mengikuti kami dari belakang. 
    “ Iya Tuan Muda. Beliau ada di Ruang Keluarga sekarang “, jawab sang Pelayan.
    Setelah membaringkan Hyun Joong di kamarnya, akupun ikut pergi bersamanya. Aku begitu terpana saat kulihat kamarnya penuh dengan foto kami saat masih kecil, juga semua dekorasi di kamar ini sangat identik dengan warna Ungu. Setangkai Bunga Mawar Ungu juga terlihat ada di atas meja kecil di samping tempat tidurnya. Tanpa sadar aku meneteskan airmata, ingin sekali aku berlari dan memeluknya, mengatakan betapa aku juga mencintainya.
  Tapi aku tidak bisa. Dia tidak akan percaya. Dengan cepat kuhapus airmataku untuk memikirkan cara lain. 
   “ Dia adalah kakakku yang lain. Kyu Jong Hyung, gadis ini yang menyelamatkan Hyun Joong Hyung saat dia mencoba bunuh diri lagi tadi “,serunya pada seorang pria muda yang sedang membaca buku di ruang keluarga.
  Mendengar penjelasan adiknya, dia langsung berdiri dan tersenyum menyambut kami. “ Benarkah ?? Hyun Joong Hyung mencoba bunuh diri lagi ??”, Tanya Kyu Jong sambil menatapku. 
   Aku menggangguk pelan. “ Terima Kasih, Nona… “, dia menggantungkan kalimatnya. 
  “ ANGELIE.. Namanya Angelie.. Tapi kau bisa memanggilnya dengan “LIE”. Benarkan ??”, Tanya Hyung Jun seraya menoleh kearahku. 
  Aku tersenyum dan mengangguk. “ Baiklah. Silakan duduk Nona Angelie “, ujarnya mempersilakan aku.  Aku tersenyum lalu duduk di salah satu sofa di ruangan itu.
   “ Hyung, apa yang kau baca ??”, Tanya Hyung Jun sambil menunjuk buku yang ada dipangkuan kyu Jong. 
    “ Buku Harian. Aku tidak sengaja menemukan ini di gudang. Ini adalah buku harian Hyun Joong Hyung saat masih kecil, tapi sayang sudah terbakar hampir setengahnya. Hanya ini yang tersisa “, jawab Kyu Jong menerangkan.
    “ Kenapa kau baca buku hariannya ??”, Tanya Hyung Jun penasaran. 
   “ Aku hanya ingin tau seperti apa KIM YOO JIN itu ?? kenapa Hyun Joong Hyung tidak bisa melupakannya ??”, jawab Kyu Jong menerawang. Mendengar namaku di sebut, jantungku berdebar kencang.
   “ Kau sudah tau alasannya ??”, Tanya Hyung Jun lagi. Kyu Jong menggeleng. “ Tidak ada. Bagian yang menyebutkan soal Gadis itu sudah terbakar habis “, jawabnya kecewa. Aku juga kecewa, tapi kemudian aku mendapatkan ide cemerlang.
    “ BUKU HARIAN. Benar… Aku akan menggunakan cara ini “, batinku.
   “ Maaf.. apa kakak kalian pernah tinggal di Panti Asuhan St Paulo ??”, tanyaku memulai misiku. Mereka mengangguk. 
    “ Benar. Kakakku pernah hilang di Pusat Perbelanjaan saat kami masih kecil, beberapa tahun kemudian kami menemukannya ada di Panti Asuhan St Paulo.. Itu beberapa saat setelah panti Asuhan itu terbakar “, sahut Kyu Jong.
   Aku tersenyum. “ Aku mengenal gadis dalam foto itu, KIM YOO JIN. Aku memiliki Buku Harian miliknya. Jika kalian tidak keberatan, aku ingin bicara dengan kakak kalian sebentar. Mungkin dengan begitu, aku bisa sedikit menyembuhkan luka di hatinya “, tawarku pada mereka. Mereka terlihat tertarik.
   “ Kau bisa ?? Benarkah ?? Orang tua kami sudah menghubungi banyak Psikiater di negeri ini tapi tidak ada seorang pun yang bisa menyembuhkan luka di hatinya “, ujar Hyung Jun bersemangat.
   “ Ijinkan aku mencobanya “, pintaku setengah memohon. 
   “ Hyung, ijinkan dia “, pinta Hyung Jun. 
   “ Baiklah !! Tolong kami, Nona “, ujar Kyu Jong padaku.
   “ kau bawa Buku Hariannya ??”, Tanya Hyung Jun lagi. Aku menggeleng pelan. 
   “ Tidak !! bagaimana jika besok kalian minta kakak kalian temui aku di Purple Rose Bar jam 10 pagi. Bisakan ??”, tanyaku memastikan. Mereka mengangguk. 
   “ Akan kubawa Hyun Joong Hyung kesana. Jangan khawatir. Tunggu dia disana dan jangan lupa bawa Buku Harian KIM YOO JIN “, ujar Kyu Jong meyakinkan. 
    “ Baiklah !! Aku harus pergi. Sampai jumpa besok “, ujarku lalu pamit pergi.
   Aku harus pergi untuk membeli buku harian. Aku menyihir beberapa lembar Uang untuk membeli Buku Harian, tapi saat aku mulai akan menulisnya, aku menyadari 1 hal. 
    “ SIAL !!! Aku kan buta, bagaimana orang buta bisa menulis sebuah buku ??? DASAR BODOH !!! BAgaimana Ini ??”, batinku panik. Akhirnya aku memutuskan untuk berpura-pura saja. 
    “ Aku hanya ingin mengucapkan Selamat Tinggal padanya. Memintanya untuk merelakan aku dan mengatakan betapa aku juga mencintainya. Setelah itu aku bisa kembali ke Surga dengan tenang “, batinku lalu mulai tertidur karena lelah.
   ESOKNYA, PURPLE ROSE BAR …
   “ Apa kau Nona Angelie ?? Kyu Jong bilang kau punya Buku Harian KIM YOO JIN.. Apa itu benar ?? Kenapa dulu aku tidak pernah melihatnya menulis buku harian ?? Dan aku tidak ingat ada anak di Panti Asuhan yang bernama Angelie. Apa itu hanya nama samaranmu saja ?”, Tanya Hyun Joong bertubi-tubi saat dia tiba disini.
   “ Bisakah kau duduk dulu Hyun Joong ?”, pintaku sabar, sambil menahan airmataku. 
  “ Andai saja dia tau kalau aku adalah orang yang selama ini dia rindukan, dia pasti akan langsung mati karena terkejut “, batinku pahit.
   “ Berikan bukunya.. Aku ingin membacanya sendiri “, pintanya tanpa basa basi. 
   “ TIDAK BISA !! Aku yang akan membacakannya untukmu “, jawabku tegas. 
   “ Tapi kenapa ??”, protesnya. 
   “ Karena buku ini ditulis dalam Huruf BRAILLE, orang biasa tidak akan bisa membacanya “, jawabku bersikeras. 
   Akhirnya dia menerimanya “ Kau benar. Aku tidak bisa membaca Huruf Braille. Tapi bagaimana kau bisa ??”, tanyanya curiga. 
   “ KARENA DULU AKU PERNAH BUTA “, jawabku pelan dan dalam. 
   “ MAAF “, ujarnya menyesal.
   “ Bisa mulai ku baca sekarang ?’, tanyaku. Dia mengangguk pelan. Aku mengambil buku itu dan kuletakkan di atas meja, kubuka setengah agar dia tidak bisa mengintip isinya, lalu kuletakkan tanganku kedalam buku itu seolah-olah sedang meraba hurufnya dan mulai bercerita.
    Satu demi satu, aku mulai menceritakan kisah kami di masa lalu. Makanan favoritnya, apa yang disukainya dan apa yang dibencinya, tentang Bintang Favoritnya – POLARIS, tentang apa yang terjadi di malam Natal, bagaimana kami tersesat di gunung. 
   Tentang Bunga Mawar Ungu yang dia hadiahkan padaku saat Ultahku yang ke 7, tentang Hujan bintang yang selalu dia nantikan, bagaimana kami bertemu pertama kali, bagaimana dia melindungiku dari anak-anak nakal yang selalu menggangguku. 
    Bagaimana dia menjagaku saat aku sakit, menghiburku saat aku sedih, merawatku saat aku terluka, menemaniku saat aku sendirian dan kesepian dan semua hal yang pernah kami lalui bersama di masa lalu. Semuanya masih tergambar dengan jelas dalam ingatanku. Kulihat dia mendengarkan sambil menangis. 
   Tetes demi tetes airmata jatuh dipipinya, kulihat raut kesedihan tergambar di matanya. Berulang kali dia menghapus airmatanya. KIM HYUN JOONG MENANGIS. Dia menangis untukku, akupun perlahan meneteskan airmata, tapi dengan cepat aku menghapusnya sebelum dia melihatnya.
   “ CUKUP !!! JANGAN BACAKAN LAGI !!!”, ujarnya berat sambil menghapus airmata dipipinya.
   “ Kenapa ?? Apa kau tidak ingin lebih mengenangnya ??”, tanyaku bingung.
  “ Apalah gunanya kenangan ?? YANG KUINGINKAN ADALAH DIRINYA, BUKAN KENANGANNYA !!”, jawabnya mantap, mencoba menahan airmatanya. 
   “ BAGUSLAH KALAU KAU MNGERTI !!! Apalah gunanya kenangan ?? DIA SUDAH MENINGGAL !! DIA TIDAK AKAN BISA HIDUP LAGI !!! LUPAKAN DIA DAN MULAILAH DARI AWAL !!!”, seruku emosional.
  “ Jadi itu tujuanmu memperlihatkan buku harian itu ?? Untuk memintaku melupakannya ?? Untuk mengingatkanku kalau YOO JIN sudah meninggal ?? AKU TAU ITU !!! JANGAN KATAKAN LAGI !!! CUKUP !!! HENTIKAN !!! HENTIKAN !!! AKU TIDAK MAU MENDENGARNYA !!! Kenapa ?? Kenapa Tuhan tega mengambilnya dariku ???”, isaknya menangis. Melihatnya seperti itu, hatiku makin hancur.
   “ KIM YOO JIN pasti tidak ingin melihatmu seperti ini. Bangkitlah Hyun Joong !!! ini sudah 12 tahun. Lupakan dia.. Relakan Dia… Itu yang terbaik untuk kalian berdua. Kau tau dia juga mencintaimu, tapi ini sudah terlambat, Waktu tidak akan bisa berputar lagi. Semuanya sudah berakhir !! JANGAN SIKSA DIRIMU LAGI !!! Aku mohon !!! YOO JIN tidak ingin melihatmu seperti ini “, pintaku smbil memohon dan menangis.
   “ TIDAK !!! SAMPAI KAPANPUN AKU TIDAK AKAN PERNAH MELEPASKANNYA !!!”, dengan kalimat itu dia berjalan meninggalkan tempat ini. 
   “ Bagaimana caranya agar kau mngerti ?? Lepaskan aku !! Dengan begini aku bisa beristirahat dengan tenang “, batinku lalu melangkah dengan lemas meinggalkan Restoran.
   HARI TERAKHIR … BESOK ADALAH HARI TERAKHIRKU disini. Gagal meyakinkan Hyun Joong, aku putuskan untuk melakukan apa yang semasa hidupku dulu tidak bisa kulakukan, yaitu pergi ke Planetarium memandang jutaan bintang. Aku duduk ditengah-tengah Planetarium, memandang proyeksi bintang di angkasa. Sungguh Indah. Tapi akan lebih indah bila bisa kulihat ini bersamanya. 
   “ POLARIS.. FLY ME TO POLARIS !!! POLARIS, SANG BINTANG UTARA.. memang bersinar paling terang diantara yang lainnya. Hyun Joong, apa sekarang kau juga sedang memandang bintang ??”, tanyaku dalam hati, menangis.
   BACK TO PURPLE ROSE BAR …
   Hyun Joong berdiri dengan gemetar saat dia menyadari buku Harian itu ternyata kosong. Tidak ada apapun yang tertulis disana. BENAR-BENAR KOSONG !! 
   “ Bagaimana dia bisa… Buku Harian ini kosong.. Bagaimana dia bisa…??”, Hyun Joong tidak sanggup meneruskan kata-katanya.
   ” YOO JIN-ah… MY LOVE !!! FINALLY YOU ARE BACK !!!”, ujar Hyun Joong tertawa ditengah tangisnya, seraya memeluk erat buku harian itu.
    YOO JIN tidak sengaja menjatuhkan buku itu saat salah seorang pelanggan menabraknya dan membuat bukunya terjatuh tidak jauh dari meja tempat dia duduk tadi, kebetulan Hyun Joong kembali karena ingin meminta buku itu, tapi betapa kagetnya dia saat menyadari buku itu ternyata kosong. Dengan langkah cepat dia menyusuri sepanjang jalan sekitar restoran itu tapi tidak berhasil menemukannya, akhirnya dia putuskan untuk mengunjungi makamnya.
    AT FUNERAL …
    KIM YOO JIN POV :
  Hari sudah malam, dengan langkah gontai aku berjalan kearah makamku, berniat mengunjunginya sekali lagi sebelum besok aku kembali ke Surga. Tapi betapa terkejutnya aku saat melihat Hyun Joong ada disana. 
   “ YOO JIN-ah.. Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu “, ujarnya lalu langsung berlari memelukku dengan erat. 
   “ JANGAN PERGI LAGI !!! JANGAN TINGGALKAN AKU LAGI !!! KUMOHON !! AKU MENCINTAIMU !!! AKU TIDAK BISA HIDUP TANPAMU !!!”, bisiknya ditelingaku, aku merasakan Pundakku basah. Aku yakin dia sedang menangis sekarang. Tanpa sadar airmataku pun menetes.
    Dia melepaskan pelukannya sejenak lalu menatap mataku dalam-dalam. 
   “ kau tau berapa lama aku menunggu ?? 12 tahun.. Aku percaya suatu hari nanti kau pasti akan kembali. Dan akhirnya kau kembali. Terima kasih, sayang “, ujarnya lalu mencium bibirku dengan mesra. Karena terlalu merindukannya, akupun membiarkannya menciumku, akupun membalas ciuman itu. Tapi tiba-tiba aku tersadar dan mendorongnya menjauh.
   “ Aku tidak mngerti kau bicara apa !!! Aku bukan KIM YOO JIN !! KIM YOO JIN sudah meninggal “, sangkalku sambil memutar tubuhku membelakanginya.
   “ Oh ya ?? LAlu apa ini ??? Buku ini kosong kan ?? Jika kau bukan KIM YOO JIN, bagaimana kau tau semua kenangan kami ?? Bahkan kenangan terkecil yang hanya aku dan dia saja yang tau. JAWAB AKU !!!”,  teriaknya padaku dengan penuh emosi.
    Aku terdiam tak menjawab saat aku melihat buku itu dalam genggamannya. 
   “ Tolong jangan menyangkal. Aku tidak tau bagaimana caranya, aku juga tidak peduli bagaimana caranya..asalkan kau disisiku sekarang, walau ini terlihat sangat tidak masuk akal, tapi aku sangat bahagia. KUMOHON JANGAN PERGI LAGI !!! JANGAN TOLAK AKU, YOO JIN “, pintanya sambil memelukku sekali lagi.
   “ Waktuku sudah habis. Aku harus segera kembali ke Surga. Aku tidak ingin melihatmu terluka, Hyun Joong.. tapi inilah yang sebenarnya “, bisikkku lirih dalam pelukannya. Dia menggeleng pelan. 
   “ TIDAK !!! KALI INI AKU TIDAK AKAN MELEPASKANMU !!!”, pintanya bersikeras sambil memelukku erat.
   “ Untuk yang terakhir, aku ingin berkencan denganmu. Kau mau kan ??”, pintaku sambil menangis pelan. Dia mengangguk mantap. 
    “ Apapun yang kau inginkan, MY LOVE !!”, ujarnya lirih sambil mngelus rambutku. 
   “ Malam ini, tidurlah di rumahku.. Aku ingin memelukmu “, pintanya lalu membawaku kambali ke rumahnya. Kyu dan Hyung Jun terlihat bingung tapi tidak mngatakan apapun. Malam itu aku tidur disampingnya, dengan dia memelukku erat.
    ESoknya, kami pergi ke Taman Hiburan dan mencoba segala macam permainan. Kami tertawa dan menciptakan kenangan indah bersama. Kami makan es krim dan berfoto sebanyak mungkin. Kami juga nonton boskop dan man Ice Skeating. Hari ini adalah hari terakhirku, setelah ini aku tidak akan kembali lagi. Aku hanya ingin memberinya kenangan manis untuk yang terakhir kali, sebelum aku benar-benar perg.
    “Hyun Joong, kau tau aku sangat mencintaimu kan ??”, tanyaku saat kami berdua duduk memandang matahari terbenam dipinggir pantai. Dia menggangguk mantap. 
     “ AKU TAU.. Aku juga sangat mencintaimu “, ujarnya smbil mencium bibirku lembut. 
     “ Apa kau akn mengabulkan semua keinginanku ??”, tanyanya ragu.
    “ Jika kau ingin aku melupakanmu atau melepaskanmu,, jawabanku adalah TIDAK !! AKU TIDAK BISA !!!”, jawabnya mantap. 
   Aku menarik napas “ HYUN JOONG…”, aku ingin meprotes tapi dia mengalihkan pembicaraan. 
     “ LIHAT ITU !!! POLARIS muncul !!, ujarnya senang smbil menunjuk ke langit utara.
  “ Itu adalah Bintangku. POLARIS. Bintang yang cantik di langit utara. Bintang ini melambangkan keinginan dan harapan yang kuat untuk mencapai sesuatu. Karena letaknya sangat dekat dengan Kutub utara Langit, makanya Polaris sering juga disebut bintang  Utara. Polaris merupakan bintang paling terang di rasi Ursa Minor. Apa kau tau itu ?? “, tanyanya dengan bangga.
     “ Aku tau. Kau sudah menceritakannya berulang kali waktu itu. Bintang yang melambangkan keinginan dan harapan yang kuat untuk mencapai sesuatu.. Terdengar sangat indah kan ?? Apa itu alasan kau sangat menyukainya ?? Karena POLARIS MELAMBANGKAN HARAPAN ??”, tanyaku sambil mnyandarkan kepalanya di dadanya.
Dia mengangguk mantap. Sekuat harapanku untuk bertemu denganmu, seterang itulah POLARIS bersinar menyinari LANGIT UTARA “, ujarku lalu membungkukkan wajahnya dan mencium bibirku sekali lagi. 
 “ Aku berharap waktu berhenti berputar agar kita bisa selamanya seperti ini “, bisiknya setelah menciumku. Aku menangis lagi, tapi dia mengusap airmataku. 
" Jangan menangis, YOO JIN. aku tidak ingin melihat airmatamu “, ujarnya, semakin menyayat hatiku.
“ Kalau begitu kau juga harus berjanji untuk tidak menangis untukku. Berjanjilah kau akan hidup dengan bahagia. Berjanjilah kau tidak akan mencoba bunuh diri lagi. Aku tidak ingin melihatmu menyakiti dirimu sendiri “, pintaku memohon sambil membelai pipinya.
Dia terdiam. “ Tunggulah aku !! akan ada saatnya aku pasti akan ke tempatmu “, jawabnya lirih, lalu memelukku erat.
“ Hatiku sakit. Sakit sekali. Betapa inginnya aku terus memelukmu seperti ini. Betapa aku sangat mencintaimu tapi aku tidak mampu memelukmu. Kenapa Tuhan begitu kejam padaku ??? Pada kita ??”, ujarnya, sekali lagi meneteskan airmata. Kami masih berpelukan erat saat tiba-tiba aku mnyadari ada yang aneh dengan pergerakan bintangnya. Dan dalam sekejap turunlah hujan Bintang.
Aku menangis semakin sedih. “ SEKARANGLAH SAATNYA !!! AKU HARUS KEMBALI KE SURGA !!!”, batinku sedih. 
“ Hyun Joong, aku mencintaimu.. Hiduplah demi aku.. Kau harus bahagia demi aku. Foto itu, simpanlah untukmu “, ujarku lalu menciumnya untuk yang terakhir kali.
Dia menatapku bingung. “ HUJAN BINTANG !!!! SEKARANGLAH SAATNYA !!”, jawabku sambil menunjuk langit. Dia memandang ke langit dan melihat bintang-bintang itu berjatuhan.
“ Apa maksudnya ??”, tanyanya bingung sambil menatapku. Perlahan aku melepaskan diri dari pelukannya dan bangkit berdiri. 
“AKU HARUS PERGI.. SELAMAT TINGGAL, HYUN JOONG… POLARIS-KU “, bisikku sambil menangis dan berjalan menjauh.
Dia mendekatiku perlahan. “TIDAK !!! JANGAN LAGI !!! JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRI !!! YOO JIN-ah.. BAWA AKU BERSAMAMU !!! Bawa aku ke POLARIS bersamamu “, ujarnya memohon dengan berlinang airmata. Aku menggeleng pelan.
“ Akan ada saatnya tapi tidak sekarang… GOODBYE, MY LOVE !!! TERIMA KASIH KARENA SUDAH MENCINTAIKU”, seruku dengan airmata berlinang di pipi, saat aku merasa sebuah sinar menerpa tubuhku dan perlahan aku merasa tubuhku sangat ringan. Aku pun mulai terbang sedikit demi sedikit, bersatu dengan kumpulan bintang.
“ TIDAK !!! AKU MENCINTAIMU, YOO JIN !!! JANGAN PERGI !!”, Hyun Joong berlari mngejarku dengan bercucuran airmata.
“ AKU JUGA MENCINTAIMU, KIM HYUN JOONG !!! Berjanjilah untuk hidup dengan bahagia, sampai saatnya kita akan bertemu lagi “, teriakku lantang sambil melambaikan tangan padanya dan menangis terisak. Aku pun terbang menuju POLARIS, BINTANG HARAPAN, semakin lama semakin tinggi hingga aku tidak bisa mendengar suaranya lagi ataupun melihat sosoknya lagi.
“ SELAMAT TINGGAl… SELAMAT TINGGAL, CINTAKU “, batinku sedih. Sekarang semuanya benar-benar sudah berakhir.
KIM HYUN JOONG POV :
“ Dia sudah pergi.. terbang bersama Bintang di langit, dan aku disini sendiri, meratapi kesedihanku karena kehilangan orang yang kucintai. YOO JIN, SELAMANYA AKU AKAN MENCINTAIMU.. TIDAK ADA SEORANG PUN YANG AKAN MENGGANTIKAN POSISIMU DI HATIKU “, batinku sambil menatap ke Langit.
“ Wo Chung Yi Che Tao Sheng She te LIU SING YI, She Thien Khung Sang Mien Liu Shia Lai te YEN LEI … Sekarang aku tau apa arti HUJAN BINTANG, Artinya adalah TETESAN AIRMATA DARI LANGIT “ , bisikku lirih sambil mengusap airmataku dan berjalan meninggalkan Pantai ini dengan langkah Gontai.
“ YOO JIN, akan tiba saatnya kita akan bertemu lagi “, ujarku mantap sambil memandang foto YOO JIN dalam genggamanku.
==========================  END  =================================


NB : AUTHOR PAMER BHS MANDARIN DIKIT GAK APA-APA KAN ??? Hehehe,,

“ Please Be Nice To Me “ - SEKUEL : One More Time / SS501 Fanfiction - One Shot (Kim Hyun Joong Shot)


Author : Liana Hui

Starring :
Kim Hyun Joong as Himself
Liana Wijaya ( Author ) as Kim Lee an
Heo Young Saeng as Himself
Kim Kyu Jong as Himself
Park Jung Min as Himself
Kim Hyung Jun as Himself


PLEASE BE NICE TO ME “
- SEKUEL : ONE MORE TIME -
( TRAGIC ENDING )
“ TUNGGU !!! JANGAN PERGI !!”, seru seorang pria seraya menahan tangan wanita itu. Wanita itu menoleh dan kaget melihat siapa pria itu. 
“ Hyun Joong “, pekiknya tertahan.
“ PARK JUNG MIN, TUTUP PINTUNYA !!!”, perintah Leader pada Jung Min yang berdiri didepan pintu. Tanpa dikomando 2 kali, Jung Min langsung menutup pintunya. Young Saeng yang tadinya berinisiatif ingin mencegah, lega karena akhirnya sang Leader sudah bertindak lebih dulu. Sementara Lee An masih terbengong melihat pria dihadapannya.
         “ Lee An… Ini aku. Maaf. Aku…”, ujar Hyun Joong berusaha menjelaskan tapi wanita itu menampar wajahnya keras.
PLAAKKK ….
“ KAU TIDAK BOLEH MERAMPASNYA !! DIA PUTRAKU !! HANYA PUTRAKU !!! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU MERAMPASNYA !!!” jerit Lee An histeris. Setelah sekian tahun dia berjuang membesarkannya sendirian, dia tidak ingin Hyun Joong merampasnya. Kata-katanya membuat Hyun Joong semakin yakin kalau Lee Hyun adalah anaknya.
          “ Apa dia Putra kita ?”, tanyanya dengan mencengkeram tangan wanita itu.
“IBU…”, Lee Hyun merengek takut. Menyadari anaknya ketakutan, Hyun Joong melembutkan suaranya.
“ APA DIA ANAK KITA ??”, ulangnya lebih pelan tapi dalam. Lee An terdiam. Diam berarti Iya. “ Kenapa kau tidak mengatakannya padaku ?’, Tanya Hyun Joong frustasi.
“Hyung, ada apa ini sebenarnya ?”, Tanya Kyu bingung. Young Saeng menepuk pundaknya, tanda menyuruhnya diam. Tiba-tiba Hyun joong berlutut sambil menangis di hadapan Lee An.
“ aku tau kesalahanku tidak termaafkan. Aku tau aku tidak seharusnya melakukannya. Aku tau kau pasti sangat membenciku sekarang. Tapi tolong beri aku 1 kesempatan. AKU MENCINTAIMU, KIM LEE AN !!! PLEASE, GIVE ME ONE MORE TIME !! Akan kulakukan apapun untukmu, untuk menebus kesalahanku tapi ijinkan aku kembali. Ijinkan aku bersamamu dan Putra kita “ Kim Hyun Joong yang hebat sekarang memohon pada kekasihnya dan Ibu dari anaknya untuk kembali. Dia memohon sambil berlutut dan menangis.
         Lee An juga menangis tapi kenyataan bahwa pria ini telah memperkosanya tidak bisa di ubah. “ KAU MEMPERKOSAKU !!!”, jeritnya histeris.
“ MWO ??? MEMPERKOSA ???’, seru Kyu, Jung Min dan Hyung Jun serempak. Young Saeng yang pengertian langsung tau apa yang harus dilakukannya.
“ Leader, kurasa kalian perlu bicara berdua. Kami akan pergi dulu dan bermain bersama Putramu. Ayo kemari sayang…”, ajak Young Saeng lembut seraya meraih tngan Lee Hyun dari Ibunya dan menggendongnya sayang.
“ TIDAK PERLU !!! Akulah yang akan pergi.. Ayo sayang “, seru Lee An seraya menarik tangan Putranya dan membawanya pergi dari sana.
“ Ibu, sakit..”, protes Lee Hyun karena Ibunya mencengkeram tangannya erat. Tapi Lee An tidak peduli, dia terus membawa Putranya pergi.
“ Hyung, apa yang terjadi ? Siapa wanita itu ? Apa maksudnya dengan memperkosa ?”, Tanya Kyu bingung. Hyun Joong terdiam. Shock. Bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Dia sudah berlutut dan memohon, tapi gadis itu tetap pergi.
“ Apa yang kau tunggu Hyung ? KEJAR DIA !!! Kau tidak ingin kehilangan mereka sekali lagi kan ? “, desak Young Saeng. Hyun Joong tersadar.
“ Kau benar Saengie-ah “, ujar Leader tersadar, lalu segera berlari keluar kamar dan mengejar Ibu dan anak itu. Hyun Joong  berlari turun ke Lobby tapi Lee An sudah menghilang, saat itulah dia melihat gadis itu melambaikan tangan ingin memanggil taksi, Lee Hyun berdiri di sampingnya. Hyun Joong segera berlari menghampiri mereka dan mencengkeram tangan Lee An.
“ Lee An, kumohon.. dengarkan aku dulu “, pinta Hyun Joong memohon.
“ Tidak ada yang perlu dijelaskan “, sahut Lee An dingin.
“ Beri aku 1 kesempatan “, pintanya sedikit memaksa.
“ Aku tidak ingin kehilanganmu. Percayalah !! AKU SANGAT MENCINTAIMU, LEE AN.. Aku takut kehilanganmu. Kecemburuanku telah membuatku gila. Aku begitu cemburu melihatmu berpelukan dengan pria lain. Aku sendiri tidak tau apa yang kupikirkan saat itu, tapi percayalah aku sangat mencintaimu. MAAFKAN AKU !! “, pinta Hyun Joong memelas.
“ Pria siapa maksudmu ?? Jangan mencari alasan “, sergah Lee An sambil berusaha melepaskan diri dari cengkeramn tangan Hyun Joong. “Ibu…”, rengek Lee Hyun.
“ Paman jahat !! Lepaskan Ibuku !!!”, Lee Hyun memukul-mukul Hyun Joong dengan tenaganya yang kecil.
“ Sayang, aku ayahmu !!”, ujar Hyun Joong lembut pada Putranya tapi tetap mencengkeram Lee An.
“ KAU BUKAN AYAHKU !! Ayahku tidak peduli pada kami. Ayahku jahat dan Paman sama jahatnya “, ujar Lee Hyun menolak. Hyun Joong shock dengan penolakan Putranya. Tanpa sadar dia meneteskan airmatanya.
“ Lee An, aku tau aku salah. Hukum aku. Pukul aku. Lakukan apapun yang kau mau tapi kumohon MAAFKAN AKU, biarkan aku bersama kalian “, Hyun Joong kembali memohon.
“ Kau tau kecemburuanmu sangat tidak beralasan. Pria yang memelukku itu adalah kakak sepupuku yang baru datang dari Amerika. Apa salah jika aku memeluk kakakku sendiri ?”, jerit Lee An frustasi.
Hyun Joong terpana “ Tapi aku dengar kalian akan menikah …”, suara hyun joong tercekat. “ Itu Tidak Benar !! Kau hanya mencari alasan “, sentak Lee An.
“ AKU MENCINTAIMU !!”, teriak Hyun Joong keras, tidak peduli walau ada orang yang akan mendengranya.
“ Sayang sekali aku tidak percaya “, pekik Lee An sambil menangis.
“ Jangan Pergi aku mohon. Apa yang harus kulakukan agar kalian mau memaafkan aku ?”, pekik Hyun Joong putus asa.
“ AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKANMU KECUALI JIKA KAU MATI !!!”, ujar Lee An dengan kejam sambil menangis. Hyun Joong shock, hatinya seolah ditusuk ribuan pedang. Perlahan dia melepaskan cengkeramannya di lengan Lee An.
“ Kau ingin aku mati ?? Benarkah itu yang kau inginkan ?? Apa kesalahanku sangat besar sehingga hanya bisa ku bayar dengan kematian ?”, Tanya Hyun Joong dengan wajahnya yang memucat, airmata mengalir turun dari matanya. Dia shock dengan apa yang didengarnya.
“ Sayang, aku ayahmu. Apa kau juga akan menolakku ?? Ayah minta maaf, Lee Hyun. Benarkah tidak ada jalan kembali untukku ?”, tanyanya lembut sambil berlutut didepan Putranya, berusaha memeluknya tapi Lee Hyun menolak dan berlari.
“ KAU BUKAN AYAHKU !! PERGI KAU !!”, serunya kearah Hyun Joong sambil berlari ke tengah jalan. Saat itulah ada sebuah mobil melintas dan bergerak kearah Lee hyun yang sedang berlari ketengah jalan. Hyun Joong dan Lee An melihatnya.
“ Tidak, Lee Hyun !!!”, pekik Lee An takut. Tapi secepat kilat Hyun Joong berlari dan mendorongnya ketepi jalan. Lee Hyun terjatuh dipinggir jalan, dia selamat tapi…
BRAAAKKKKK ….
Mobil itu menabrak Hyun Joong yang sekarang terkapar ditanah dengan bersimbah darah. “HYUN JOONG …..”, teriak Lee An histeris seraya berlari kearah Hyun Joong dan memeluk tubuhnya erat.
“ PU.. PUTRAKU… SE.. SELAMAT KAN ??”, bisiknya dengan mulut penuh darah. Lee An mengangguk. 
“ Dia tidak apa-apa ”, jawab Lee An dengan airmata berderai, menunjuk kearah Lee Hyun yang diletakkan Lee An disamping tubuh Hyun Joong, dia meraih Lee Hyun lebih dulu lalu membawanya kesamping Hyun Joong. Hyun Joong tersenyum ditengah lukanya saat melihat Putranya baik-baik saja.
“ MAAFKAN AKU ti..tidak bisa men.. menjadi ayah yang baik untuknya.. Aku Mencintaimu Lee An, Kalian berdua.. Ma.. Maafkan aku !!!!”, ujarnya terbata-bata dengan sisa-sisa tenaganya.
“ TIDAK !!! JANGAN BICARA SEPERTI ITU !!! Hyun Joong, aku lah yang harus minta maaf “, tangis Lee An. 
“ JANGAN MENANGIS !!!”, ujarnya lagi seraya mengusap pipi Lee An dengan tangannya yang bersimbah darah.
“ HYUNG !!!”, 4 member SS501 akhirnya muncul disana. Kyu berlari kearah Lee Hyun dan menggendong tubuhnya yang pingsan.
“AMBULANCE !!! JUN, PANGGIL AMBULANCE !!!”, perintah Young Saeng.
AT FUNERAL ….
          Cuaca sama sekali tidak cocok untuk acara pemakaman, harusnya cuaca mendung dan diiringi rintik hujan tapi matahari justru bersinar terang. Kim Lee An berdiri didepan liang kubur seraya memegang sebuah foto seorang pria dalam pelukannya dengan airmata mengalir deras. Dia memandang tulisan di nisan itu. Terukir namanya. KIM HYUN JOONG. Seseorang yang sudah menghancurkan masa depannya, merenggut keperawanannya dengan kasar, memperkosanya, tapi juga seseorang yang sangat dicintainya, auah dari anaknya. Semuanya terjadi begitu cepat. Bagaikan dalam mimpi, bagaimana Hyun Joong tiba-tiba kembali dalam hidupnya, berkata dia meminta maaf dan ingin kembali padanya, Hyun Joong bahkan berlutut dan memohon padanya tapi dia dengan kejam berkata
“ AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKANMU KECUALI JIKA KAU MATI “.
      Dan sekarang Hyun Joong benar-benar mati. Airmata terus mengalir turun dari matanya. Andai saja dia bersedia memberinya KESEMPATAN KEDUA, semua ini tidak perlu terjadi. JUST ONE MORE TIME !!! Andai saja Lee An bisa memutar kembali waktu, dia pasti akan memberi Hyun Joong KESEMPATAN KEDUA, SEKALI LAGI.. Dia bahkan belum mendengar Lee Hyun memanggilnya Ayah.
    “ HYUNG… Ini tidak benar kan ?”, teriak Maknae histeris sambil meratapi nisan Hyun Joong.
“ Kenapa kau sangat kejam ? Dia sudah berlutut dan memohon padamu “, sentak Jung Min sambil memeluk Hyung Jun dan menangis.
          “ Jung Min-ah…”, ujar Young Saeng lirih, dia juga menangis.
“ Kenapa kau tidak mau memberinya kesempatan kedua ? Bahkan Tuhan pun bersedia mengampuni dosa manusia “, tambah Hyung Jun menangis sedih.
“ Benar !! Penjahat yang paling kejam sekalipun berhak mendapat kesempatan kedua “, sergah Jung Min dengan airmata mengalir.
        “ PERGI KAU DARI SINI !!! “, usir Maknae sambil berdiri dan mendorong Lee An hingga terjatuh.
“ Junnie-ah, Dia wanita. Jangan kasar padanya !!”, sentak Kyu Jong lalu membantu Lee An berdiri.
“ Memangnya kenapa ? DIA SANGAT JAHAT !!!”, jawab Maknae smbil menangis.
        “ KAU PUAS SEKARANG, NONA KIM LEE AN ??”, Tanya Jung Min sinis lalu pergi dari sana sambil menyeret Maknae.
“ Mereka benar. Aku sangat jahat !! Ini semua salahku hingga dia mati. Salahku !!”, isak Lee An menyesal.
“Sudahlah !! Hyung sudah pergi !! Semuanya sudah terlanjur terjadi “, hibur Kyu sambil memeluknya.
ANDAI ADA KESEMPATAN SEKALI LAGI.. JUST ONE MORE TIME …”, bisik Lee An lirih sambil terus menangis. Tiba-tiba Lee An merasa kepalanya pusing, mungkin karena terlalu banyak menangis, dan dalam hitungan detik dia pingsan dalam pelukan Kyu.
SEOUL HOSPITAL ….
      TIDAKKKK !!! “, teriak Lee An dalam tidurnya. Lee An terbangun disebuah RS, dia mengerjap-ngerjapkan matanya mencoba mengingat apa yang terjadi.
“Kau sudah sadar ?’, Tanya seorang pria lembut. Lee An menoleh spontan, dia melihat Kim Kyu Jong ada disana.
         “ Berapa lama aku disini ?”, tnyanya mencoba bangun.
“ Kau pingsan karena shock. Jangan bangun dulu. Aku akan panggilkan Dokter “, ujar Kyu sambil mendorongnya kembali berbaring, lalu segera keluar dari kamar Lee An. Gadis itu mengedarkan pandangannya kesekeliling kamarnya lalu matanya terpana pada kalender yang ada didepan tempat tidurnya..
“ Tanggalnya…”, dia berseru tertahan lalu segera mencari ponselnya untuk mengecek tanggal hari itu. 
“ Kenapa sama ?”, batinnya bingung.
        Secepat kilat dia beranjak turun dari tempat tidur untuk bertanya pada perawat yang ditemuinya. Mereka semua memberikan jawaban yang sama.
“ Apa maksudnya ini ?? Tanggalnya, kenapa ….”, pikirannya terpotong saat dia melihat beberapa Dokter dan Perawat berlari panik ke dalam sebuah kamar, dia mengikuti mereka karena penasaran dan betapa terkejutnya dia saat tau nomer kamar itu.
“ TIDAK MUNGKIN !!! “, ujarnya bingung.
          “ Dia sudah meninggal. MAAF !!!”, Lee An mendengar Dokter itu berkata.
“ TIDAK !! TIDAK BOLEH LAGI !!!”, jerit Lee An lalu menerobos masuk kekamar. SS501 terlihat berdiri dengan shock. Tidak ada seorangpun yang bereaksi, hanya Lee An yang menangis Histeris.
“ TIDAK !! KAU TIDAK BOLEH MATI !!! AKU MENCINTAIMU !! KIM HYUN JOONG, KAU HANYA BERCANDA kan ?? BANGUN !!! PUTRA KITA MEMBUTUHKANMU !!”, seru Lee An sambil mengguncang-guncangkan tubuh Hyun Joong dan menangis.
“ PLEASE SOMEBODY TELL ME, ITS NOT TRUE !!!”, teriaknya histeris sambil menangis. “Hyun Joong, BANGUNLAH !!! AKU TAU KAU HANYA BERCANDA !!!”, jeritnya lagi.
“ AKU MEMAAFKANMU !! AKU MEMAAFKANMU !! KIM HYUN JOONG, AKU MENCINTAIMU !!! KUMOHON BANGUNLAH !!! “, isaknya menangis, sambil membaringkan kepalanya didada Hyun Joong. “ LEE AN, SUDAHLAH !!”, ujar young Saeng berusaha tabah,
“ Aku bermimpi dia meninggal, tapi itu hanya mimpi benarkan ?? Ini juga hanya mimpi benarkan ?”, Tanya Lee An sambil menangis.
“ BANGUN KIM HYUN JOONG !! KAU MASIH PUNYA HUTANG PADAKU !! KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB KARENA SUDAH MEMPERKOSAKU !! KAU HARUS MENIKAHIKU !! KAU BILANG KAU MENCINTAKU KAN ?? BANGUN DAN BUKTIKAN KATA-KATAMU !! JANGAN JADI PENGECUT !!!“, teriak Lee An histeris sambil terus memukul-mukul dada Hyun Joong.
“ LEE HYUN MEMBUTUHKANMU. AKU MEMBUTUHKANMU. KAMI MENCINTAIMU “, bisiknya ditelinga Hyun Joong. Dia Sedikit tenang. Lalu perlahan dia mencium bibir Hyun Joong dan membelai pipinya lembut.
“ Bangunlah Sayang.. Maafkan aku !! Aku tidak akan marah lagi padamu, tapi kumohon sadarlah Hyun Joong “, isak Lee An smbl terus memeluk tubuh Hyun Joong yang mulai dingin.
“ Lee Hyun belum tau kau ayahnya. Lee Hyun masih belum memanggilmu Ayah. Kenapa kau tega tinggalkan kami berdua ? Hyun Joong, jangan bercanda !! “, isak Lee An sambil tetap mengguncang-guncang tubuhnya.
“ TIDAK !!! KAU BELUM MATI !!! AKU YAKIN SUATU HARI NANTI KAU PASTI AKAN KEMBALI !!!”, teriak Lee An histeris dan menangis.
“ Bukankah ini yang kau mau ? Kami mendengarmu mengatakan kau tidak akan pernah memaafkannya kecuali jika dia mati.. Dan dia mati sekarang. KAU PUAS ???”, teriak Jung Min frustasi. 
“ Dia sangat ingin kau memaafkannya. Hanya 1 kata Maaf darimu, sesulit itukah ??”, tambahnya lagi.
“ PARK JUNG MIN !!!”, seru Young Saeng melarang. 
“ Aku Ketuamu sekarang, jadi tolong dengarkan aku. Ini semua bukan salah Lee An “, lanjut Young Saeng membela.
“ Kenapa kau membelanya Hyung ?? Salah siapa jika sekarang Hyun Joong Hyung terbaring disini ? Salah siapa jika dia mati ?? Itu semua salah perempuan ini !!!”, sentak Jung Min sambil menuding Lee An.
“ Kau sangat egois karena kau tidak mau memaafkannya. Sekarang lihat !! Akibat keegoisanmu banyak orang yang menderita. Orang tuanya, teman-temannya, Para Fans kami, semua orang yang mencintainya, bahkan kau telah membuat Putramu sendiri tidak punya Ayah. KAU PUAS SEKARANG ??? PERGI KAU DARI SINI !!!!”, usir Jung Min emosi.
“ Mal Benar !!! Kau tidak punya hak ada disini. Hyun Joong Hyung tidak membutuhkanmu lagi. KELUAR SEKARANG !!! Airmatamu tidak ada gunanya lagi. TERLAMBAT !! Airmatamu tidak bisa membuatnya hidup kembali “, usir Maknae sambil menangis.
“ Kau sudah menghancurkan hidup banyak orang. Hidup band kami, hidup Hyun Joong Hyung, hidup kami semua, hidup Putramu, bahkan juga hidupmu sendiri kan ?? KENAPA KAU SANGAT EGOIS ???”, teriak Maknae sambil mendorong Lee An keluar.
“ MAAFKAN AKU !!! MAAF !!! Aku tau ini salahku !!! “, isak Lee An.
“ MAAF ?? Sekarang kau minta maaf pada kami ? Setelah kau membunuhnya ?? Apa dengan minta maaf semua akan selesai ?? Apa dengan minta maaf Hyun Joong Hyung akan hidup lagi ?? JIKA MINTA MAAF BERGUNA, UNTUK APA ADA POLISI ??”, sergah Maknae tajam.
“ Hanya sebuah kata MAAF, tapi kau tidak mau memberikannya.. Jika kau tidak mau memaafkannya, lalu kenapa kami harus memaafkanmu ??? PERGI KAU DARI SINI !!!!”, Hyung Jun menarik tangan Lee An dan melemparnya keluar kamar.
Young Saeng dan Kyu Jong hanya terdiam, mereka tidak tau harus bagaimana. Semuanya terjadi begitu cepat. Jung Min menangis disamping ranjang Hyun Joong sambil menggenggam tangannya, Kyu Jong berdiri dibelakangnya seraya memeluk pundaknya. Young Saeng ditepi ranjang yang satu lagi, memandangi Ketua mereka yang sekarang terbaring tak bernyawa sambil mengenang saat-saat indah mereka bersama sambil terus meneteskan airmata.
Lee An berlutut didepan kamar Hyun Joong sambil menangis sekeras-kerasnya. Sementara Hyung Jun duduk bersandar didepan pintu sambil meneteskan airmata. Semuanya sudah berakhir.
THE REAL FUNERAL ….
KIM LEE AN POV :   
          Aku tidak tau sejak kapan aku ada disini. Aku tidak tau untuk apa aku disini. Aku juga tidak tau untuk apa aku harus memakai pakaian ini. HITAM. Aku Benci warna Hitam. Warna Hitam identik dengan Kematian. Dan sekarang aku harus berada ditengah-tengah Upacara kematian seseorang. Bau tanah lembab area pekuburan menyengat hidungku. Aku benci bau tanah lembab area pekuburan itu. Dengan pandangan kosong aku menatap lurus ke depan, kulihat sedikit demi sedikit orang-orang itu mulai menurunkan peti matinya ke dalam tanah, setelah Pendeta itu membacakan berbagai doa untuknya.
     Lalu sebuah benda menarik perhatianku. Seorang wanita tua berpakaian hitam itu menangis, berkali-kali kulihat dia mengusap airmatanya, dan tangannya yang tidak sedang mengusap airmata itu memegang sebuahfoto berukuran besar.
        Kutatap foto itu lama sekali dan aku mulai mengenalinya. “ KIM HYUN JOONG, apa itu kau ??”, bisikku dalam hati. Lalu pandanganku beralih kearah peti mati itu “ Benarkah itu kau, Hyun Joong ?? Apakah kau yang ada dalam peti mati itu ? Apa yang terjadi padamu ? Kenapa mereka menguburmu ?”, bisikku dalam hati , tiba-tiba aku merasa airmataku mengalir membasahi pipiku.
    Kini Hyun Joong telah pergi, dia pergi dengan membawa seluruh hatiku ikut bersamanya. Dengan masih berlinang airmata, aku memandang kelangit yang tertutup awan dengan pandangan hampa. 
       “ Hyun Joong, aku akan membiarkanmu pergi. Aku akan membiarkanmu terbang. Tapi dimanapun kau berada sekarang, aku ingin kau tau bahwa aku sudah memaafkanmu. Aku Sangat Mencintaimu. Terima Kasih karena sudah memberikanku sesuatu yang sangat berharga dalam hidupku.. Lee Hyun, Putra kita. MAAFKAN AKU, HYUN JOONG !!! Harusnya aku bisa memberimu Kesempatan Kedua “, batinku dengan airmata berlinang.
    Begitu upacara pemakaman selesai dan semua orang pergi meninggalkan area pemakaman ini, aku terduduk lemas disamping nisan Hyun Joong, tetap menangis pelan.
        “ I Cry Silently.. I Cry Inside of Me.. I Cry Hopelessly… Coz I know I’ll Never Breath Your Love Again.. I Cry Coz You’re Not Here With Me.. Coz I’m Lonely As Can Be.. I Cry Hopelessly… Coz I Know I’ll Never Breath your Love Again … If I Could Have You Back Tomorrow.. If I Can Lose Your Pain and Sorrow… I Will Do Just ANYTHING To Make You See, You Still Love Me.. I Wish I Could Believe it Something New.. Please Somebody TELL ME ITS NOT TRUE !!!”, ujarku lirih sambil mengelus batu nisannya.
     “ Ada sesuatu yang harus kuberikan padamu “, Young Saeng berlutut disampingku lalu menyerahkan padaku sebuah kalung berliontin bintang berwarna ungu.
  “ Selama 5 tahun ini Hyung selalu mencarimu. Dia membayar Detektif untuk menemukanmu, untuk meminta maaf padamu, untuk mengatakan betapa dia sangat mencintaimu dan untuk memberikan kalung ini padamu. Dia tau kesalahannya sangat tidak termaafkan, tapi selama 5 tahun ini dia selalu hidup dalam penyesalan. Setiap hari diwaktu senggang Hyung selalu memandangi fotomu di dompetnya. Dia sangat mencintaimu Lee An. Percayalah !!! Dia sangat berharap kau bisa memaafkannya dan kalian bisa memulai semuanya dari awal. Tapi sekarang sepertinya semua sudah terlambat “, ujar Young Saeng padaku, membuat airmataku semakin berderai.
     “ Aku sudah memaafkannya.. Walau Terlambat..”, sahutku dengan suara tertahan. “ Aku tau. Hyun Joong Hyung juga pasti sudah tau dan dia pasti tersenyum diatas sana “, jawab Young SAeng tulus. 
     “ Jaga Lee Hyun baik-baik. Sekarang hanya dia yang kau miliki di dunia ini. Hanya Dia, Putramu dan Hyun Joong Hyung “, lanjutnya lalu menepuk pundakku dan berdiri.
    Kupandangi kalung berliontin bintang itu sambil menangis. POLARIS. Rasi Bintang Utara. Saat itu aku teringat pertama kalinya kami bertemu. Dalam suatu perkemahan musim panas aku tersesat di hutan dan terpisah dari rombonganku, Itulah pertama kalinya aku bertemu dengannya. Dia datang lalu membawaku keluar dari dalam hutan itu.
    “ Pilih 1 dari sekian banyak bintang itu dan jadikan dia bintangmu, kelak bila kau tersesat, dia akan membantumu mencari jalan pulang “, ucapnya saat itu sambil menunjuk langit yang bertabur bintang.
    “ Tapi ada begitu banyak bintang, darimana aku tau jika itu bintangku ?”, tanyaku skeptis. 
     “ Carilah bintang yang bersinar paling terang “, jawabnya santai sambil menggandeng tanganku keluar hutan.
    “ Kau lihat itu ? Itu adalah Bintangku. POLARIS. Bintang yang cantik di langit utara. Bintang ini melambangkan keinginan dan harapan yang kuat untuk mencapai sesuatu. Karena letaknya sangat dekat dengan Kutub utara Langit, makanya Polaris sering juga disebut bintang  Utara. Polaris merupakan bintang paling terang di rasi Ursa Minor. Polaris berjarak sekitar 430 tahun cahaya dari bumi dan merupakan sistem bintang ganda. Polaris adalah satu-satunya Bintang yang tidak pernah berpindah tempat, itu sebabnya dia dijadikan Penanda Arah Utara. Jika aku tersesat, aku selalu mencari Polaris di langit malam.. Dengan mengikuti arah Polaris berada aku akan bisa keluar dari hutan, berjalan saja kearah Utara, maka kau akan temukan jalan keluar “ jawabnya bangga. Aku tersenyum kagum padanya.
    “ Jadi itu POLARIS ?? Kupikir itu Rasi Bintang Cappela. Bukankah Cappela juga merupakan Rasi Bintang Utara ?”, tanyaku penasaran. 
   “ Benar. Tapi Cappela sama seperti bintang-bintang lainnya yang selalu berpindah tempat. Tapi Polaris tidak “, jawabnya bersemangat.
   “ Kau sangat suka bintang ya ?”, tanyaku lagi. 
   “ Aku sangat menyukai Antariksa dan benda-benda langit. Aku juga percaya bahwa ada banyak kehidupan lain diluar sana, selain manusia “, jawabnya sambil tersenyum tulus.
   Aku tertawa “ Alien ??”, tanyaku bercanda, tapi dia mengangguk antusias. 
  “ Bukankah Luar Angkasa sangat luas ? Aku yakin mereka ada, hanya saja mereka bersembunyi dari kita “, sahutnya ceria. 
  “ Hei Lihat !!! Kita sudah keluar “, serunya gembira smbil menunjuk ke jalan setapak didepan kami.
  “ Kau benar. Bintang Utara sangat efektif “, jawabku ceria dan kamipun tertawa. 
  “ Terima Kasih, Star Finder “, jawabku lagi saat dia melepaskan genggaman tanganku. 
  “ Star Finder ?’, tanyanya bingung. 
  “ Penemu Bintang..”, jawabku smbl tersenyum.
  “ KIM HYUN JOONG.. Namaku Kim Hyun Joong. Nona…”, dia menggantung kalimatnya. 
  “ KIM LEE AN..”, jawabku sambil menyalami tangannya. 
  “ Jika kau tersesat lagi, ingatlah untuk mencari POLARIS “, jawabnya sambil tersenyum manis. 
  “ Apa aku juga bisa bertemu kau disana ? Jika aku mencari Polaris, apa aku juga bisa menemukanmu ?”, tanyaku iseng.
  “ Tentu. Pandanglah kearah Bintang Utara sambil memikirkan aku, maka kau pasti akan menemukan aku disana “, jawabnya smbl tersenyum lagi. Dia pemuda yang baik, ramah dan penuh senyum. Itulah pertama kalinya aku bertemu dengannya, KIM HYUN JOONG – CINTA PERTAMAKU.. Orang yang sudah memperkosaku juga Ayah dari anakku.
 Kenangan itu tidak akan pernah lagi terulang. Semuanya sudah hilang. Karena kebodohanku. Karena keegoisanku. Aku menatap kelangit Utara dengan tatapan hampa.
 “ POLARIS … Hyun Joong, apa sekarang kau ada disana ?”, bisikku sedih lalu mulai melangkah meninggalkan area pekuburan ini.
2 Bulan Kemudian …
   “ Dia ada disana “, seru salah seorang perawat menunjuk kearah gadis muda yang cantik yang terus memandang kearah langit Utara.
   “ Kadang dia ingat putranya, tapi kadang tidak.. Yang dilakukannya sehari-hari hanyalah duduk disana sambil memandang kearah langit Utara. Dia selalu berkata bahwa ayah dari anaknya ada disana “, lanjut Perawat itu.
  “ Dokter bilang Dia tidak gila. Dia hanya Trauma. Dia selalu diam tanpa mengatakan apapun. Hanya ada 2 nama yang selalu dia sebut, Hyun Joong dan Lee Hyun “, lanjutnya.
   “ Boleh kami mendekatinya ?”, Tanya Young Saeng ragu. 
  “Lebih baik kalian pergi saja. Kecuali hujan, dia tidak akan pergi dari sana “, jawab Perawatnya. 
   Young Saeng tersenyum. “ tidak apa-apa “, lalu berjalan mendekatinya.
   “ Dia tidak terlihat seperti orang sakit kan ?”, Tanya Young Saeng pada Kyu Jong.
“ Sebenarnya Lee An tidak sakit. Dia hanya TRAUMA. Dia tidak bisa menerima kematian Kim Hyun Joong. Dia tidak bisa menerima kenyataan pahit ini. Dia tidak bisa membuka hatinya untuk orang lain. Dia sengaja menutup diri, agar tidak perlu merasakan sakitnya kehilangan orang yang dia cintai. Karena dengan begini, dia akan merasa ini hanya mimpi buruk saja dan tidak nyata “, jawab seorang pria berpakaian.
   “ Anda adalah..”, Tanya Kyu. 
   “ Aku Baek Seung Jo.. Dokter yang merawatnya”, jawab pria itu. 
   “ Kalian lihat sendiri kan ? Waktu seolah berhenti bagi Lee An. Tidak ada seorangpun yang tau apa yang dilihatnya di teropong itu. Bintang Utara.. Mungkinkah orang yang dicintainya ada disana ?’, tanyanya lagi.
  “ Bisakah dia pulih kembali ?”, Tanya Kyu Jong. 
  “ Tentu. Jika dia bisa menerima kenyataan Kim Hyun Joong sudah meninggal “, jawab Dokter Baek sedih. Lalu Dokter itu pergi diikuti oleh  Young Saeng dan Kyu Jong.
  Sementara itu Lee An masih disana sambil memegang teropongnya “ Kenapa tidak ada bintang ? POLARIS, kau dimana ?’, Tanya Lee An smbil memeriksa langit.
“ Langit akan turun hujan, tentu saja bintangnya tertutup awan. Tidakkah sebaiknya kau masuk sekarang ?”, seorang pria muda tiba-tiba berdiri disampingnya.  Lee An terpana mendengar suaranya. KIM HYUN JOONG berdiri dihadapannya sambil tersenyum.
“ HYUN JOONG, apa itu kau ? Aku tau kau pasti akan kembali “, ujarnya ceria sambil berlari memeluk pria itu. “ Bukankah sudah kukatakan, lihatlah kearah bintang Utara, maka kau akan menemukan aku disana “, jawabnya sambil tersenyum manis, lalu mereka berciuman mesra.. “ Aku memaafkanmu “, ujar Lee An sambil menangis. “ Aku tau “, jawabnya sambil memeluk gadis itu.
Entah nyata, entah hanya bayangan…
END